Uncategorized

BEBERAPA JENIS PLUGINS DARI WORDPRESS YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN KELANCARAN STRATEGI MARKETING ONLINE BISNIS ANDA

Untuk saat ini WordPress lebih banyak digunakan sebagai salah satu platform terpenting yang memiliki pengguna terbesar di seluruh dunia. Mungkin saja, Anda juga adalah termasuk dari salah satu orang yang memiliki website dengan platform WordPress. Dan dalam WordPress ini terdapat yang namanya plugin dan sudah bukan lagi dianggap sebagai hal yang asing, plugin sendiri adalah berupa tools yang lebih banyak digunakan untuk membantu dalam mempermudah dalam mengatur website milik anda.

Best-WordPress-PluginsPlugin ini juga bisa semakin meningkatkan user experience pada website dimana fungsinya adalah agar bisa lebih mempermudah para pelanggan ketika mereka akan menggunjungi website Anda tersebut. Penggunaan Plugin pada WordPress tersebut juga tidak hanya sekedar digunakan sebagai sebuah tools biasa saja, namun bisa juga Anda gunakan agar strategi marketing online tersebut bisa menjadi lebih mudah lagi. Lalu sebenarnya apa saja yang menjadi plugin bagus untuk dalam meningkatkan bisnis online kita?

Berikut ini praktisi content marketing sedikit berbagai tentang jenis-jenis plugin apa saja yang ada di WordPress yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan bisnis online Anda:

1. MonsterInsights.

Bagaimana Anda akan melihat strategi marketing online yang Anda lakukan tersebut apakah sudah berhasil atau tidak? Pastinya, harus ada sebuah indicator-indikator keberhasilan atau sebuah data-data yang bertujuan untuk menampilkan apakah strategi yang Anda lakukan sudah berjalan dengan lancar atau tidak. WordPress menyediakan plugin bernama MonsterInsights, yang berfungsi untuk melacak traffic pada sebuah website. Informasi yang sudah dikumpulkan oleh MonsterInsights ini akan sangat membantu Anda untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan dari strategi pemasaran online yang sudah dilakukan. Bahkan, bukan hanya itu saja data-data tersebut bisa menjadi sebuah patokan bagi Anda untuk membuat strategi yang selanjutnya.  Karena, dalam data tersebut bisa memberikan data yang lebih bagus tentang target dari para audience Anda.

Untuk saat ini, sudah lebih dari 1 juta pemasang aktif yang sudah menggunakan plugin tersebut. MonsterInsights ini juga sangat membantu sebagai alat untuk analisa yang bagus karena bisa membuat integrasi WordPress dengan Google Analytic, sehingga akan menjadi lebih mudah. Jadi, dengan cara meggunakan MonsterInsights ini akan menjadi lebih mudah bagi Anda untuk melihat strategi marketing online Anda apakah sudah berhasil atau tidak.

2. Yoast SEO.

Plugin pertama yang masih bisa Anda gunakan untuk strategi marketing online yang telah disediakan oleh WordPress, yaitu Yoast SEO. Tujuan utama dari kebanyakan website adalah agar orang-orang dapat mengenal website mereka dan bisa juga untuk berjualan. Namun, bagaimana caranya agar mereka bisa berjualan atau orang-orang agar bisa lebih mengenal mereka? Caranya, adalah dengan menarik lebih banyak pengunjung ke website Anda agar bisa menghasilkan traffic seperti apa yang diinginkan. Bagaimana caranya agar bisa mengahasilkan traffic? Salah satunya adalah dengan menggunakan strategi SEO (Search Engine Optimization).

Terdapat banyak sekali strategi yang masih bisa dilakukan dengan cara penggunaan SEO ini, bahkan Google pun masih memiliki beberapa algoritma yang harus diikuti oleh praktisi marketing online dalam menjalankan SEO. Yoast SEO yang bisa membantu untuk pengerjaan SEO secara on-page yang menjadi lebih mudah. Yoast SEO yang bisa membantu agar bisa lebih fokus terhadap konten yang lebih baik dengan cara menggunakan SEO yang sudah teroptimasi.
Plugin seperti ini bisa sangat membantu Anda untuk bagaimana dalam membuat konten yang lebih bagus, sehingga akan bisa semakin meningkatkan rangking dihalaman pencarian.

Yoast SEO secara lebih spesifik akan mendata apa saja yang masih bisa Anda perbaiki dan tentang apa saja yang sudah bagus pada konten dan tidak perlu diperbaiki. Plugin ini akan meminta sebuah kata kunci atau berupa keyword apa saja yang ingin Anda targetkan, selanjut itu adalah image alt, heading dan description dan seluruh post juga akan bisa diperiksa. Bahkan, Anda juga akan diberitahu tentang bagaimana caranya untuk mengatur text dan image dari post untuk lebih meningkatkan usability maupun visability yang terdapat di search engine.

3. Google XML Sitemaps.

Selain dengan menggunakan SEO agar dapat semakin meningkatkan pengunjung ke website Anda, Anda juga tetap membutuhkan Google yang lebih cepat dalam mengindeks setiap halaman yang sudah dibuat agar bisa ditempatkan pada rangking halaman pencariannya. Maka, search engine seperti Google seperti ini membutuhkan sebuah sitemap dari website Anda. Sebelumnya, yang perlu untuk Anda ketahui terlebih dahulu adalah bahwa sitemap merupakan suatu file untuk panduan yang lebih berguna untuk membantu mesin pencarian tersebut dalam mengakses ataupun mengindeks situs dengan benar.

Plugin yang paling Anda butuhkan untuk permasalahan tersebut di WordPress agar strategi marketing online Anda dapat berjalan lancar adalah dengan mengunakan Plugin Google XML Sitemaps. Plugin ini akan sangat membantu Anda dalam membuat sitemap yang lebih dinamis dari situs WordPress yang sama dengan Bing, Yahoo dan Google. Dan nantinya, plugin lah yang akan memberitahu mesin pencarian jika terdapat adanya perubahan pada website Anda tersebut.

4. Jetpack.

Sebenarnya terdapat ribuan plugin yang masih tersedia dan bisa Anda gunakan, namun pastinya tidak semua plugin tersebut harus Anda gunakan semua. Memang, memiliki banyak plugin di website ada baiknya juga, namun yang harus tetap Anda ingat adalah bahwa jika menambahkan plugin terlalu banyak dan sampai melebihi kapasitas dari website, maka website Anda tersebut akan menjadi semakin lambat. Dan akibat buruknya adalah pengunjung Anda akan menjadi semakin kecewa ketika mereka mengunjungi website Anda.

Jangan terlalu khawatir, karena WordPress sendiri telah menyediakan plugin Jetpack yang didalamnya sudah menyediakan beberapa jenis fitur untuk membantu Anda. Bahkan Jetpack ini merupakan suatu plugin yang wajib Anda gunakan, karena seperti yang sudah dibahasi di atas bahwa memiliki beberapa fitur ini bisa digunakan untuk melacak para pengunjung untuk lebih meningkatkan social share. Dan,menariknya lagi adalah semua fitur yang Anda dapatkan tersebut gratis untuk menjalankan startegi marketing online Anda.

Dan untuk kedepannya lagi, Anda juga bisa berkesempatan untuk menambahkan fitur tambahan yang lebih banyak lagi seperti apapun yang Anda inginkan, misalnya perlindungan untuk spam SEO tools, backup harian dan masih banyak lagi yang lainnya untuk semakin mempermudah dalam hal melakukan strategi marketing online Anda. Demikianlah sedikit penjelasan tentang beberapa jenis plugin yang bisa Anda gunakan untuk kelancaran dari strategi marketing online Anda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Selamat mencoba dan semoga sukses.

 

 

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

JENIS-JENIS CONTENT MARKETING YANG TERMASUK KE DALAM B2B

Sampai saat ini dunia digital telah mengalami banyak sekali perubahan dan perkembangan yang begitu cepat dan hal-hal seperti ini juga sangat berdampak besar pada terjadinya perubahan (evolusi) dalam bidang pemasaran, terutamanya adalah dalam bidang B2B. Content marketing yang telah menjadi salah satu pusat perhatian terbesar bagi banyak orang sebagai satu elemen kunci yang cukup membantu para pemasar dalam menarik perhatian dan terutamanya adalah perhatian dari para audiens yang menjadi target market mereka.

shutterstock_173040281Salah satu pertanyaan yang paling umum dan banyak sekali diajukan adalah :

• “Saya memiliki produk yang berkualitas cukup baik, apakah saya masih perlu untuk berinvestasi lagi dalam content marketing?
• “Jika produk saya cukup keren bagi para muda-mudi, bukankah produk saya pastinya akan tetap laku juga?

Saat ini, dengan semakin berkembangnya teknologi terbaru banyak sekali produk-produk yang mengalami transformasi menjadi lebih inovatif banyak yang bermunculan di pasaran. Namun sekarang, coba kita lihat dari sisi lain, jika target audiens Anda sama sekali tidak menemukan solusi untuk berbagai permasalahan tersebut, maka mereka tidak akan mendatangi Anda dan content marketinglah yang nantinya akan banyak membantu Anda dalam hal penjualan denga lebih terkonsep.

Jadi, begitu Anda merasa benar-benar yakin bahwa ingin mulai untuk melakukan content marketing, maka pertanyaan yang sudah pasti akan selalu muncul adalah “seperti apa jenis conten yang nantinya akan digunakan?” Tidak seperti yang selama ini sudah diyakini oleh kebanyakan orang, bahwa jika dari blog hanya terdapat satu jenis konten yang bisa dibuat. Maka sekarang, marilah kita melihat beberapa jenis content yang paling populer dan masih bisa Anda manfaatkan, yaitu:

1. Menggunakan Blogs.

Menggunakan sebuah blog adalah cara yang paling mudah diantara semua cara untuk membuat target audiens Anda dapat terlibat dengan konten-konten informasi dan pendidikan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa mesin pencarian biasanya lebih menyukai konten-konten terbaru dan lebih segar. Dan untuk blog sendiri merupakan cara terbaik untuk memperbarui situs milik Anda dengan konten-konten terbaru. Ingatlah bahwa blog Anda tidak boleh melulu hanya tentang produk-produk Anda saja. Untuk kepentingan tersebut, maka Anda masih memiliki halaman lain pada situs milik Anda. Blog harus memiliki artikel-artikel yang mampu memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan-pertanyaan dari para audiens Anda.

Beberapa tips untuk blogging B2B:

• Buatlah artikel pada kisaran antara 800-1000 kata.
• Sertakan setidaknya satu gambar pada setiap artikelnya.
• Artikel Anda harus lebih bersifat teknis atau non teknis tergantung pada setiap kebutuhan dari para audiens Anda dan harus mampu dalam memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan para audiens Anda.
• Mulailah dengan frekuensi yang masih bisa Anda pertahankan. Tidak ada gunanya untuk menulis lima artikel dalam satu bulan, namun tidak ada artikel lain untuk tiga bulan ke depannya.
• Libatkan seorang ahli pada saat Anda telah menyediakan konten dan mintalah penulis konten B2B untuk menerjemahkannya ke dalam format yang masih dapat dipromosikan dan dapat diterbitkan.

2. whitepapers

Whitepapers adalah berupa ulasan-ulasan yang lebih bersifat mendalam dan lebih memiliki kekuatan apabila dibandingkan dengan blog. Perbedaaan antara artikel blog dan whitepapers adalah bahwa whitepapers lebih banyak mengulas tentang permasalahan bisnis secara lebih mendetail. Dari sudut pandang organisasi, maka hal ini adalah sumber yang lebih bagus untuk mendemonstrasikan pengetahuan yang lebih teknis dan dalam dunia bisnis secara lebih mendalam.

Tips penulisan whitepapers untuk B2B

• Melibatkan ahli pada tingkat yang lebih mendalam untuk menulis whitepapers B2B dari perspektif penulisan konten, mereka hanya perlu melakukan studi topik yang lebih mendalam, menyiapkan benang merah, dan melakukan percakapan yang lebih terperinci dengan pihak UKM.
• Anda bisa menyertakan bagian dalam whitepapers yang lebih menyoroti tentang keahlian Anda dalam bidang ini. Dan hal ini adalah tempat yang paling bagus untuk memposisikan diri Anda sebagai seorang ahli di lapangan namun tidak dengan menjadikannya sebagai sebuah promosi penjualan.
• Pastikan untuk menyajikan bukti dan referensi atas klaim Anda.
• Jadikan whitepapers dan ebook dapat tersedia berdasarkan permintaan dan gunakan hal ini dalam kampanye generasi pertama Anda. Hal seperti ini mengharuskan bagi Anda untuk memiliki landing page untuk whitepapers tersebut yang menjelaskan tentang manfaat utama jika mereka mendapatkannya atau mengunduhnya langsung.
• Jangan pernah merasa ragu untuk menggunakan kembali konten-konten yang sudah ada dalam whitepapers dan membuat entri blog menjadi lebih terperinci untuk setiap bagian didalam whitepapers tersebut.

3. Infografis.

Banyak orang yang begitu menggemari infografis. Kekuatan pada infografis ini terdapat pada visual dan sangat bagus untuk menampilkan topik yang lebih kompleks dengan cara yang lebih mudah untuk dipahami. Dan hal ini adalah salah satu yang paling bagus untuk dibagikan via media sosial. Infografis yang bagus untuk menciptkan awareness tentang brand Anda dan juga lebih mengarahkan traffic kepada situs-situs web Anda.

Tips infografis untuk B2B:

• Infografis jauh lebih kompleks dan jika diteliti jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan grafis yang lebih sederhana. Dan untuk hal-hal seperti ini tetap membutuhkan adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pokok dan desainnya.
• Selesaikan perencanaan promosi sebelum akan membuat infografis. Sebagian besar dari platform sosial tidak membuat infografik dengan cukup baik.
• Anda masih dapat menggunakan kembali infografis dengan cara mengubahnya menjadi blog atau berupa video.

4. webinars.

Jika Anda masih belum pernah mencoba untuk menggunakan webinar sebagai salah satu bagian dari strategi media sosial B2B Anda, maka sangat disarankan Anda untuk bisa mencobanya sendiri. Karena webinar menawarkan kesempatan untuk bisa belajar secara langsung dari para pakar dan juga para pembeli lebih banyak mengikuti webinar selama masa fase pembelajaran mereka setelah keputusan pembelian produk atau layanan B2B. Webinar juga dapat membantu Anda dalam menghasilkan prospek yang jauh lebih baik dan mengarahkan Anda kepada prospek level yang lebih menarik.

Tips penggunaan webinar untuk B2B.

• Keberhasilan dai penggunaan webinar memang sangat bergantung pada pembicara dan topik dari webinar itu sendiri. Pastikan bahwa Anda tidak hanya memiliki topik yang benar-benar hebat namun juga memiliki pembicara yang ahli dan sama hebatnya untuk memberikan webinar ini.
• Miliki perencanaan promosi yang lebih nyata, misalnya dengan memanfaatkan jaringan karyawan, mitra dan pelanggan Anda untuk mempromosikan webinar.
• Sebaiknya berikan whitepaper atau ebook pada setiap topik-topik yang terkait sebagai salah satu bagian dari layanan webinar.
• Buatlah rekaman dari webinar yang bisa diakses setelah webinar ini dilangsungkan untuk mereka yang tidak bisa hadir.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar jenis-jenis content marketing yang bisa dikategorikan termasuk ke dalam B2B. Semoga bisa semakin menambah wawasan bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

 

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

 

Proses Perencanaan Konten Dalam Pemasaran Konten

Seperti segala unsur pemasaran Anda, Anda tidak boleh terjun ke dalam pemasaran konten tanpa strategi. Pemasaran konten bukan tentang menciptakan konten demi konten semata—ia tentang melibatkan para calon pembeli. Untuk melakukan itu secara efektif, Anda memerlukan rencana yang mencerminkan tujuan-tujuan Anda, pemahaman tentang pemikiran atau perhatian-perhatian teratas pemirsa sasaran Anda, ide-ide konten yang selaras dengan perhatian-perhatian ini, dan kalender untuk mengembangkan konten secara berkelanjutan.

Membuat Persona-Persona Anda

Langkah pertama adalah membuat persona-persona pembeli Anda—kebanyakan merek akan memerlukan lebih dari satu persona. Persona pembeli bisa diartikan sebagai gambaran atau perwakilan dari pelanggan ideal Anda. Persona dikembangkan berdasarkan pada demografi dan perilaku pelanggan, bersama dengan pemahaman Anda sendiri tentang motivasi-motivasi dan tantangan-tantangan mereka.

Persona pembeli membantu Anda:

  • Menentukan jenis konten yang Anda perlukan
  • Mengatur strategi-strategi nada, gaya, dan penyampaian untuk konten Anda
  • Membidik topik-topik yang Anda seharusnya tulis
  • Memahami di mana pembeli mendapatkan informasi mereka dan bagaimana mereka ingin menggunakannya

menyusun-buyer-persona

Melakukan Wawancara dan Penelitian

Untuk menciptakan persona pembeli Anda, Anda harus melakukan wawancara dengan para pelanggan, prospek, dan anggota dari tim-tim penjualan dan layanan pelanggan Anda. Anda juga bisa mengirimkan survei dan melakukan riset Anda sendiri. Fokuslah pada topik-topik berikut saat menciptakan setiap persona:

  • Latar Belakang: Rincian-rincian dasar tentang pelanggan ideal Anda dan perusahaannya
  • Rincian-rincian Pekerjaan: Tanggung jawab pekerjaan utama, kesukaan-kesukaan dan ketidaksukaan-ketidaksukaan tentang pekerjaan
  • Sumber-sumber utama informasi: Di mana persona Anda melakukan penelitiannya
  • Tujuan-tujuan: Tujuan-tujuan primer dan sekunder persona
  • Tantangan/titik sakit: Tantangan-tantangan persona Anda, dan emosi-emosi yang menyertai tantangan-tantangan itu
  • Media konten yang lebih disukai: Bagaimana persona Anda suka menyerap konten
  • Kutipan: Hidupkan persona-persona Anda dengan kutipan-kutipan sebenarnya yang dikumpulkan selama wawancara
  • Keberatan: Keberatan-keberatan yang Anda antisipasi dari persona Anda selama proses penjualan
  • Peran dalam proses pembelian: Pengaruh persona dalam proses pengambilan keputusan
  • Pesan pemasaran: Pesan yang berbicara langsung kepada persona ini

Contoh buyer persona

Memetakan Tahapan-Tahapan Membeli Anda

Karena sekarang Anda telah menetapkan persona-persona Anda, Anda perlu membuat suatu perjalanan membeli yang akan mengubah persona ini menjadi pelanggan. Perjalanan membeli memetakan proses pengambilan keputusan seorang pembeli selama suatu pembelian. Memetakan ini memungkinkan Anda untuk:

  • Memahami proses yang dilalui pembeli Anda saat mempertimbangkan produk atau layanan Anda
  • Mengembangkan strategi konten yang berbicara langsung kepada pembeli, terlepas dari tahapan mereka dalam perjalanan membeli itu

Kepemimpinan Pemikiran vs. Konten Promosi Dalam Pemasaran Konten

 

Pemimpin pemikiran adalah orang atau perusahaan yang diakui sebagai ahli dalam suatu bidang terkhusus dan yang keahliannya dicari dan kerap diganjar

Penjual mana pun bisa menerbitkan brosur-brosur terfokus-fitur dan konten lainnya yang terkait-produk. Tetapi penjual tepercaya, yaitu mereka yang mencuat di atas keramaian, adalah mereka yang terfokus pada membantu pemirsa sasaran mereka. Para pembeli alaminya tertarik kepada para penjual ini.

Pada awal perencanaan konten Anda, penting untuk membedakan antara konten promosi dan kepemimpinan pemikiran (thought leadership). Kepemimpinan pemikiran menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang titik-titik sakit (pain points) para prospek dan pelanggan Anda, dan menuntun mereka ke arah solusi.

Kami misalnya, membuat konten yang hanya dimaksudkan untuk membantu orang-orang menjadi pemasar yang lebih baik. Kami juga mencoba membuat aset-aset yang mendidik pemirsa kami tentang pemasaran konten sebagai platform, dan bagaimana ini dapat membantu para pemasar lebih efektif pada pekerjaan mereka. Alih-alih terus menyodorkan pesan-pesan penjualan kepada para prospek kami, kami ingin mengajari orang-orang manfaat-manfaat dari berinvestasi dalam program pemasaran konten.

Jadi sementara kami berbicara tentang kompetensi inti kami—pemasaran konten—kami mendidik pemirsa kami dengan kepemimpinan pemikiran, bukannya mendorongkan solusi kami.

Seruan Tindakan Pemasaran Konten

Dengan begitu, konten pendidikan pun harus memiliki seruan untuk bertindak (call to action—CTA) yang kuat dan jelas. Apa itu CTA? Ia bagian dari pesan pemasaran Anda yang harus membujuk orang-orang untuk bertindak. CTA standar Anda mungkin meminta pembaca untuk berlangganan blog Anda, mengunduh ebook lain, atau mendaftar untuk sebuah demo.

Terlepas dari apa permintaan Anda, CTA Anda harus:

  • Menonjol
  • Dengan jelas menentukan apa yang Anda ingin prospek untuk lakukan
  • Menciptakan urgensi
  • Terposisikan dalam bidang yang menonjol

Departemen pemasaran akan melanjutkan transformasi mereka menjadi penerbit mini. Analytics dan data akan sangat penting, tapi mengetahui lebih banyak tentang kebiasaan-kebiasaan konsumsi para pelanggan kita akan menciptakan kebutuhan yang lebih kompleks atas konten yang bermanfaat. Mayoritas jurnalis akan disewa oleh perusahaan-perusahaan non-media. Kita akan mulai melihat perusahaan-perusahaan non-media membeli judul-judul konten niche yang lebih kecil, baik dalam bentuk digital maupun cetak.

Bahkan ada kemungkinan bahwa pemasaran konten akan terlihat kurang seperti sebuah hal terpisah, dan lebih seperti pemasaran! Masa depan semua pemasaran adalah dalam program-program yang bermanfaat, secara jujur empatis, terinspirasi, dan berdasarkan data atau wawasan kreatif.

3 Kesalahan Terbesar Pemasar Dalam Strategi Pemasaran Konten

  1. Tiadanya strategi bisnis formal seputar konten. Sekarang, sebagian besar pemasar sedang mengisi ember-ember konten, dan tidak memiliki suatu sasaran bisnis sejati (seperti pendapatan, penghematan biaya, atau loyalitas pelanggan) di balik inisiatif-inisiatif konten mereka.
  2. Kurangnya kesabaran. Sebagian besar brand masih menyebut pemasaran konten suatu kampanye, yang menyiratkan ada suatu tanggal berhenti. Pemasaran konten itu suatu maraton, bukan lari 100 meter. Kita perlu mengambil pandangan berjangka lebih panjang tentang bagaimana kita berkomunikasi dengan para pelanggan kita.
  3. Membuat konten yang bos Anda cintai, tetapi pelanggan Anda tidak sukai. Jika pelanggan Anda menyukai konten Anda, itu berarti ia memenuhi kebutuhan orang-orang yang Anda sedang coba untuk jangkau, yang bos Anda alaminya akan sukai. Tapi kebalikannya tidak benar. Jika atasan Anda menyukainya, tetapi pelanggan membencinya… yah, siapa peduli? Tanyai diri: Akan tampak seperti apa konten Anda seandainya pelanggan Anda menandatangani slip gaji Anda?