Dalam menjalankan sebuah bisnis, dalam bidang marketing memang menjadi suatu yang terpenting untuk diterapkan dengan sebaik mungkin. Salah satu teknik marketing yang sampai saat ini masih sangat disenangi oleh para pebisnis adalah berupa marketing online. Begitu besarnya potensi dari dunia online yang menjadi alasan utama bagi banyak pebisnis yang kemudian akan berupaya dengan semaksimal mungkin untuk menerapkan online marketing.

Mereka beranggapan bahwa sebenarnya marketing online cukup mudah untuk dijalankan serta lebih efektif dalam mengenai target sasaran. Namun sayangnya, juga tidak semua anggapan yang telah mereka yakini tersebut tentang online marketing seperti ini memang benar adanya demikian. Karena, seperti apapun yang selama ini sudah mereka percayai ternyata hanyalah sebuah mitos belaka.
Nah, dari beberapa hal berikut ini praktisi content marketing akan membagikan tentang beberapa mitos dalam bidang strategi marketing online yang sama sekali belum terbukti dan memang seharusnya sudah Anda tinggalkan sejak lama.
1. Mitos bagi para visitor website yang sudah cukup menjadikan strategi marketing oline bisa menjadi lebih sukses.
Mitos paling awal dalam bidang marketing online yang sudah seharusnya sejak lama Anda tinggalkan adalah sebenarnya untuk sukses, maka banyaknya visitor website akan sangat menentukan. Visitor atau para pengunjung website bukan berarti Anda akan mendapatkan pembeli. Namun visitor hanya orang yang datang untuk berkunjung ke website Anda, namun belum tentu juga akan melakukan pembelian. Jadi bukan dari kalangan visitor website yang akan menentukan keberhasilan dari strategi online marketing Anda, namun tentang bagaimana agar Anda mampu dalam mengkonversi mereka agar bisa menjadi leads atau para calon pembeli potensial Anda.
2. Mitos bahwa marketing online cukup mudah untuk menjaring para konsumen.
Tidak sedikit diantara para pebisnis yang beranggapan bahwa strategi marketing online akan bisa menjadi lebih mudah dalam menjaring para pembeli apabila dibandingkan dengan strategi marketing offline. Terus semakin membesarnya pangsa pasar dari dunia onlinelah yang menjadi alasan utama mengapa mitos semacam ini akan semakin terus berkembang pesat. Namun dengan melihat dari begitu tingginya tingkat persaingan dari dunia online untuk saat ini, maka hal tersebut akan menjadikan strategi marketing online menjadi tidak semudah seperti apa yang banyak dibayangkan untuk bisa mendapatkan pembeli potensial.
Begitu banyaknya para pebisnis yang juga berusaha untuk mendapatkan pangsa pasar dari dunia online inilah yang menjadikan alasan utama mengapa dalam hal marketing online seperti ini menjadi suatu medan pertarungan yang jauh lebih sulit. Maka, agar strategi pemasaran online bisa sukses sesuai dengan apa yang sudah diharapkan, maka diperlukan adanya sebuah upaya yang lebih dan juga strategi marketing yang lebih tepat.
3. Mitos bahwa strategi marketing online cukup mudah untuk dijalankan.
Selanjutnya adalah mitos dalam bidang marketing online yang salah dan sudah selayaknya untuk ditinggalkan oleh para pebisnis adalah berupa kemudahan dalam hal menjalankannya. Memang dengan sekilas melihat, marketing online seperti ini begitu mudah untuk dijalankan. Dan hal ini karena mereka yang menjalankannya hanya perlu untuk duduk manis di depan laptop dan menjalankan strategi marketingnya.
Namun jika Anda bersedia untuk sedikit menilik secara lebih mendalam, maka strategi marketing online ini juga tidak semudah seperti apa yang banyak dibayangkan orang-orang. Karena untuk bisa menjalankannya, maka Anda perlu untuk membuat konten yang lebih baik. Dan membuat konten pemasaran online yang baik seperti ini juga membutuhkan adanya sebuah perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Seperti contohnya saja jika Anda akan konten pemasaran online berupa video-video dan juga content. Maka Anda juga harus berusaha untuk membuat video yang terbaik, unik dan menarik. Begitu pula untuk jenis konten-konten lainnya seperti berupa gambar dan tulisan-tulisan yang bermanfaat.
4. Mitos marketing online yang paling ampuh dijalankan melalui Media Sosial.
Dengan semakin bertambah banyaknya para pengguna media sosial yang menjadikan munculnya mitos bahwa pemasaran online hanya akan menjadi lebih efektif jika dijalankan dari media sosial. Namun dari sini memang terlihat begitu banyaknya para pebisnis yang kemudian akan menggunakan media sosialnya sebagai sebuah strategi dalam bidang marketing online-nya. Pilihan untuk menggunakan ads dari media sosial akan menjadi hal yang semakin menjadikan para pebisnis menjadi semakin merasa yakin dengan adanya penggunaan media sosial.
Namun apakah benar media sosial merupakan sebuah strategi yang lebih tepat? Dan tentu saja untuk adanya sebuah anggapan tentang begitu efektifnya media sosial sebagai salah satu strategi online marketing seperti ini bukanlah sesuatu yang tepat. Karena tingkat efektivitas dari strategi pemasaran online juga bisa banyak dijumpai pada jenis strategi-strategi lainnya seperti website, email dan juga yang lainnya.
5. Mitos tentang penggunaan strategi “X” yang sudah berhasil untuk jenis perusahaan tertentu akan juga bisa berlaku untuk jenis perusahaan lain.
Mitos yang terakhir, adalah berupa mitos tentang strategi pemasaran online yang sudah tidak berlaku lagi dan sudah seharusnya untuk ditinggalkan oleh para pebisnis adalah dari suksesnya strategi “X” pada perusahaan yang akan berlaku untuk jenis perusahaan lainnya. Perbedaan dalam hal model bisnis dan target pasar tentunya akan menjadi salah satu alasan utama mengapa sebuah mitos seperti ini malah menjadi salah kaprah.
Maka dari itu jika Anda yang ingin bisa sukses dalam hal menjalankan strategi pemasaran online, maka tidak boleh selalu ikut-ikutan tren dalam hal penerapan strategi marketing. Alih-alih ikut-ikutan, Anda sebagai seorang pebisnis juga harus menjadi lebih jeli dalam melihat keadaan pasar dan mampu untuk menyesuaikannya dengan karakter dari bisnis Anda. Dengan cara menyesuaikan keadaan pasar dan karakter dari bisnis inilah, maka Anda akan bisa menentukan satu strategi pemasaran online yang paling efektif dan cocok untuk dijalankan. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.
Media online Facebook merupakan satu diantara sekian banyak media-media sosial lainnya yang paling banyak digunakan di dunia online. Dan di Indonesia sendiri, pengguna Facebook sebenarnya telah menembus angka lebih dari 88 juta pengguna. Maka sangat tidak mengherankan jika kemudian Facebook sendiri didaulat sebagai media sosial yang harus bahkan wajib untuk dimiliki oleh setiap perusahaan. Bahkan salah satu dari media sosial yang harus aktif. Karena dengan semakin banyaknya para pengguna malah menjadikan Facebook sebagai salah satu media marketing yang paling tepat.
Namun tata cara penggunaan Facebook untuk kebutuhan marketing sendiri juga sangat jelas tidak sama seperti menggunakan Facebook untuk kebutuhan akun pribadi. Yang perlu untuk Anda ketahui adalah tentang apa saja hal-hal yang paling mendasar yang harus lebih diperhatikan, mulai dari tata cara dalam membangun image perusahaan pada akun Facebook, membuat bio akun, sampai dengan menentukan postingan-postingan pada setiap periodenya.
Karena itu, agar segala aktivitas Facebook marketing Anda dapat menunjukkan hasil yang terbaik, maka perhatikanlah lagi beberapa dari hal paling mendasar berikut ini.
1. Mempelajari tentang segala sesuatunya tentang target market para audiens Anda.
Kebanyakan dari beberapa perusahaan, termasuk juga para pebisnis start-up yang seringkali memegang prinsip berupa “asal punya, asal aktif terlebih dahulu”. Sehingga pada akhirnya saat membuat halaman Facebookpun hanya sekedar jalan dan aktif tanpa memiliki hasil yang pasti. Postingan yang juga berantakan dan sama sekali tidak mengena kepada target para audiensnya.
Hal seperti ini tentu saja harus segera dihilangkan. Jika memang Anda merasa bahwa halaman Facebook Anda untuk saat ini masih bergerak tanpa tujuan dan arah yang jelas, maka masih ada waktu untuk memperbaikinya.
Langkah paling awal yang harus Anda perhatikan ulang adalah untuk mengetahui segala sesuatunya tentang target audiens market Anda. Ketahui pula tentang jenis-jenis target para audiens Anda, mulai dari skala usia, demografis, strata ekonomi, minat, dan lain sebagainya. Apabila semua hal itu memang sudah benar-benar diketahui, maka Andapun akan dapat menentukan setiap konten seperti apa saja yang dapat menarik dan banyak mengena bagi mereka. Gaya tata bahasa seperti apapun yang benar-benar sesuai dengan mereka. Juga kapan saja waktu yang paling tepat untuk mempostingnya.
2. Kemas beberapa halaman Facebook agar menjadi lebih menarik & serba informatif.
Jangan melupakan tentang betapa pentingnya sebuat tampilan. Halaman Facebook yang terlihat lebih menarik pastinya akan menjadi lebih mudah dalam mendatangkan pengikut. Karena kesan yang sudah dikelola secara lebih baik sudah akan melekat. Apalagi jika dengan ditambahi dengan beberapa informasi-informasi penting pada halaman Facebook, seperti halnya link website, alamat perusahaan, jenis produk/jasa yang selama ini sudah ditawarkan, dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk menampilkan Foto Profil dan Cover yang lebih menarik dengan resolusi yang lebih tinggi.
Berikan juga beberapa informasi penting tentang perusahaan Anda secara lebih singkat dan jelas pada setiap kolom biografi atau keterangannya. Hal itu untuk semakin memudahkan bagi target audiens dalam menemukan halaman Anda pada mesin pencarian.
Begitu buruknya tampilan pada halaman Facebook akan dapat menjadikan para target audiens mengikuti halaman Anda. Karena mereka akan menganggap bahwa halaman Facebook Anda sama sekali tidak akan menarik dan hanya memenuhi beranda mereka saja. Karena itu kemaslah Halaman Facebook Anda dengan semenarik dan seinformatif mungkin.
3. Temukan setidaknya minimal 3 halaman Facebook milik para competitor Anda.
Dalam berbisnis pastinya akan selalu ada kompetitor. Hal semacam ini sebetunarnya juga cukup menguntungkan. Karena dengan adanya para kompetitor maka Anda juga tidak perlu harus repot-repot untuk menganalisis pasar. Anda bisa mencari tahu sendiri tentang semuanya dari apa saja yang selama ini yang sudah dilakukan oleh para kompetitor Anda tersebut.
Seperti pada saat Anda menggunakan media sosial seperti Facebook. Maka carilah halaman Facebook kompetitor Anda adalah minimal 3 merek. Cari yang memang benar-benar menggunakan halaman Facebooknya dengan lebih baik dan cukup aktif. Terutamanya yang berada pada setiap postingannya dan selalu mendapatkan banyak sekali respon yang positif. Namun pastikan juga bahwa semua respon yang telah didapatkannya tersebut bukanlah berupa respon robot, melainkan murni respon dari beberapa pengguna aktif.
Dari halaman Facebook para kompetitorlah, maka Anda akan bisa mencari tahu tentang bagaimana gaya bahasa dan seperti apa mereka menggunakannya, waktu memposting, jenis konten yang lebih menarik, gaya bahasa yang selama ini sudah digunakan, dan lain sebagainya. Setelah mempelajari semua itu dengan lebih cermat, maka Andapun akan bisa memodifikasi sendiri agar bisa menjadi sedikit lebih berbeda. Jika Anda memang belum mengetahuinya secara pasti dari para kompetitor Anda, Anda sudah cukup menulis “Pages about (industri) that are liked by my firends” pada semua kolom pencarian. Kemudian klik “See More” agar Anda bisa mendapati siapa saja yang sudah menjadi kompetitor Anda.
4. Pahami tentang bagaimana karakteristik dari Facebook itu sendiri.
Kendati memang memiliki banyak sekali pengguna, namun untuk karakteristik Facebook sendiri juga tidak sama seperti Twitter yang akan menjadikan Anda bisa terus “bercuit” hampir seharian. Karena di Facebook, malah justru akan menjadi lebih efektif jika Anda hanya memposting maksimal adalah 2 kali sehari dan 5 hari dalam satu minggu. Banyak yang bahkan sama sekali tidak menganjurkan untuk memposting konten-konten promosi pada masa weekend.
Selain itu juga para pengguna Facebook yang jauh lebih tertarik pada konten yang sudah menyajikan sedikit tulisan namun malah disambung kepada link website nya. Kemudian pastikan juga bahwa Anda sudah memajang foto dengan tingkat resolusi yang benar-benar bagus atau berupa infografis yang lebih menarik jika ingin menyertakan gambar pada setiap postingan web. Sementara itu untuk jenis video, juga tidak perlu dibuat menjadi terlalu panjang dan berat. Karena biasanya jika video sudah benar-benar buffering, maka kebanyakan dari para pengguna Facebook akan segera mengabaikannya. Jika Anda tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketing solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.
Jika ada yang bertanya tentang apa yang dimaksud dengan iklan online? Maka mungkin saja semua dari kita sudah banyak yang tahu artinya. Namun pastinya tidak semua orang yang tahu tentang apa saja jenis-jenis dari iklan online seperti ini. Sebelumnya, iklan online adalah suatu upaya yang akan digunakan untuk strategi pemasaran online secara berbayar yang bisa menampilkan website di hasil pencarian search engine, contoh mudahnya seperti Google.

Jenis-jenis Iklan Online Untuk Strategi Digital Marketing Anda:
1. Iklan-iklan dari jalur sosial media.
Bagi Anda yang seringkali menggunakan sosial media mungkin saja sudah tidak asing lagi dengan nama dari iklan online yang satu ini. Sosial media yang menawarkan iklan adalah seperti Facebook dan Instagram, Anda mungkin juga pernah melihat iklan dari Instagram ketika sedang melihat Instagram story dari teman-teman Anda, tiba-tiba saja ada iklan yang muncul ditengah-tengahnya. Maka seperti itu juga dengan iklan dari Facebook ketika Anda sedang melihat-lihat beranda di Facebook, tiba-tiba saja muncul iklan disamping dengan produk yang sepertinya pernah Anda lihat beberapa waktu yang lalu. Dan itulah sedikit contoh iklan dari sosial media yang sangat sering muncul di kehidupan sehari-hari kita.
Kelebihan dari iklan ini adalah bisa menargetkan konsumen berdasarkan minat mereka atau juga sesuai dengan target yang ingin Anda capai. Bahkan, untuk pembayaran iklan online seperti inipun hanya akan dibayar untuk yang sudah berhasil tayang saja atau dengan kata lain Anda bisa membayar sesuai dengan total klik dari yang sudah masuk ke website Anda. Jadi bayar yang berhasil saja, sehingga menjadi lebih efektif bukan?
2. Self service advertising.
Iklan ini adalah salah satu jenis iklan online yang dikerjakan sendiri oleh si pemilik bisnis secara online. Biasanya iklan jenis ini akan bisa dilihat pada berbagai jasa layanan iklan seperti halnya Goole AdWords. Pada Google AdWords Anda yang menentukan sendiri bagaimana tampilannya, materi dan deskripsi dari iklan online tersebut. Bahkan Anda juga yang harus menentukan ingin ditampilkan dimana saja dan kapan saja, misalnya seperti ingin ditampilkan di kata kunci tertentu atau di suatu blog yang sesuai dengan bisnis Anda.
Salah satu kelebihan yang masih dimiliki oleh jenis iklan yang satu ini adalah karena kontennya yang benar-benar sesuai dengan keinginan dari si pebisnis itu sendiri, bahkan untuk tata letaknya pun harus di tentukan sendiri. Kelebihan lainnya dari iklan jenis ini adalah setiap iklan yang dibayar adalah yang sudah berhasil, jadi setiap iklan yang di klik oleh orang lain sesuai dengan keyword yang telah Anda tentukan, maka itulah yang nanti akan Anda bayar. Hampir sama seperti iklan sosial media sebenarnya, akan tetapi untuk iklan jenis ini jauh lebih banyak digunakan.
Kekurangannya adalah ketika ingin membuat iklan ini Anda harus paham betul tentang bagaimana bisnis Anda, harus tahu dimana menempatkan iklan ini yang berpotensi untuk bisa mendatangkan banyak pengunjung.
3. Contextual advertising.
Contextual Advertising merupakan salah satu jenis iklan online yang bentuknya serba tertarget untuk iklan yang akan muncul pada website maupun jenis media lainnya. Seperti contoh sebuah konten yang akan ditampilkan pada mobile browser. Selain itu iklan jenis ini sendiri lebih banyak dipilih dan dilayani oleh sistem terotomatis yang hanya berdasarkan pada identitas dari si pengguna dan konten yang nanti akan ditampilkan.
Bagaimana cara kerjanya? Iklan jenis ini akan memindai teks pada suatu website dengan kata kunci dan nantinya iklan tersebut juga akan dikembalikan lagi ke website dengan berdasarkan pada kata kunci sebelumnya. Untuk iklan online jenis ini bisa ditampilkan di halaman website maupun dalam bentuk iklan pop-up. Contohnya adalah jika si pengunjung melihat suatu situs web yang berhubungan langsung dengan fashion dan situs-situs web tersebut banyak yang menggunakan iklan contextual. Jadi nantinya si pengunjung juga akan melihat iklan-iklan untuk perusahaan yang berkaitan dengan jenis fashion.
4. Direct Advertising.
Direct Advertising atau lebih sering disebut sebagai iklan langsung yang biasanya lebih identik dengan pemasaran langsung. Sifat dari iklan jenis ini adalah lebih banyak mengajak atau mengiklankan langsung merek atau agen distribusi. Iklan direct ini lebih banyak menawarkan suatu brand kepada pelanggan hanya berdasarkan pada pemahaman dari brand itu sendiri tentang kesediaan dari para audiens yang tersegmentasi atau hanya berdasarkan pada kemampuan untuk membeli sesuatu.
Kelebihan yang dimilikinya adalah lebih praktis, karena hanya memajang iklan-iklan yang disesuaikan dengan keinginan dari si pemilik bisnis atau bisa pula disesuaikan dengan target konsumen agar bisa menjadi lebih efektif lagi.
Sedangkan untuk kekurangan dari iklan jenis ini adalah harga dari suatu iklan yang telah disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran banner tersebut. Jadi agar iklan menjadi tidak terlalu mahal, maka ada baiknya untuk lebih memperhatikan ukuran dari iklan online tersebut. Anda sudah mengetahui tentang apa saja yang dimaksud dengan iklan-iklan online dan tentang beberapa jenis dari iklan untuk pemasaran online seperti ini. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Jika Anda tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketing solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.
Penjualan Anda sedang mengalami penurunan yang sangat signifikan? Dan jika Anda ingin segera mengakhiri periode masa-masa penjualan kelam tersebut, maka cobalah untuk mengikuti beberapa tips dalam upaya untuk semakin meningkatkan penjualan online yang saat ini sedang menghadapi begitu sengitnya persaingan dalam dunia bisnis online.
1. Memulai dari hal-hal yang paling kecil.
Apakah Anda sudah pernah menghabiskan satu buah mangga dalam satu gigitan saja? Tentu saja tidak bukan, yang sering Anda lakukan pastinya akan menggigit sedikit demi sedikit sampai benar-benar habis satu buahnya. Sama halnya dengan menjalankan sebuah bisnis, Anda tidak bisa melakukan penjualan dengan keuntungan yang langsung menjadi puluhan juta rupiah dalam waktu sekejap mata saja. Anda harus memulainya dari nominal terkecil lebih dahulu. Meskipun pendapatan sangat kecil, Anda masih bisa memperluas pasar. Dan itu artinya ketika pasar sudah menjadi semakin luas, maka satu gigitan Anda sama seperti dengan satu gigitan besar lainnya.
2. Membuat iklan animasi yang menarik.
Iklan animasi akan menjadi lebih disenangi oleh para pengunjung website atau halaman social media Anda apabila dibandingkan dengan objek sekedar diam saja. Selain itu, iklan animasi juga lebih cenderung cukup mudah untuk diingat-ingat oleh para calon pelanggan apabila dibandingkan dengan iklan yang bersifat lebih statis.
3. Mengikuti tren liburan dan acara-acara khusus.
Menyesuaikan halaman website Anda seperti apa yang selama ini sudah terjadi di dunia adalah merupakan salah satu faktor yang dapat semakin meningkakan penjualan. Karena perasaan yang sama pada sebuah momen akan bisa dicurahkan oleh pelanggan Anda melalui website Anda. Jangan melupakan, untuk menyajikan produk-produk yang benar-benar sesuai dengan tema dari acara tersebut agar bisa menjadi semakin menarik perhatian bagi para calon pelanggan Anda.
4. Jadilah seorang ahli yang professional.
Menjadi seorang ahli akan dapat menurunkan kekuatan dari para kompetitor Anda secara lebih signifikan. Jika Anda memang memiliki wawasan yang cukup luas untuk bisnis yang saat ini Anda miliki, Anda akan dapat menjadikan wawasan tersebut untuk menjaring pelanggan-pelanggan baru. Caranya adalah dengan mengadakan seminar yang mana Anda sebagai salah satu sosok narasumbernya. Hal lain yang masih bisa Anda dapatkan ketika Anda terlihat sudah sangat ahli dalam bidang bisnis Anda tersebut, seminar yang nanti akan Anda lakukan akan semakin meningkatkan kepercayaan dari sebuah prospek dan semakin meningkatkan eksposur perusahaan Anda.
5. Menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak yang seringkali membantu bisnis Anda.
Jika Anda ingin lebih meningkatkan penjualan, maka Anda bisa menjaga hubungan baik dengan para pihak yang sudah lama mendukung pertumbuhan dari bisnis Anda seperti halnya para supplier maupun dari pihak reseller. Anda akan dapat berterima kasih kepada mereka dengan cara memberikan penawaran khusus atau berupa rewards. Jika Anda seringkali mengayomi mereka, maka mereka juga akan terus mengayomi Anda.
6. Tetap jeli dalam melihat sebuah peluang.
Sebuah kegagalan yang seringkali terjadi ketika Anda sudah berhenti dalam hal melakukan apapun termasuk juga dalam berbisnis. Kemunduruan diri sendiri adalah salah satu “jebakan” yang harus bisa Anda lawan. Untuk melawan rasa kemunduran diri tersebut, maka Anda harus bisa melihat sebuah peluang yang nyata di depan Anda serta harus tetap berada pada visi dan misi perusahaan.
7. Membawa pelanggan agar bisa kembali kepada Anda.
Buatlah sesuatu yang akan dapat merubah website Anda. Kebanyakan dari online shop talah mengabaikan kejenuhan dari para pelanggan-pelanggannya dan tidak memperhatikan teknologi terbaru dalam dunia website yang sesungguhnya. Kejadian seperti inipun malah menjadikan website Anda akan semakin sepi dan penjualanpun akan mangalami masa penurunan. Jika Anda ingin membawa kembali pelanggan Anda, maka segera lakukan perubahan pada website Anda, serta menghubungi kembali pelanggan-pelanggan Anda tersebut. Dari sinilah, Anda akan dapat memanfaatkan media CRM ini untuk membawa kembali pelanggan-pelanggan Anda yang sebelumnya telah pergi.
8. Kartu bisnis untuk Anda dan karyawan Anda.
Hal semacam ini mungkin saja dipandang sebagai salah satu cara lama yang masih bisa diterapkan. Mengapa masih membutuhkan kartu bisnis? Karena kartu bisnis juga seringkali menjadi salah satu alat yang menjadi penghubung antara Anda dengan prospek Anda. Dan untuk hal semacam itu, buatlah kartu bisnis untuk Anda maupun karyawan Anda. Berikan kartu bisnis yang Anda miliki kepada pelanggan potensial Anda, meskipun tidak terlalu berminat dengan produk Anda untuk saat ini.
9. Memprediksikan bisnis Anda.
Setelah Anda menjalankan sebuah bisnis, setidaknya selama dua tahun. Anda pastinya akan bisa menilai tentang apa saja yang sudah terjadi dalam dua tahun tersebut. Kumpulkan semua data-data penjualan maupun data-data pelanggan Anda untuk memprediksikan tentang bagaimana penjualan Anda untuk tahun depan. Namun, meskipun sudah memprediksikan bisnis, Anda juga jangan terlalu banyak berharap bahwa prediksi Anda tersebut akan benar-benar bisa akurat 100%.
10. Mengkategorikan para pelanggan.
Jika Anda ingin bisa lebih meningkatkan penjualan-penjualan dari bisnis online, maka Anda juga harus bisa membedakan setiap masing-masing pelanggan Anda berdasarkan kategori-kategori tertentu. Mana pelanggan yang hanya sekedar bertanya-tanya saja, akan tetapi membeli sedikit, dan mana diantara pelanggan yang senang bertanya namun tetap membeli dalam jumlah yang sangat banyak, mana yang suka meng order namun juga tidak kunjung transfer-transfer dan lain sebagainya.
Hal seperti ini sangat perlu untuk dilakukan dengan tujuan untuk melihat dan menentukan mana pelanggan prioritas yang tepat untuk prospek bisnis Anda nantinya. Jika Anda merasa untuk cara manual tidak efektif atau malah terlalu banyak menghabiskan waktu, maka Anda dapat mengimplementasikan CRM ini untuk mengkategorikan pelanggan-pelanggan Anda tersebut.
Jadi sebenarnya, cara mana yang sudah pernah Anda terapkan sebelumnya? Bagaimana hasil dari penerapan tips-tips diatas? Silakan Anda memprediksikannya sendiri. Jika Anda tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketing solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.
Anda tentunya sudah sangat mengenal dan memahami tentang bagaimana dunia content marketing yang semakin lama sudah semakin berkembang pesat akhir-akhir ini. Meskipun bukan lagi termasuk sebagai hal yang baru, namun pada praktek sesungguhnyanya, berbagai jenis taktik dan strategi yang banyak digunakan oleh para marketer dalam membuat konten dan melakukan distribusinya yang selalu diperbaiki dan diperbaharui. Pada saat Anda sudah memutuskan untuk menggunakan content marketing sebagai salah satu dari beberapa alat marketing Anda, maka Anda sangat perlu untuk memastikan adanya pemaksimalan investasi yang sudah Anda lakukan demi membuat content marketing Anda mampu memberikan hasil seperti apa yang diinginkan.
Berikut ini merupakan beberapa cara dari praktisi content marketing yang bisa coba Anda lakukan.
1. Selalu ingatlah tentang siapa itu audiens dan persona dari para audiens Anda.
Program content marketing yang telah sukses akan selalu berangkat dari seberapa tinggi tingkat pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap para audiens Anda. Hal pertama yang setidaknya harus Anda pastikan adalah bahwa Anda harus memahami terlebih dahulu tentang siapa dan seperti apa kecenderungan dari para audiens Anda tersebut. Dengan demikian, maka sejak dari awal Anda sudah menangkap perhatian dari para audiens Anda. Untuk melakukannya, Anda terlebih dahulu harus memiliki kisah yang bagus dan menarik, serta relevan. Sediakan apa saja yang ingin dibaca dan dilihat oleh para audiens Anda.
2. Tentukan strategi yang paling tepat dalam menyampaikan dan memastikan konten Anda bisa diterima oleh para audiens dan massa dengan tepat.
Kapanpun Anda merencanakan konten yang nanti akan diterbitkan, pastikan juga di mana Anda akan mendistribusikannya. Di mana konten tersebut akan ditemukan dan akan diakses oleh orang-orang yang membutuhkannya, dan bagaimana para audiens Anda tersebut dapat tertarik untuk membacanya? Berbagai macam platform distribusi yang sudah tersedia di zaman serba digital seperti ini sudah mulai bermultiplikasi. Sebagai seorang marketers, platform distribusi seperti ini harus benar-benar Anda pertimbangkan dengan baik. Cara yang paling tepat untuk mengawalinya adalah jalan dengan melakukan riset dan pengecekan data tentang dari mana asal trafik terbesar yang sudah diterima oleh bisnis Anda tersebut serta melalui medium seperti apa saja bagi mereka untuk mengaksesnya, dari sanalah, maka Anda akan dapat memilih dan memfilter channel apapun yang diperlukan.
3. Jangan membangun sesuatu yang sifatnya tidak bisa permanen.
Untuk memastikan tentang dasar dari tempat Anda membangun sebuah konten Anda merupakan “tanah” yang lebih solid, Anda juga perlu untuk memastikan tentang berbagai channel yang lebih tepat untuk melakukan distribusi dan tidak hanya menjadi sekedar tempat postingan saja. Anda perlu untuk mengetahui tentang sampai sejauh mana Anda bisa melakukan scale up dengan cara mengambil paket berbayar yang nanti akan memberikan keuntungan dan mencapai audiens yang dibutuhkan oleh bisnis Anda. Cara seperti ini juga akan dapat menjadi gerbang pembangunan database calon customer bagi bisnis Anda untuk kedepannya. Pelajari terlebih dahulu tentang bagaimana kecenderungan dari para customer Anda di masa lalu dan mulailah dari sana.
4. Strategi marketing yang tanpa adanya tenaga sales hanya akan menambah pengeluaran Anda.
Content marketer yang seringkali dianggap memiliki praktek yang berbeda-beda dari marketer pada umumnya. Namun, pada dasarnya, tanpa adanya interaksi antara seorang content marketer dengan orang-orang yang berada di sekitarnya, tidak akan ada wawasan baru untuk mengembangkan konten yang memang sagat diperlukan oleh audiens Anda. Mulailah untuk berbicara dan berdiskusi dengan orang-orang di dalam tim Anda, seperti halnya tim sales, tim insinyur serta tim layanan customer lain untuk mendapatkan informasi dan data-data yang dibutuhkan tentang meracik konten yang benar-benar sesuai.
5. Sesuaikan antara konten yang sudah Anda produksikan dan dari targetkan secara berbeda-beda dalam setiap fase perjalanan pembelian oleh customer Anda.
Jika Anda memproduksi terlalu banyak konten untuk setiap fasenya dalam tahapan pembelian yang dilalui oleh para customer Anda, Anda akan menemukan betapa terbatasnya hasil yang selama ini sudah Anda peroleh dibandingkan dengan merancang beberapa konten yang memang disengaja untuk setiap fasenya. Kehidupan dan tata cara orang menangkap dan memproses berbagai informasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dengan cara mengenal secara lebih baik tentang bagaimana untuk setiap fasenya dapat terhubung antara satu dengan yang lainnya, Anda bisa memikirkan sendiri bagaimana strategi yang paling tepat untuk menangkap perhatian lebih banyak customer Anda sekaligus hanya dari konten yang jumlahnya sangat terbatas. Pastikan bahwa konten Anda tersebut menjadi tepat sasaran.
Jangan sampai investasi terbesar yang telah Anda curahkan untuk content marketing malah mengalami kemunduran dari target yang sudah Anda tetapkan. Jika Anda tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketing solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.