Tag Archives: kelola sosmed

Pentingnya Fitur ‘Sends’ dalam Meningkatkan Visibilitas Instagram

Platform Instagram memberikan prioritas pada konten yang dapat dibagikan dalam menentukan peringkat konten, dan baru-baru ini mengungkapkan bahwa rasio kirim-jangkauan merupakan faktor kunci untuk meningkatkan visibilitas.
Dalam sebuah tayangan singkat di Instagram, Adam Mosseri, kepala Instagram, mengungkapkan salah satu sinyal utama yang digunakan platform untuk menentukan peringkat konten adalah jumlah ‘Sends’. Metrik ini mengukur jumlah pengguna yang membagikan sebuah postingan kepada teman melalui pesan langsung (DM) relatif terhadap total jumlah penonton. Mosseri menyarankan untuk menciptakan konten yang ingin dibagikan pengguna secara langsung dengan teman dan keluarga dekat, karena hal ini dapat meningkatkan jangkauan konten seiring waktu. Informasi ini membantu menjelaskan algoritma peringkat Instagram dan dapat mendukung upaya peningkatan visibilitas di platform tersebut.

Baca juga Artikel lainnya: Cara Jitu Membuat Caption Instagram yang Menarik

Sinyal Peringkat ‘SENDS’ Instagram

Mosseri head of Instagram menyebutkan bahwa: “Salah satu sinyal terpenting yang kami gunakan dalam menentukan peringkat adalah jumlah ‘Sends’. Jadi, dari semua orang yang melihat video atau foto Anda, berapa banyak dari mereka yang mengirimkannya kepada teman melalui DM? Di Instagram, kami berupaya menjadi tempat di mana orang dapat berkreasi, tetapi dengan cara yang menghubungkan orang-orang. Kami ingin menjadi tidak hanya tempat untuk konsumsi konten pasif, tetapi juga tempat di mana pengguna menemukan hal-hal yang ingin mereka ceritakan kepada teman-teman mereka. Misalnya, sebuah tayangan yang sangat lucu sehingga Anda ingin mengirimkannya kepada saudara Anda, atau cuplikan pertandingan sepak bola yang luar biasa sehingga Anda ingin mengirimkannya kepada penggemar lain. Jadi, sebagai kreator, jangan memaksakannya. Tetapi jika memungkinkan, pikirkanlah untuk membuat konten yang ingin dibagikan orang kepada teman atau seseorang yang mereka pedulikan.”
Penekanan pada perhitungan algoritma ‘Send’ sebagai faktor peringkat sejalan dengan keinginan Instagram untuk menjadi platform di mana pengguna menemukan dan membagikan konten yang beresonansi secara pribadi dengan mereka.

Baca juga Artikel lainnya: 10 Strategi Pemasaran Powerful yang Tak Lekang Oleh Waktu

Saran untuk Kreator

Meskipun mendorong kreator untuk menghasilkan konten yang layak dibagikan, Mosseri mengingatkan agar tidak memaksakan upaya untuk memanipulasi sistem. Namun, mendorong pengguna untuk membagikan foto dan video melalui DM dikatakan dapat meningkatkan jangkauan.

Apa Artinya Ini untuk Anda?

Mendapatkan orang untuk membagikan postingan dan reel dengan teman dapat meningkatkan jangkauan, menghasilkan lebih banyak interaksi dan prospek. Kreator konten dan bisnis dapat menggunakan informasi ini untuk menyempurnakan strategi Instagram mereka. Alih-alih melihat fokus Instagram pada konten yang dapat dibagikan sebagai hambatan, anggaplah ini sebagai peluang untuk bereksperimen dengan pendekatan baru. Jika jangkauan Anda telah menurun akhir-akhir ini, dan Anda tidak dapat menemukan alasannya, ini mungkin menjadi faktor yang dapat mengembalikannya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang riset pasar, strategi pemasaran efektif, atau membutuhkan jasa profesional untuk membantu Anda membuat konten web dan social media, kami siap membantu. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 085777743201.

10 Strategi Pemasaran Powerful yang Tak Lekang Oleh Waktu

Pemasaran adalah jantung dari setiap bisnis yang sukses. Melalui berbagai taktik dan saluran, perusahaan berusaha untuk menarik perhatian konsumen, membangun kesadaran merek, dan mendorong penjualan. Dalam era digital yang semakin terhubung, pilihan strategi pemasaran semakin beragam.

Mulai dari pemasaran tradisional seperti iklan cetak hingga pendekatan modern seperti pemasaran konten dan pemasaran media sosial, setiap bisnis memiliki kesempatan untuk menemukan kombinasi yang tepat untuk mencapai tujuannya. Artikel ini akan memberikan gambaran menyeluruh tentang berbagai jenis strategi pemasaran yang dapat Anda terapkan.

1. Pemasaran Masuk (Inbound Marketing)

Pemasaran masuk adalah sekumpulan taktik yang bertujuan menarik pelanggan dengan menciptakan konten dan pengalaman bernilai yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Strategi ini mencakup pemasaran konten, pemasaran melalui email, pembinaan prospek, optimasi mesin pencari (SEO), dan otomatisasi pemasaran. HubSpot merupakan contoh sukses penerapan pemasaran masuk.

Manfaat Pemasaran Masuk:

  • Efisiensi Biaya: Umumnya, biaya pemasaran masuk lebih rendah dibanding metode tradisional.
  • Membangun Kepercayaan: Penyediaan konten bernilai membangun reputasi merek sebagai ahli di industri.
  • Menarik Prospek Berkualitas: Memikat konsumen yang benar-benar tertarik pada produk atau jasa.

Baca juga Artikel lainnya: 10 Strategi Efektif Memahami Pelanggan Bisnis

2. Pemasaran Konten

Pemasaran konten berfokus pada pembuatan dan distribusi konten bernilai untuk menarik dan melibatkan audiens. Konten dapat berupa artikel blog, video, buku elektronik, infografis, dan lainnya. Kampanye “Share a Coke” dari Coca-Cola merupakan contoh klasik pemasaran konten yang efektif.

Manfaat Pemasaran Konten:

  • Meningkatkan SEO: Konten berkualitas dapat meningkatkan peringkat mesin pencari.
  • Meningkatkan Keterlibatan: Konten menarik mendorong interaksi audiens.
  • Membangun Otoritas Merek: Konten bernilai konsisten memposisikan merek sebagai pemimpin industri.

3. Pemasaran Berbasis Akun (Account-Based Marketing – ABM)

ABM menargetkan akun bernilai tinggi dengan strategi pemasaran yang dipersonalisasi. LinkedIn menggunakan ABM untuk menargetkan akun kunci dan mengarahkan mereka melalui saluran penjualan dengan cepat.

Manfaat ABM:

  • Personalisasi: Pesan yang disesuaikan untuk setiap akun meningkatkan relevansi.
  • Efisiensi Penggunaan Sumber Daya: Fokus pada target bernilai tinggi meningkatkan ROI.
  • Penjajaran Penjualan dan Pemasaran: Mendorong kolaborasi antara tim penjualan dan pemasaran.

4. Optimasi Mesin Pencari (SEO)

SEO melibatkan optimalisasi situs web untuk meraih peringkat yang lebih tinggi dalam hasil pencarian. Strategi ini mencakup riset kata kunci, optimasi halaman, dan membangun tautan berkualitas tinggi. Moz dan Ahrefs adalah contoh perusahaan terkenal dengan strategi SEO efektif.

Manfaat SEO:

  • Meningkatkan Visibilitas: Peringkat yang lebih tinggi menghasilkan peningkatan lalu lintas organik.
  • Efisiensi Biaya: Strategi SEO jangka panjang sering menghasilkan lalu lintas berkelanjutan tanpa biaya berulang.
  • Membangun Kredibilitas: Peringkat pencarian tinggi meningkatkan kredibilitas merek.

5. Pemasaran Media Sosial

Pemasaran media sosial memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn untuk mempromosikan konten dan berinteraksi dengan pelanggan. Kampanye media sosial yang menarik dari Nike merupakan contoh keberhasilan pemasaran media sosial.

Manfaat Pemasaran Media Sosial:

  • Jangkauan Luas: Platform sosial menghubungkan dengan audiens yang luas.
  • Meningkatkan Loyalitas Merek: Interaksi reguler membangun hubungan pelanggan yang kuat.
  • Interaksi Real-Time: Umpan balik dan interaksi langsung dengan audiens.

Baca juga Artikel lainnya: Meningkatkan Penjualan Secara Eksponensial dengan 5 Strategi Pemasaran

6. Pemasaran Melalui Email

Pemasaran melalui email adalah strategi digital yang menargetkan pelanggan melalui pesan elektronik berbasis izin. Sebagai contoh, merek fesyen India, FabIndia, memanfaatkan pemasaran email untuk menampilkan koleksi baru yang terinspirasi dari tekstil India, menawarkan diskon eksklusif selama festival seperti Diwali, serta membagikan tips gaya, yang pada akhirnya mendorong penjualan dan membangun loyalitas merek.

Manfaat Pemasaran Melalui Email:

  • Komunikasi Langsung: Menjangkau pelanggan secara langsung ke kotak masuk mereka.
  • Efisiensi Biaya: Biaya rendah dibandingkan saluran pemasaran lainnya.
  • Personalisasi: Memungkinkan pengiriman pesan yang sangat personal.

7. Periklanan Bayar Per Klik (PPC)

Periklanan bayar per klik (PPC) adalah model periklanan digital di mana bisnis hanya membayar ketika pengguna mengklik iklan mereka secara online. Sebagai contoh, Flipkart menggunakan PPC untuk menampilkan iklan ponsel cerdas yang ditargetkan pada mesin pencari ketika pengguna mencari model ponsel tertentu, mendorong lalu lintas langsung ke halaman produk mereka dan meningkatkan penjualan.

Manfaat PPC:

  • Hasil Seketika: Pengaturan cepat dan lalu lintas langsung.
  • Iklan Bertarget: Menjangkau audiens spesifik berdasarkan demografi dan perilaku.
  • ROI Terukur: Kemudahan dalam melacak dan mengukur kinerja iklan.

8. Pemasaran Video

Pemasaran video menggunakan video dan iklan tradisional untuk mempromosikan produk, layanan, dan pesan merek. Sebagai contoh, konten buatan pengguna GoPro menunjukkan kekuatan pemasaran video yang efektif.

Manfaat Pemasaran Video:

  • Keterlibatan Tinggi: Video sangat menarik dan mudah dibagikan.
  • Meningkatkan SEO: Video meningkatkan peringkat mesin pencari.
  • Komunikasi yang Ditingkatkan: Menyalurkan pesan lebih efektif daripada teks.

9. Acara Offline dan Tatap Muka

Acara menciptakan antusiasme dan keterlibatan seputar produk atau layanan. Sebagai ilustrasi, peluncuran iPhone 15, di mana Apple memulai dengan menceritakan kisah-kisah tentang nyawa yang diselamatkan oleh produk mereka. Pendekatan ini, seperti yang diharapkan, menyentuh hati audiens.

Manfaat Pemasaran Acara:

  • Menciptakan Buzz: Acara menghasilkan minat dan antusiasme yang signifikan.
  • Menampilkan Produk: Memungkinkan demonstrasi dan interaksi secara detail.
  • Membangun Komunitas: Melibatkan pelanggan dan membangun komunitas di sekitar merek.

10. Pemasaran Chatbot dan Live Chat

Chatbot dan live chat meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan respons dan bantuan langsung. Sebagai contoh, Sephora menggunakan chatbot secara efektif untuk membantu pelanggan dengan pertanyaan dan pembelian produk.

Manfaat Pemasaran Chatbot:

  • Ketersediaan 24/7: Chatbot menyediakan dukungan pelanggan sepanjang waktu.
  • Resolusi Cepat: Jawaban cepat atas pertanyaan pelanggan meningkatkan kepuasan.
  • Efisiensi Biaya: Mengurangi kebutuhan staf layanan pelanggan yang luas.

Dengan memahami berbagai strategi pemasaran ini, bisnis dapat memilih dan menggabungkan pendekatan yang paling sesuai untuk mencapai tujuan mereka.

Baca juga Artikel lainnya: Membangun Loyalitas Pelanggan dengan Digital Marketing

Kesimpulan

Dunia pemasaran terus berkembang dengan pesat. Munculnya teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan realitas virtual membuka peluang baru untuk berinovasi. Oleh karena itu, bisnis harus fleksibel dan adaptif untuk menghadapi perubahan. Menguji, belajar, dan terus beradaptasi adalah kunci keberhasilan dalam jangka panjang. Dengan memilih strategi pemasaran yang tepat dan terus mengoptimalkannya, bisnis dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang riset pasar, strategi pemasaran efektif, atau membutuhkan jasa profesional untuk membantu Anda membuat konten web dan social media, kami siap membantu. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 085777743201.

Meningkatkan Penjualan Secara Eksponensial dengan 5 Strategi Pemasaran

Terdapat persepsi yang seringkali kontras antara tenaga penjualan yang mengejar target penjualan cepat dengan pemasar yang berfokus pada strategi jangka panjang. Namun, dimungkinkan untuk mengimplementasikan strategi pemasaran yang meningkatkan penjualan sekaligus membangun merek yang berkelanjutan.

Memang jarang ditemukan solusi bisnis yang dapat memuaskan semua pihak. Namun, artikel ini akan mencoba mencapai hal tersebut. Bagian-bagian berikut akan mengeksplorasi bagaimana strategi pemasaran dapat mendorong penjualan untuk pertumbuhan langsung, serta fokus pada keberlanjutan dan umur panjang merek.

Hubungan Simbiotik antara Pemasaran dan Penjualan

Pemasaran dapat mendukung penjualan dengan menciptakan materi pendukung untuk panggilan penjualan, membangun situs web yang melengkapi dan mempercepat siklus penjualan, serta meningkatkan kesadaran merek sehingga tenaga penjualan dapat fokus pada manfaat produk atau layanan tanpa perlu menjelaskan secara detail.

Singkatnya, tugas pemasaran adalah memfasilitasi penjualan dan mengarahkan pelanggan melalui perjalanan pembelian dengan lebih cepat dan mudah. Hal ini terutama berlaku karena tim yang bertanggung jawab untuk setiap tahap corong penjualan berubah. Secara tradisional, pemasaran menciptakan kesadaran tentang produk atau layanan dan menarik minat calon pelanggan, sementara penjualan membantu calon pelanggan memutuskan untuk membeli.

Namun, terutama di era pascapandemi, orang lebih tertarik untuk belajar mandiri daripada bergantung pada tenaga penjualan. Oleh karena itu, tugas tim pemasaran modern tidak hanya menciptakan kesadaran, tetapi juga membantu calon pelanggan memperoleh pengetahuan, memastikan mereka siap membeli, dan memfasilitasi keputusan mereka untuk memilih satu perusahaan dibandingkan yang lain.
Sebaliknya, tim penjualan dapat membantu pemasaran dengan berbagi informasi lapangan tentang calon pelanggan dan klien, memberikan umpan balik tentang taktik dan kampanye yang berhasil, serta menyelaraskan cerita merek yang disampaikan dalam pertemuan.

Menciptakan harmoni antara pemasaran dan penjualan sangat penting dalam memahami bagaimana konsumen mengonsumsi konten di era modern. Sederhananya, pesan dalam materi pemasaran harus selaras dengan bahasa dan pesan yang digunakan tenaga penjualan dalam percakapan dengan calon pelanggan dan klien. Jika terjadi ketidaksesuaian yang signifikan, dapat mengakibatkan pelanggan kecewa karena merasa tertipu, frustrasi internal, dan kampanye pemasaran yang tidak efektif dalam menghasilkan konversi.

Baca juga Artikel lainnya: Membangun Target Penjualan yang Bermakna untuk Tim Sales Anda

Strategi vs Taktik Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan suatu perencanaan jangka panjang untuk mencapai tujuan spesifik melalui penjangkauan dan keterlibatan audiens. Sebaliknya, taktik pemasaran adalah tindakan dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah perencanaan mengenai tujuan yang ingin dicapai, sedangkan taktik pemasaran adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebuah tim dapat menggunakan berbagai taktik, tetapi umumnya memiliki satu strategi pemasaran utama. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memutuskan untuk fokus pada kesadaran merek dengan membanjiri pasar dengan produk dan logonya, itulah strateginya. Namun, untuk melakukannya, mereka dapat memanfaatkan sejumlah taktik yang ditujukan pada kesadaran merek seperti pemasaran influencer, pemasaran konten, pemasaran afiliasi, penempatan produk, dan sponsor.
Setelah memiliki strategi, Anda dapat mulai memilih taktik spesifik yang ingin difokuskan untuk melaksanakan dan mewujudkan visi di balik strategi tersebut.

Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan

Strategi pemasaran yang berbeda mungkin memiliki persyaratan yang sedikit berbeda dalam hal pelaksanaan. Untuk alasan inilah, disarankan untuk mendefinisikan strategi inti dengan jelas sebelum melaksanakan taktik apa pun.

Penting juga untuk mempertimbangkan anggaran Anda ketika merancang strategi pemasaran dan memilih taktik. Strategi pemasaran yang ideal akan sesuai dengan anggaran Anda, disesuaikan dengan tujuan spesifik Anda, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan bisnis.

1. Pemasaran Outbound

Strategi pemasaran outbound melibatkan penjangkauan ke pelanggan dan menemui mereka di tempat mereka berada. Ini adalah pemasaran tradisional; artinya menampilkan merek Anda di hadapan seseorang yang tidak secara aktif mencarinya.

Strategi pemasaran ini efektif untuk meningkatkan penjualan ketika audiens ideal Anda mungkin tidak menyadari bahwa solusi untuk masalah mereka ada, atau Anda perlu melihat hasil dengan segera.

Namun, Anda tidak ingin menyebarkan jaring terlalu luas dan mengirimkan pesan Anda kepada siapa saja. Menggunakan riset untuk menemukan orang-orang yang benar-benar akan mendapatkan nilai dari situs web atau informasi kontak Anda, alih-alih hanya merasa terganggu oleh pesan Anda, sangat penting.

Taktik pemasaran outbound:

  • Iklan cetak, televisi, dan radio
  • Penjualan langsung atau email dingin
  • Pameran dagang

2. Pemasaran Inbound

Bertolak belakang dengan pemasaran outbound, strategi pemasaran inbound meningkatkan penjualan dengan memastikan bahwa orang-orang yang menginginkan tepat apa yang Anda tawarkan dapat menemukan Anda. Anda bahkan dapat membantu orang-orang yang membutuhkan Anda tetapi belum mengetahuinya untuk menemukan Anda dengan fokus pada edukasi. Tidak ada yang suka dipaksa membeli, tetapi ketika pemasaran inbound dilakukan dengan benar, pelanggan Anda akan menjual produk dan layanan Anda sendiri.

Perhatikan corong pemasaran dan penjualan yang baru. Strategi pemasaran ini dirancang untuk itu, dengan aset yang membantu orang menyadari solusi untuk masalah mereka, mempertimbangkan merek Anda, dan mengevaluasi pembelian.

Pemasaran inbound membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai dan melihat hasilnya dibandingkan dengan outbound; mungkin tidak cocok untuk Anda jika Anda perlu mencapai penjualan dengan cepat. Ini melibatkan banyak pembuatan konten dan optimasi mesin pencari agar orang dapat menemukan situs web Anda di tempat pertama. Namun, jika Anda sabar, Anda dapat secara konsisten meningkatkan penjualan dengan biaya yang lebih rendah.

Taktik pemasaran inbound:

  • Pemasaran konten
  • Optimasi mesin pencari (SEO)
  • Media sosial

3. Pemasaran Personalisasi

Tidak ada yang ingin merasa seperti hanya sekadar angka. Di situlah pemasaran personalisasi berperan. 80% konsumen lebih cenderung membeli dari perusahaan yang memberikan pengalaman yang disesuaikan dengan mereka, dan 72% konsumen bahkan tidak akan terlibat dengan pemasaran Anda kecuali itu dipersonalisasi. Dan ketika Anda menerapkan strategi pemasaran ini, penjualan memang meningkat; pemasaran personalisasi memiliki ROI 20:1.

Strategi ini menggunakan kombinasi taktik inbound dan outbound yang dipadukan dengan penelitian yang intensif dan segmentasi audiens untuk menjadi sangat tepat dalam menargetkan pesan Anda kepada siapa. Itu membuatnya lebih kompleks daripada strategi pemasaran lainnya, tetapi otomatisasi dan platform MarTech lainnya dapat membantu Anda menyederhanakan proses ini sehingga dapat dicapai bahkan untuk UKM.

Taktik pemasaran personalisasi:

  • Pemasaran email tersegmentasi
  • Periklanan programatik
  • Chatbot

4. Konten Pihak Ketiga/Dibuat Pengguna

Penjualan dan pemasaran termasuk di antara profesi yang paling tidak dipercaya saat ini, membuat akuisisi pelanggan sangat sulit. Di mana audiens Anda dulu beralih kepada Anda untuk informasi dan edukasi, mereka sekarang secara aktif tidak mempercayai apa pun yang dikatakan bisnis kepada mereka.

Itulah sebabnya fokus pada apa yang dikatakan orang lain tentang merek Anda melalui studi kasus dan testimoni di situs Anda, serta ulasan pengguna dan pemberitaan di situs lain dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Alih-alih memaksakan pesan Anda pada seseorang yang mungkin tidak tertarik, Anda cukup menyoroti pelanggan yang puas.

Taktik konten pihak ketiga:

  • Hubungan masyarakat
  • Menampilkan ulasan dari situs seperti Yelp atau TrustPilot
  • Pemasaran konten (untuk studi kasus)

5. Fokus pada Cerita Merek

Hingga mereka mempresentasikan sebuah penawaran kepada calon pelanggan dan menandatangani kontrak, tenaga penjualan Anda tidak benar-benar menjalankan fungsi penjualan; mereka adalah aset pemasaran paling bernilai yang dimiliki organisasi Anda. Mereka menjangkau audiens ideal, mempersonalisasi pesan, menjaga merek tetap teratas dalam pikiran, dan banyak lagi. Itulah sebabnya penjajaran kedua tim merupakan salah satu strategi pemasaran paling hemat biaya dan penting yang dapat diterapkan bisnis untuk meningkatkan penjualan.

Hal ini lebih tepat dikategorikan sebagai strategi daripada taktik karena bersifat berkelanjutan, terus berkembang, dan melibatkan beberapa hasil akhir untuk dijalankan dengan benar. Dengan secara rutin memastikan kepemimpinan sejalan dengan fokus merek dan semua tim menyampaikan cerita yang sama dalam pertemuan klien, melalui situs web yang dirancang dengan baik, dan di luar itu, Anda membuat bisnis Anda jelas dan mudah diakses oleh pelanggan.

Taktik cerita merek meliputi:

  • Situs web
  • Materi penjualan
  • Pelatihan penjualan

Baca juga Artikel lainnya: Solusi Untuk Ketidakmampuan Mengukur ROI dari Upaya Pemasaran

Menyelaraskan Strategi Pemasaran dan Penjualan

Tidak ada satu strategi pemasaran “terbaik” atau “benar” untuk meningkatkan penjualan. Strategi yang harus dipilih oleh organisasi Anda akan bergantung pada ukuran bisnis dan anggaran pemasaran, penawaran, target audiens, dan sumber daya yang dapat dialokasikan.

Belum lagi bahwa seiring perubahan pasar, perlu meninjau kembali strategi dan memastikannya tetap selaras dengan visi dan tujuan. Meskipun strategi ini biasanya dirancang untuk bertahan selama bertahun-tahun, penilaian strategi pemasaran secara rutin akan membantu Anda menentukan kapan saatnya melakukan penyesuaian atau perubahan arah.

Namun untuk saat ini, dengan pemahaman yang jelas tentang perusahaan, pasar, dan audiens Anda, Anda dapat menentukan strategi pemasaran menyeluruh dan mulai memilih taktik untuk implementasi yang cepat dan efektif.

Dan jangan lupa untuk mengukur metrik pada taktik baru berdasarkan strategi Anda sehingga Anda dapat melacak efektivitas upaya pemasaran baru! Pemasaran bukan hanya tentang menampilkan konten atau iklan Anda di hadapan audiens yang tepat, tetapi juga tentang menjadi berkesan dan menciptakan resonansi.

Saya harap artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang riset pasar atau Anda membutuhkan jasa profesional untuk membantu Anda membuat konten web dan social media, kami siap membantu. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 085777743201.

10 Strategi Efektif Memahami Pelanggan Bisnis

10 Strategi Efektif Memahami Pelanggan Bisnis

Pemahaman mendalam tentang pelanggan merupakan kunci keberhasilan sebuah bisnis. Pelanggan yang merasa dipahami cenderung menjadi pelanggan setia dan bahkan menjadi promotor merek yang efektif. Tanpa pemahaman yang jelas tentang preferensi, ekspektasi, dan kebutuhan pelanggan, produk atau jasa akan kesulitan berkembang.

Baca juga Artikel lainnya: Aktif Tapi Follower TikTok Tetap Sedikit? Ini Alasannya!

Bagaimana bisnis dapat membangun pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan tentang pelanggan? Berikut ini adalah sepuluh strategi efektif:

1. Mintalah Ulasan Pelanggan Secara Rutin

Perusahaan-perusahaan kerap meminta pelanggan untuk memberikan ulasan, bukan tanpa alasan. Ulasan, baik dari hotel, produk di Amazon, atau umpan balik bisnis di Facebook, merupakan alat penting untuk memahami pelanggan. Ulasan tidak hanya berfungsi sebagai bukti sosial, tetapi juga indikator vital tentang persepsi pelanggan terhadap merek bisnis. Kita hidup dalam era ekonomi ulasan, di mana strategi untuk memenangkan persaingan adalah suatu keharusan. Ulasan tidak hanya mengidentifikasi area perbaikan untuk mengikuti tren pelanggan, tetapi juga menjadi titik awal untuk membangun dialog yang tulus dengan pelanggan.

2. Pandanglah dari Perspektif Pelanggan

Kapan terakhir kali Anda menempatkan diri pada posisi pelanggan? Berperan sebagai pelanggan dengan mengikuti titik kontak, prosedur interaksi, dan melakukan transaksi akan memberikan wawasan penting. Selain mengevaluasi kemudahan yang diberikan kepada pelanggan, Anda juga dapat memahami alur yang mereka tempuh. Misalnya, apakah branding konsisten di setiap titik kontak? Apakah pesan email dan media sosial koheren? Adakah hambatan dalam proses pembelian? Jadikan peninjauan pengalaman pelanggan sebagai aktivitas rutin untuk memperoleh pemahaman, mengidentifikasi area perbaikan, dan mendorong inovasi.

3. Manfaatkan Pemantauan Media Sosial

Media sosial merupakan alat bisnis yang penting. Platform seperti Instagram dan Facebook tidak hanya untuk output bisnis, tetapi juga cara vital untuk mengukur pemahaman pelanggan, seperti memahami dampak pesan dan faktor yang melibatkan, menginspirasi, dan menarik basis pelanggan. Orang-orang senang berbagi minat mereka, sehingga pemantauan media sosial menjadi sangat penting. Luangkan waktu untuk mengetahui siapa pengikut Anda, siapa yang mereka ikuti, dan di mana mereka berada. Pantau secara aktif minat mereka untuk memahami apa yang mereka sukai dan apa yang membuat mereka terlibat dengan merek. Selain menjaga Instagram dan Facebook tetap menarik, manfaatkan alat analisis media sosial untuk memberikan metrik wawasan utama pada akun Anda.

4. Gunakan Survei untuk Mendapatkan Wawasan Pelanggan

Survei pelanggan adalah alat yang telah lama digunakan untuk menghasilkan pemahaman pelanggan, dan itu karena efektif. Survei online, di media sosial, melalui email, bahkan secara langsung semuanya merupakan alat wawasan yang berharga. Namun, penting untuk membuat program survei dengan tujuan yang jelas, dengan mempertimbangkan dengan cermat umpan balik apa yang dibutuhkan bisnis. Jika ingin meningkatkan layanan pelanggan, fokuslah pada pertanyaan pengalaman pelanggan. Jika membutuhkan wawasan tentang arah bisnis masa depan, rancang survei yang meminta masukan pelanggan tentang strategi Anda. Wawasan terbaik berasal dari kombinasi respons data kuantitatif dan umpan balik kualitatif pelanggan. Gabungkan keduanya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pelanggan.

5. Manfaatkan Kuis Online untuk Membangun Pemahaman Pelanggan

Membangun pemahaman pelanggan adalah prioritas utama bisnis, tetapi terkadang bisa menjadi tugas yang membosankan, baik dalam hal organisasi maupun bagi pelanggan untuk menyelesaikannya. Jika memberikan umpan balik dibuat menyenangkan dan menarik, akan menjadi lebih efektif. Kuis adalah jawabannya. Kuis mengumpulkan wawasan pelanggan yang penting tentang demografi, preferensi, dan perilaku dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Mengajukan pertanyaan kepada pelanggan tentang preferensi dan favorit mereka akan memberikan alat bagi bisnis untuk mensegmentasi respons dan kampanye tindak lanjut. Pastikan kuis dibuat secara spesifik dengan wawasan yang diinginkan. Misalnya, tingkatkan pemahaman profil pelanggan dengan menanyakan tentang demografi, atau temukan produk atau layanan mana yang paling sesuai dengan segmen pelanggan tertentu.

6. Analisis Sentimen sebagai Alat Umpan Balik yang Efektif

Analisis sentimen menggunakan kemampuan kecerdasan buatan untuk mendorong pemahaman pelanggan berdasarkan emosi yang terdeteksi dalam data suara dan teks. Ini membantu bisnis dengan mudah mengidentifikasi opini pelanggan terhadap merek, layanan, atau produk mereka. Analisis ini membantu mendorong keterlibatan pelanggan, mendorong penargetan berbasis data, dan keterlibatan dengan segmen pelanggan tertentu. Jika mengidentifikasi pelanggan yang memiliki perasaan negatif yang kuat tentang bisnis, Anda dapat mengidentifikasi dan menindaklanjuti dengan mereka. Analisis sentimen adalah cara yang bagus untuk mengambil tindakan berdasarkan umpan balik pelanggan, menciptakan layanan dan interaksi yang diinginkan dan diharapkan pelanggan.

7. Pelajari Pesaing

Analisis pesaing sering dilakukan pada tahap perencanaan bisnis, tetapi merupakan aktivitas penting yang harus dilakukan secara rutin. Mengetahui dengan tepat siapa pesaing, apa yang mereka tawarkan, dan bagaimana mereka menarik pelanggan potensial akan memberikan pemahaman penting tentang apa yang sebenarnya diinginkan oleh basis pelanggan. Ini adalah kunci untuk mengetahui mengapa orang lain memilih merek lain daripada Anda, memberi Anda alat untuk secara efektif mengubah perilaku pelanggan. Lihat juga pesaing tidak langsung. Data yang dikumpulkan dari analisis Anda akan membangun profil pelanggan yang kuat dan kaya data.

8. Uji Semua Asumsi dengan Pengujian A/B

Anda telah memiliki wawasan berbasis data yang hebat, umpan balik pelanggan, dan memiliki ide yang sangat jelas tentang siapa pelanggan ideal dan apa yang mereka inginkan. Langkah selanjutnya adalah mengujinya dengan pengujian A/B untuk mengonfirmasi pemahaman Anda. Pengujian A/B adalah tempat Anda mencoba dua atau lebih pendekatan berbeda dan membandingkan hasilnya – jika A berkinerja lebih baik daripada B, maka tetap menggunakannya atau menjalankan tes lain terhadap C. Anda mungkin terkejut dengan apa yang Anda pelajari, tetapi pastikan untuk menjalankan tes cukup lama untuk memiliki hasil yang signifikan secara statistik. Uji semuanya, termasuk kampanye email, halaman arahan, dan konten media sosial. Ini membantu Anda memeriksa kembali asumsi. Anda akan segera mengetahui apakah penawaran dan pesan Anda benar-benar diinginkan oleh pelanggan. Ini memberi Anda kesempatan untuk terus menyempurnakan dan meningkatkan konten serta ajakan bertindak, memaksimalkan pemahaman dan respons dari setiap segmen. Pengujian A/B yang berkelanjutan penting untuk memastikan Anda tetap berada di jalur yang benar dalam hal pemahaman pelanggan, jadi jadikanlah sebagai strategi pemasaran utama.

9. Mulai Percakapan Nyata dengan Tindak Lanjut yang Tulus

Anda lebih cenderung memahami orang jika melakukan percakapan dengan mereka. Dan hal ini juga berlaku untuk merek dan bisnis. Mendasari email tindak lanjut dengan data wawasan yang hebat adalah cara efektif untuk mengajukan pertanyaan ini. Mudah melupakan tindak lanjut, tetapi ini adalah cara penting untuk mendapatkan umpan balik nyata tentang bisnis, wawasan merek, dan menciptakan keterlibatan pelanggan yang langgeng. Jadi, pikirkan tentang bagian-bagian dalam perjalanan pelanggan di mana Anda dapat mengambil tindakan tindak lanjut yang berharga, lalu mulailah program tindak lanjut aktif. Misalnya, hubungi pelanggan setelah mereka menggunakan produk Anda selama sebulan, kirim email kepada pelanggan jika mereka tidak menyelesaikan pembelian, kirim SMS untuk meminta ulasan tentang pembelian terbaru, jadwalkan pertemuan untuk membahas pengalaman mereka dengan perusahaan Anda. Menjadikan tindak lanjut sebagai prioritas akan menciptakan peluang wawasan yang berharga bagi bisnis Anda, serta membuat pelanggan merasa dihargai dan dipahami.

10. Jangan Menghindari Keluhan

Ini bisa menjadi sulit bagi bisnis mana pun. Tetapi mendengarkan keluhan pelanggan secara sungguh-sungguh adalah cara penting untuk memahami basis pelanggan Anda. Meninjau umpan balik saat ini dari ulasan pelanggan dan keluhan langsung kepada bisnis Anda adalah cara penting untuk mengidentifikasi tren dan area yang dapat ditingkatkan. Menanggapi ulasan negatif dengan cara yang tepat juga dapat menghadirkan peluang besar bagi bisnis mana pun. Ini akan memastikan Anda memahami dengan tepat apa yang berhasil dan tidak berhasil untuk pelanggan Anda, meningkatkan pemahaman Anda tentang kebutuhan mereka, serta memberi Anda alat untuk membuat perubahan nyata. Mendengar hal-hal yang salah bisa menyakitkan, tetapi ini adalah alat wawasan yang sangat penting. Jangan menundukkan kepala – gunakan sebagai alat pembelajaran utama untuk mendorong pemahaman nyata.

Baca juga Artikel lainnya: Manfaat Program Loyalitas untuk Meningkatkan Penjualan

Penutup

Pemahaman pelanggan sangat penting untuk setiap bisnis, mulai dari startup kecil hingga perusahaan besar. Tanpa ini, hanya tebakan dalam hal perpesanan, penawaran produk, dan strategi. Luangkan waktu untuk mendengarkan pelanggan Anda. Kemudian coba pahami apa yang mereka inginkan dari bisnis Anda dan apa yang sebenarnya mereka alami. Terakhir, ambil langkah setiap hari untuk menutup kesenjangan. Mendengarkan umpan balik, dan kemudian menindaklanjutinya, adalah kunci untuk mendorong hubungan yang menguntungkan dan menarik dengan pelanggan Anda.

Saya harap artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang manajemen bisnis atau Anda membutuhkan jasa profesional untuk membantu Anda membuat konten web dan social media, kami siap membantu. Silahkann hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 085777743201.

Membangun Target Penjualan yang Bermakna untuk Tim Sales Anda

Membangun Target Penjualan yang Bermakna untuk Tim Sales Anda

Ingin memastikan tim Anda berada di jalur yang benar atau mencari inspirasi sebelum memulai penjualan besar? Menetapkan target penjualan yang tepat sangatlah penting. Namun, kebanyakan profesional bisnis melakukan hal tersebut dengan cara yang kurang efektif. Mereka terlalu fokus pada pembuatan target SMART (Spesifik – Spesifik, Terukur – Measurable, Dapat Dicapai – Achievable, Relevan – Relevant, Berbatas Waktu – Time-bound) alih-alih target yang bermakna.

Hal ini menyebabkan calon pelanggan hanya menjadi konsep abstrak – sesuatu yang harus dilewati melalui saluran penjualan – dan menurunkan fokus tenaga penjualan pada hal yang esensial.

Target Penjualan SMART vs. Bermakna: Mengubah Perspektif untuk Meningkatkan Kesuksesan

Selama bertahun-tahun, para profesional telah diajari untuk menggunakan kerangka kerja target SMART (Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, Berbatas Waktu). Meskipun kerangka kerja ini telah terbukti bermanfaat sejak tahun 1981 untuk mengukur keberhasilan target, namun kerangka kerja ini tidak selalu memberikan makna yang dalam bagi tim penjualan Anda.

Mari kita ambil contoh kasus yang mungkin terjadi dalam perusahaan saat ini.

Perusahaan A, sebuah startup, ingin meningkatkan pendapatannya menjadi dua kali lipat tahun ini. Untuk mencapai tujuan ini, mereka perlu mencapai penjualan sebesar Rp21 miliar. Para pimpinan perusahaan kemudian menghadap kepada tim penjualan dan memberi tahu mereka bahwa mereka bertanggung jawab untuk menutup kesepakatan senilai Rp21 miliar sebelum akhir tahun.

Apa masalahnya dengan pendekatan ini?

Kuota Rp21 miliar memang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu. Hal ini memenuhi semua kriteria target SMART. Namun, angka ini sendiri tidak memberikan motivasi kepada tenaga penjualan, tidak menjelaskan seberapa mudah atau sulit mencapainya, atau peran apa yang harus mereka lakukan dalam proses tersebut. Ini hanyalah angka kasar yang harus dicapai tim di masa depan.

Jika Perusahaan A ingin memastikan tim penjualannya mencapai target Rp21 miliar, mereka perlu membuat target yang bermakna bukan hanya target SMART. Mereka perlu menetapkan tujuan yang dapat diukur, menunjukkan peran masing-masing anggota tim, dan menginspirasi semangat mereka sepanjang perjalanan. Meskipun terdengar rumit, hal ini dapat dicapai dengan menggunakan enam metode yang dijelaskan di bawah ini.

Baca juga Artikel lainnya: Tips Efektif Mengelola Tim Digital Marketing agar Tetap Produktif

6 Cara Menetapkan Target Penjualan yang Bermakna

Sebelum memulai, Anda perlu memiliki beberapa metrik perusahaan, termasuk data penjualan historis dan jumlah pelanggan. Anda juga memerlukan informasi tentang kinerja individu dalam tim penjualan, termasuk karakteristik kepribadian masing-masing.

1. Tetapkan target penjualan bulanan.

Profesor dan psikolog dari NYU, Adam Alter, mengatakan bahwa ketika dalam kegagalan mencapai tujuan, Anda akan menghabiskan banyak waktu. Itulah sebabnya target jangka panjang tidak berhasil untuk sebagian besar orang. Ambil contoh target penjualan sebesar Rp21 miliar. Jika itu menjadi fokus tim Anda, Anda akan merasa gagal selama 12 bulan. Sebagian besar orang tidak dapat memaksakan diri mereka sendiri untuk tetap termotivasi untuk melanjutkan, sehingga tim Anda dapat kehilangan semangat dalam hitungan minggu.

Alih-alih fokus pada target jangka panjang, bagi kuota Anda menjadi target penjualan yang lebih kecil, sehingga tim Anda dapat lebih sering merayakan keberhasilan dan lebih sedikit mengalami kegagalan. Dalam kasus ini, Anda cukup mengambil target tahunan dan membaginya dengan jumlah bulan dalam periode tersebut. Kemudian, bagi hasilnya dengan jumlah total anggota tim penjualan. Misalnya, jika kuota Anda adalah Rp21 miliar dan Anda memiliki empat tenaga penjualan, masing-masing akan memiliki target Rp437,5 juta per bulan. Anda juga dapat membaginya menjadi target mingguan jika diperlukan agar tim tetap termotivasi.

2. Coba tetapkan target ambisius untuk tenaga penjualan yang berprestasi tinggi.

Target bulanan dasar adalah titik awal yang baik, tetapi jika Anda ingin meningkatkan kinerja tim Anda di atas target perusahaan, pertimbangkan untuk menetapkan target ambisius untuk tenaga penjualan berprestasi tinggi Anda. Prosesnya sederhana. Lihatlah kinerja bulanan terbaik tenaga penjualan tersebut lalu tambahkan dengan persentase kecil. Misalnya, jika Anda berada di industri keuangan dan tenaga penjualan teratas Anda memiliki tingkat konversi 25 persen atau menutup satu dari empat transaksi (rata-rata industri sekitar 19 persen, menurut HubSpot), dia mungkin sudah bekerja dengan baik, tetapi Anda ingin mendorongnya untuk mencapai lebih dari itu. Tetapkan target 26 hingga 30 persen untuk memulai.

3. Kurangi kecemasan karyawan dengan menetapkan kuota pada aktivitas penjualan tertentu.

Persentase bisa menyesatkan jika awalnya Anda tidak memiliki banyak prospek. Target yang terlalu sulit juga dapat menyebabkan kecemasan. Salah satu cara untuk mengatasi kedua masalah ini adalah dengan bekerja mundur dan menyiapkan panggung untuk keberhasilan dengan menetapkan target pada aktivitas tertentu sepanjang siklus penjualan.

Misalnya, jika Anda tahu tenaga penjualan terbaik Anda dapat melakukan panggilan penjualan dan menutup satu dari empat kali, dan Anda memerlukan mereka untuk menutup dua transaksi minggu ini, Anda dapat menetapkan target untuk melakukan delapan panggilan penjualan. Atau, mungkin tenaga penjualan di sebelahnya mungkin menutup satu dari lima transaksi, dan Anda juga memerlukan mereka untuk menutup dua transaksi minggu ini. Jadi, tujuannya adalah untuk memastikan bahwa dia memiliki jumlah transaksi yang benar dalam pipeline. Dia akan memerlukan sepuluh transaksi. Anda juga dapat memperluas ini sedikit lebih jauh dan mengidentifikasi tindakan yang perlu diambil untuk memulai sepuluh transaksi ini. Apakah ini mengirim lima puluh email? Apakah menghubungkan kembali dengan dua puluh orang baru di LinkedIn? Apakah melakukan enam panggilan dingin? Apakah berhubungan dengan tiga sumber referensi? Pelajari apa yang membuat tenaga penjualan Anda sukses dan tetapkan target aktivitas di sekitarnya, apa pun itu.

4. Gunakan waterfall untuk mempertahankan motivasi tenaga penjualan yang berada di tengah-tengah atau dalam tahap perkembangan.

Sekarang, misalkan Anda memiliki tenaga penjualan ketiga yang hanya menutup sepuluh persen dari penjualan mereka. Apa yang akan terjadi jika Anda menetapkan target ambisius sebesar 26 persen? Atau bahkan rata-rata 19 persen? Ini akan terasa jauh dari jangkauan mereka, dan mereka mungkin tidak mencapainya. Hal yang sama berlaku jika Anda menetapkan target yang fokus pada aktivitas, seperti meningkatkan jumlah email yang dikirim dari lima puluh per minggu menjadi seratus email. Sebagai gantinya, Anda perlu memberikan mereka target waterfall untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka. Mungkin, untuk minggu pertama dan kedua, target mereka adalah 12 persen, lalu 14 persen untuk minggu ketiga dan keempat. Atau, jika Anda bekerja dengan fokus pada aktivitas, mungkin mereka perlu mengirim enam puluh email minggu pertama dan tujuh puluh email minggu kedua.

5. Tetapkan target penjualan secara berurutan sehingga tenaga penjualan mencapai area yang paling berdampak terlebih dahulu.

Cara lain untuk membantu tenaga penjualan yang sedang berkembang adalah dengan menetapkan target secara berurutan atau menetapkan target berdasarkan prioritas. Prioritas yang paling penting akan bervariasi tergantung pada perusahaan dan situasi mereka. Misalnya, perusahaan Anda mungkin ingin membangun lebih banyak loyalitas dan meningkatkan retensi pelanggan dengan melakukan penjualan tambahan kepada pelanggan yang sudah ada. Atau, Anda mungkin tahu bahwa jika tenaga penjualan Anda menutup satu klien baru setiap minggu, mereka kemungkinan akan mencapai target keseluruhan. Anda juga dapat menetapkan target berurutan di sekitar pengembangan profesional. Mungkin tenaga penjualan Anda dengan tingkat close rate sepuluh persen tidak dapat membuat orang memesan demo setelah mereka menyatakan minat, sehingga mereka jarang memberikan demo. Anda mungkin ingin memulainya dengan target untuk membuat empat orang memesan demo.

6. Sederhanakan proses penjualan dengan menetapkan target berbatas waktu.

Meskipun tenaga penjualan dapat berkinerja baik, selalu ada ruang untuk meningkatkan produktivitas penjualan. Katakanlah, tenaga penjualan Anda yang menutup satu dari empat transaksi menghabiskan tiga jam untuk setiap demo. Jika mereka dapat mengurangi waktu tersebut, mereka akan memiliki waktu lebih banyak untuk menutup lebih banyak transaksi. Atau, mungkin tenaga penjualan dengan tingkat close rate sepuluh persen dimulai dengan membuat lebih banyak orang mengikuti demo, tetapi dibutuhkan dua minggu untuk membuat prospek tersebut berkomitmen. Lihat apakah Anda dapat membantu mereka mengurangi waktu ini beberapa hari setiap waktu.

Baca juga Artikel lainnya: Atasi Stres di Tempat Kerja dengan 5 Rahasia Ini

Cara Membantu Mencapai Target Penjualan

Menetapkan target yang bermakna hanya setengah dari pertempuran. Anda juga perlu memotivasi dan membekali tim penjualan Anda untuk mencapai kesuksesan.

  1. Investasikan dalam teknologi yang tepat, termasuk CRM. Ada banyak platform yang tersedia, jadi jelajahi beberapa opsi CRM yang berbeda dan pilih yang memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Cari fitur seperti dashboard intuitif untuk membantu tenaga penjualan tetap terorganisir, serta catatan dan pengingat untuk melacak prospek.
  2. Berikan setiap anggota tim sumber daya dan otonomi yang mereka butuhkan. Memberikan otonomi kepada tim Anda memungkinkan mereka untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri dalam mencapai hasil. Hal ini juga dapat meningkatkan moral. Misalnya, mungkin tenaga penjualan perlu memesan lebih banyak demo. Anda ingin mereka melakukan lebih banyak panggilan telepon untuk mengamankan demo, tetapi mereka lebih lancar dalam berkomunikasi melalui pesan teks. Biarkan mereka mencoba metode yang mereka anggap paling efektif. Pastikan juga setiap orang memiliki sumber daya yang mereka butuhkan. Anda mungkin perlu bekerja sama dengan departemen pemasaran untuk menghasilkan lebih banyak prospek, berinvestasi dalam teknologi yang lebih baik, atau meluangkan waktu untuk pengembangan karyawan.
  3. Lacak kemajuan menuju target bisnis jangka pendek dan jangka panjang. Mencapai target jangka pendek penting untuk menjaga semangat tinggi. Setiap pencapaian memicu perasaan penghargaan dalam otak dan meningkatkan motivasi. Fokuslah pada target jangka pendek karena alasan ini, tetapi pastikan semua orang juga memahami target jangka panjang. Hal ini akan membantu mereka melihat bagaimana mereka berkontribusi pada visi perusahaan yang lebih besar.
  4. Pertimbangkan untuk menawarkan bonus atau insentif untuk memberikan penghargaan kepada karyawan. Bonus adalah bagian penting dari gaji tenaga penjualan pada umumnya, jadi pastikan bonus yang Anda tawarkan sebanding dengan standar industri. Anda juga dapat mendorong lebih banyak upaya tim dengan menawarkan penghargaan untuk mentor dan pencapaian tim secara keseluruhan. Sebagai contoh, tetapkan indikator kinerja utama (KPI), pasangkan tenaga penjualan yang memiliki tingkat close rate sepuluh persen dengan mereka yang memiliki tingkat close rate dua puluh lima persen, dan tawarkan bonus jika mereka yang memiliki tingkat close rate sepuluh persen mencapai target mereka. Anda juga dapat menawarkan bonus untuk pencapaian kolektif, seperti ketika tim mencapai target bulanan sebesar Rp500 juta atau bonus tambahan jika setiap orang mencapai Rp125 juta dalam sebulan. Performa terbaik secara alami akan memberikan pelatihan dan wawasan untuk membantu orang lain berkembang, dan mereka yang sedang berkembang kemungkinan akan berusaha lebih keras untuk tidak mengecewakan tim.

Kesimpulan

Menetapkan target penjualan yang efektif tidak hanya tentang menetapkan angka. Ini tentang menciptakan tujuan yang memotivasi tim penjualan Anda dan membantu mereka mencapai kesuksesan. Dengan menggunakan metode yang dijelaskan di atas, Anda dapat menetapkan target SMART dan bermakna yang akan membuat tim Anda termotivasi, produktif, dan siap untuk meraih kemenangan.

Saya harap artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang riset pasar atau Anda membutuhkan jasa profesional untuk membantu Anda membuat konten web dan social media, kami siap membantu. Silahkann hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 085777743201.