Digital Marketing

MENGUBAH KONTEN MENJADI TRAFFIC

Apa yang Anda lakukan saat mengakses internet? Membaca e-mail? Mencari informasi? Bermain media sosial? Menonton video?
Semua kegiatan yang Anda lakukan dengan internet sebenarnya adalah mengakses konten.

Konten dibuat untuk menarik perhatian seseorang terhadap suatu hal. Orang yang tertarik karena mengonsumsi konten tersebutlah yang disebut traffic. Konten yang dibuat harus sesuai dengan bisnis yang digeluti sehingga akan menarik orang-orang yang memiliki kebutuhan sesuai dengan apa yang ditawarkan dalam bisnis. Jangan merendahkan konten yang Anda buat karena kontenlah yang menjadi inti perna saran secara digital.

Terdapat empat jenis konten yang dapat dibuat secara digital, yaitu teks, gambar, audio, dan video. Yang menariknya, semua bisnis cenderung memiliki dasar yang sama. Artinya, perusahaan besar maupun perusahaan kecil memiliki “dasar” yang sama dalam proses pembuatan konten. Misalnya, gambar berukuran kotak. Namun, apa yang diisi dalam gambar tersebut bisa memberikan dampak yang signifikan untuk bisnis.
Sering kali kita mendapatkan gambar-gambar yang berasal dari perusahaan kecil yang dibagikan secara masif melalui internet. Namun, tidak jarang kita menemukan gambar yang kita buat hanya berakhir di grup karyawan perusahaan.

Saat membuat konten, Anda harus memperhatikan secara lebih detail tentang konten seperti apa yang ingin Anda sajikan kepada pengguna atau target bisnis Anda. Ada tiga hal penting yang wajib Anda perhatikan saat ingin membuat konten. Apabila Anda tidak bisa menjawab ketiga hal ini, jangan dulu membuat konten apa pun di internet karena bisa dipastikan Anda beserta tim hanya akan membuang waktu dan tenaga.

VALUE
Hal pertama yang perlu Anda tetapkan adalah value atau nilai dari konten yang dibuat. Apa yang ingin Anda berikan kepada pengunjung website atau property online?
Apa tujuan Anda membuat konten?
Value sebuah konten dikatakan baik bila sesuai dengan nilai perusahaan serta sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

WHAT IS IT FOR ME (WIIFM)
Setiap orang pasti punya sikap egois. Mereka hanya maumelakukan sesuatu apabila menguntungkan. Hal yang sama terjadi saat mereka melihat konten. Setiap konten haru menjawab pertanyaan penting dari pengunjung website atau properti online. Umumnya, pertanyaan yang dilontarkan adalah “Apa untungnya untuk saya?”.

Konten yang baik akan menarik perhatian mereka. Karena itu, sebagai pembuat konten, harus bisa memaparkan keuntungan yang bisa didapatkan pelanggan dengan mengonsumsi produk Anda. Banyak jenis konten lain yang bisa Anda buat. Mulailah dengan menerapkan tiga jenis konten yang paling menarik perhatian calon pelanggan, yaitu how-to, menjelaskan (explainer), dan hiburan (entertainment).

MEDIA YANG TEPAT
Setelah rencana konten sudah disiapkan, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah memilih jenis media yang tepat. Banyak pelaku bisnis yang keliru memilih bentuk media untuk konten mereka. Kontak yang dianggap baik dan menarik biasanya berupa gambar atau video.
Untuk menentukan media yang tepat. Anda perlu menjawab dua pertanyaan sebelumnya di subbab Value dan “What Is It For Me (WIIFM)”, ditambah dengan “Bagaimana mereka akan melihat atau mendengar konten yang akan dibuat?”

Pertanyaan ini memang sulit dijawab dan butuh peng- alaman untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Bila memungkinkan, Anda bisa membuat konten dalam semua bentuk sehingga akan terlihat respons pengunjung website atau properti online terhadap masing-masing jenis konten yang dibuat. Tentunya, hal ini akan dapat memudahkan Anda pada kemudian hari.

Jangan membuat konten “sampah” yang tidak memiliki value. Ini termasuk konten yang tidak sesuai dengan bisnis yang dipasarkan. Selain itu, hindari membuat konten yang tidak berhubungan dengan bisnis Anda. Setelah Anda membuat konten, sekarang Anda perlu mendistribusikan konten yang Anda buat. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

6 CARA MENINGKATKAN SEO WEBSITE

SEO adalah permainan jangka panjang.
Tapi Anda bisa meningkatkan SEO Anda, untuk mempersingkat kesuksesan SEO Anda. Ada banyak cara untuk dapat meningkatkan SEO. Dalam artikel ini akan kami sampaikan beberapa cara tanpa mengharuskan Anda membuat konten baru.

  1. Tingkatkan CTR halaman peringkat teratas Anda
    Rasio klik pada tautan Anda melalui Google dikenal sebagai click-through rate (CTR). Salah satu faktor utama yang mempengaruhi CTR adalah tag judul Anda.
    Masuk akal—lagipula, tujuan tag judul adalah menarik pencari untuk mengeklik ke halaman.
    Jadi, jika Anda dapat membuat tag judul yang menarik yang memaksa pencari untuk memilih halaman Anda, Anda telah melakukan pekerjaan Anda.
    Gunakan tips ini untuk meningkatkan tag judul Anda dan membuatnya lebih menarik:
    • Tambahkan kata-kata yang kuat– Kata-kata yang kuat seperti patut diperhatikan, luar biasa, dll., memanfaatkan emosi orang dan, oleh karena itu, membuat judul Anda lebih menarik. Perhatian: terlalu banyak kata yang kuat akan membuat judul Anda tidak efektif. Jadi pilih yang paling relevan.
    • Tambahkan tanda kurung– Kurung membantu memecah judul Anda dan meningkatkan keterbacaan.
    • Gunakan rasa ingin tahu– Pikat seseorang untuk memuaskan keingintahuan mereka dengan mengklik dan membaca konten Anda. Tapi jangan berlebihan dan selami clickbait.
  2. Segarkan konten dengan lalu lintas yang berkurang
    Menyegarkan konten adalah bagian inti dari strategi konten kami. Kami secara teratur memperbarui atau menulis ulang konten yang tidak memberi peringkat atau mengirimkan lalu lintas pencarian apa pun kepada kami.
  3. Tingkatkan halaman penting dengan tautan internal
    Tautan internal adalah tautan dari satu halaman di domain yang sama ke halaman lain. Ketika digunakan secara strategis, mereka dapat membantu meningkatkan kinerja halaman di mesin pencari.
    Mengapa? Karena Mereka membantu aliran Peringkat halaman di sekitar situs Anda.
  4. Perbaiki backlink rusak yang datang ke situs Anda
    Broken backlink adalah inbound link yang rusak dari website lain. Ini biasanya terjadi karena:
    • Anda menghapus atau memindahkan halaman yang memiliki tautan balik.
    • Situs penautan membuat kesalahan saat menautkan ke Anda.
    Ini tidak ideal.Jika Anda memiliki halaman yang rusak yang ditautkan ke banyak situs, Anda tidak hanya kehilangan lalu lintas rujukan potensial, tetapi Anda juga kehilangan “ekuitas tautan” dari tautan tersebut.
  5. Replikasi backlink dari halaman usang dan berkualitas rendah
    Pernah mencari sesuatu di Google, mengeklik hasil, dan menemukan konten usang yang buruk yang tidak menjawab pertanyaan Anda?
    Ini membuat frustrasi sebagai pencari, tetapi ini adalah peluang untuk SEO.
    Jika halaman berkualitas buruk ini bisa mendapatkan banyak tautan dan peringkat berkualitas tinggi di Google, Anda juga bisa. Anda hanya perlu memiliki sesuatu yang lebih baik dan kemudian membuat orang-orang yang menautkan ke konten berkualitas rendah ini untuk menautkan ke Anda.
  6. Sertakan bagian FAQ
    Orang secara alami memiliki banyak pertanyaan ketika mereka mulai meneliti suatu topik. Meskipun Anda mungkin telah menjawab beberapa di antaranya dalam artikel Anda, Anda mungkin juga melewatkan banyak di antaranya.
    Dengan tidak menjawab semua pertanyaan ini di postingan Anda, Anda mungkin kehilangan traffic long-tail. Masalahnya adalah Anda tidak ingin memasukkan pertanyaan-pertanyaan ini secara tidak wajar dalam konten Anda dan mengganggu alurnya.
    Solusi untuk ini adalah menambahkan bagian FAQ di akhir artikel Anda.

Akhir Kata
Taktik ini berpotensi meningkatkan peringkat Anda di mesin pencari. Tapi jangan berharap peringkat Anda melonjak dalam semalam.
Penelitian kami menunjukkan bahwa hanya 5,7% dari semua halaman yang baru diterbitkan mencapai halaman pertama Google dalam setahun. Itu tidak mengherankan. SEO adalah permainan jangka panjang.
Jadi, meskipun masuk akal untuk menerapkan taktik ini, mereka bukanlah pengganti strategi SEO jangka panjang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

MANA DULU, SELLING ATAU BRANDING?

Dalam keseharian kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Selling dan Branding. Masih banyak orang menyamaratakan antara selling dan branding.

Tujuan utama dari sebuah bisnis tentu adalah mendapatkan profit agar dapat berkembang dan survive. Untuk dapat mencapai kedua hal tersebut, diperlukan strategi marketing yang baik dan tepat sasaran sehingga sales goals tercapai. Namun tidak dapat dipungkiri juga, branding adalah titik utama yang tidak boleh luput setelah marketing.

Namun, yang masih jadi perbincangan, mana yang lebih penting antara Selling vs Branding?
• Selling: Tujuan dari aktivitas selling adalah omzet atau berapa unit yang terjual, sehingga konten dan hal-hal yang dilakukan pada aktivitas itu harus membuat orang mau membeli
• Branding: aktivitas dalam branding bertujuan untuk memberikan Jati Diri Konsumen terhadap brand kita.

Selling Tanpa Branding?
Dahulu kegiatan marketing yang sering dilakukan adalah beriklan biasa dilakukan di berbagai media konvensional baik dari televisi, selebaran, radio, billboard, koran ataupun dengan cara ditempelkan di badan badan truk atau transportasi lainnya.

Kini kegiatan beriklan tidak hanya bisa dilakukan dengan cara offline tapi juga online atau digital. Namun strategi-lah yang akan membedakan jenis iklan. Anda tentu sadar jika mayoritas iklan yang Anda lihat adalah tentang selling, dan hanya sedikit yang menyertakan branding.

Namun, kegiatan usaha yang hanya menitikberatkan pada selling tanpa branding akan mampu dengan cepat tergantikan oleh kompetitor lain. Selling yang berkelanjutan butuh strategi untuk mendapatkan kepercayaan individu salah satu strategi yang paling berdampak yakni melakukan branding pada produk.

Branding Adalah Tentang Pendekatan Ke Pelanggan
Konsumen yang telah percaya pada suatu brand tertentu tentu tidak akan mudah percaya dengan produk lain apalagi yang masih baru atau hal yang mudah viral seperti akhir akhir ini meskipun harga yang ditawarkan jauh lebih rendah. Tujuan marketing sendiri tidak lain adalah untuk mengenalkan brand suatu produk sehingga masyarakat mampu mengetahui, mengenali, memilih, menerima bahkan menjadi pembeli yang loyal. Ibarat peribahasa “tak kenal maka tak sayang”, branding bisa juga diartikan sebagai proses PDKT kepada calon konsumen.

Branding Menciptakan Value Bagi Pelanggan
Jika diperhatikan, ada sebuah kebiasaan di mana konsumen merasa bangga karena telah menggunakan brand tertentu. Mengapa demikian? Karena brand mampu menggambarkan/mengukur/ mencerminkan/memberikan nilai kelas sosial individu atau gaya hidup seseorang contohnya saja penggunaan Lamborghini, iPhone atau Harley Davidson.

Baca juga: Influencer Marketing: Tingkatkan Brand Bisnis Anda Sekarang!

Hanya dengan melihat seseorang menggunakan brand terkenal maka kita bisa langsung menyimpulkan status sosial pengguna barang brand tersebut. Sehingga produk yang telah memiliki brand di hati masyarakat tentunya sudah memiliki segmentasi pasar tertentu.

Brand dengan segmentasi pasar yang sudah jelas akan dengan mudah melakukan selling bahkan memperbesar sales conversion, tidak jarang konsumen rela melakukan pre-order jauh sebelum produk tersebut benar benar rilis.
Kekuatan branding memang tidak perlu diragukan lagi, tidak semua produk yang dipasarkan memiliki brand namun hal inilah yang menjadi tantangan dan harus terus perlu dipelajari sehingga konsumen bisa dengan yakin dan menjadi konsumen loyal.

Semoga Artikel ini bermanfaat. Dan jika Anda membutuhkan informasi lebih detil perihal Selling dan Branding atau Anda tengah membutuhkan konsultan profesional untuk membantu Anda, Kami siap membantu. SIlahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 0812-5298-2900.

PERAN MARKETING ANALYTICS DI DUNIA DIGITAL MARKETING

Dalam dekade terakhir, pemasaran digital telah menjadi komponen penting dalam keseluruhan strategi pemasaran organisasi. Ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan pesan untuk menjangkau audiens tertentu, sehingga memungkinkan untuk memasarkan langsung ke orang-orang yang mungkin tertarik dengan produk mereka.

Pemasaran digital mencakup berbagai taktik dan teknologi pemasaran yang digunakan untuk menjangkau konsumen secara online. Sebagai bentuk pemasaran online, memungkinkan organisasi untuk membangun identitas merek dan telah merevolusi industri pemasaran.

Salah satu keuntungan utama pemasaran digital adalah sangat dapat dilacak dan diukur. Dulu, satu-satunya bagian pemasaran yang dapat dilacak adalah kupon dan penawaran surat langsung serupa.

Jika pelanggan menggunakan kupon, Anda tahu bahwa pesannya beresonansi. Saat ini, analitik memungkinkan pemasar melacak perilaku pengguna pada tingkat yang sangat terperinci: berapa kali mereka mengklik tautan, berapa banyak waktu yang mereka habiskan di halaman web, seberapa sering mereka membuka email, dan banyak lagi.

Tetapi sejumlah besar informasi yang tersedia tentang kinerja pemasaran digital dapat terasa seperti minum dari selang kebakaran, dan pemasar harus dapat benar-benar memahami apa arti data tersebut dan bagaimana mereka harus menginformasikan strategi.

Hal ini tidak hanya memungkinkan pemasar untuk mempelajari apa yang berhasil dengan konsumen dan mengadaptasi pesan pemasaran mereka ke depan, tetapi juga berarti mereka dapat menunjukkan nilai mereka kepada perusahaan.

Memahami semua data ini dan menggunakannya untuk membuat keputusan strategis adalah bagian penting dari pekerjaan pemasar digital, dan yang membedakan mereka dari rekan tradisional mereka.

Ada banyak alat yang tersedia untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran digital, dan banyak pemasar akan menggunakan beberapa kombinasi dari alat ini, bergantung pada kebutuhan dan audiens mereka.

Salah satu alat yang paling sering digunakan untuk analitik pemasaran adalah Google Analytics, yang dapat disesuaikan hampir tanpa batas untuk mengukur kinerja situs Anda, kata kunci mana yang membawa pengguna ke situs Anda, bagaimana pengguna menjelajahi situs web Anda, dan banyak lagi.

Baca juga: Pelajari Konten Marketing untuk Bisnis bisa Naik Kelas

Memiliki analitik yang baik dan akurat serta pengetahuan untuk menafsirkannya dapat membantu pemasar “gagal dengan cepat”, dengan cepat memotong kampanye yang tidak berfungsi dan membuat kampanye yang lebih baik berdasarkan konsep yang memiliki rekam jejak keberhasilan yang terbukti.

Seiring waktu, Anda tidak hanya akan menggunakan analitik untuk mengukur kampanye Anda – analitik juga akan menginformasikan dan meningkatkan kampanye Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

METRIK YANG HARUS DIPAHAMI SETIAP PEMASAR DIGITAL

Ini seharusnya tidak mengejutkan siapa pun yang membaca ini, tetapi data sangat penting. Tanpa analitik, situs web atau konten tidak dapat dioptimalkan secara maksimal. Dengan logika itu, setiap pemasar digital yang berharga harus memahami setidaknya beberapa metrik yang sangat mendasar untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa.

Metrik pemasaran tidak hanya memungkinkan para profesional dan perusahaan untuk meningkatkan konten dan kinerja mereka saat ini berdasarkan data keras, tetapi juga memberikan informasi yang diperlukan untuk menetapkan KPI dan tujuan yang realistis.

Sekarang, langsung saja, mari kita perjelas satu hal: setiap pemasar berbeda. Apa yang dianggap penting oleh pemasar dalam hal mengukur kinerja bervariasi dari orang ke orang. Terlepas dari metrik mana yang Anda anggap paling penting, berikut ini – paling tidak – dasar-dasar yang akan memberikan informasi yang diperlukan untuk mengubah tebakan menjadi pengambilan keputusan yang cerdas.

  1. Sumber dan Media. Lalu lintasnya dari mana? Sumber akan menjawabnya. Ini akan memberi tahu Anda dengan tepat dari mana lalu lintas Anda berasal. Sedang, di sisi lain, akan mengungkapkan caranya. Apakah lalu lintas organik? Apakah itu berasal dari iklan CPC? Jika Anda memahami dari mana lalu lintas berasal dan bagaimana lalu lintas itu masuk, Anda dapat mengembangkan strategi untuk meningkatkan upaya dengan saluran yang paling efektif.
  2. Durasi Sesi. Yang ini bisa jadi rumit karena alat seperti Google Analytics membutuhkan data yang cukup banyak sebelum mereka dapat menawarkan perkiraan yang tepat, tetapi durasi sesi, secara teori, akan mengungkapkan berapa lama orang bertahan di halaman tertentu. Metrik pemasaran ini – bersama dengan rasio pentalan – dapat memberikan gambaran yang akurat tentang tingkat minat dan keterlibatan yang dihasilkan oleh konten tertentu.
  3. Tingkat Pentalan. Ini adalah salah satu metrik pemasaran paling menakutkan di luar sana, bukan? Ini adalah salah satu bagian utama dari data yang menyapa Anda setiap kali Anda mengakses dasbor Google Analytics Anda. Itu ada di sana, menatap Anda, menilai Anda, membuat Anda gugup dengan segala potensi kegagalan atau kesuksesannya.
    Tingkat pentalan menunjukkan persentase pengguna yang mengunjungi halaman dan kemudian pergi tanpa interaksi lebih lanjut dengan situs web Anda. Meskipun tingkat bouncing yang tinggi bisa menjadi tanda bahaya, itu sama sekali bukan indikasi ada yang salah dengan konten Anda. Gagasan di balik sebagian besar halaman arahan adalah bahwa, begitu seseorang mencapainya, dia akan cenderung untuk tetap menavigasi sisa konten yang tersedia dan, mungkin, mencapai satu atau dua penawaran yang akan mengubah mereka menjadi pelanggan. Jika itu tidak terjadi maka mungkin yang Anda butuhkan hanyalah beberapa perubahan kecil pada desain atau kata-kata untuk mengubahnya (sering disebut Pengoptimalan Tingkat Konversi).
    Rasio pentalan berguna karena menarik perhatian Anda ke halaman yang mungkin perlu dievaluasi. Pemasar digital mana pun yang serius ingin menghasilkan lalu lintas dan mengonversi prospek harus memahami metrik ini.
  4. Rasio Klik-Tayang. Metrik pemasaran ini adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering orang yang melihat iklan Anda atau bahkan situs web Anda sebagai hasil pencarian benar-benar mengklik untuk berkunjung. Sementara Google hanya mengisyaratkan tentang pentingnya metrik khusus ini dalam hal peringkat, ada cukup penelitian di luar sana untuk menentukan kemungkinan besar memainkan peran penting.
    Itu dihitung dengan membagi jumlah klik dengan jumlah tayangan. Dengan iklan, informasi ini lebih mudah tersedia, tetapi untuk lalu lintas organik, sebaiknya Anda berkenalan dengan Google Search Console.
  5. Tingkat Konversi. Anda mendapatkan kunjungan, tetapi apakah mereka berkonversi? Berapa banyak yang mengkonversi? Metrik pemasaran khusus ini mengungkapkan rasio antara kunjungan Anda dan konversi yang sebenarnya. Konversi, tentu saja, adalah titik di mana penerima pesan pemasaran atau pengunjung situs web Anda melakukan tindakan yang diinginkan. Misalnya, jika tujuan laman landas Anda adalah membuat pengunjung mendaftar untuk nawala dan dia melakukannya, selamat – Anda telah mencapai konversi prospek.
    Saat Anda membagi jumlah konversi dengan jumlah kunjungan yang didapatkan halaman, Anda akan mendapatkan tingkat konversi. Yang tinggi berarti Anda melakukannya dengan baik. Yang rendah berarti halaman atau kampanye pemasaran mungkin memerlukan perhatian.

Kesimpulan
Dalam hal metrik pemasaran, hal penting yang harus diingat adalah bahwa data keras memiliki banyak interpretasi. Menjadi mahir dalam menafsirkan angka-angka itu dengan cara yang benar akan membuka jalur baru menuju pengoptimalan. Ini akan memastikan bahwa upaya pemasaran Anda tidak hanya berhasil, tetapi jauh lebih unggul dari pesaing Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Kami membuka layanan konsultasi bisnis, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.