Uncategorized

Proses Perencanaan Konten Dalam Pemasaran Konten

Seperti segala unsur pemasaran Anda, Anda tidak boleh terjun ke dalam pemasaran konten tanpa strategi. Pemasaran konten bukan tentang menciptakan konten demi konten semata—ia tentang melibatkan para calon pembeli. Untuk melakukan itu secara efektif, Anda memerlukan rencana yang mencerminkan tujuan-tujuan Anda, pemahaman tentang pemikiran atau perhatian-perhatian teratas pemirsa sasaran Anda, ide-ide konten yang selaras dengan perhatian-perhatian ini, dan kalender untuk mengembangkan konten secara berkelanjutan.

Membuat Persona-Persona Anda

Langkah pertama adalah membuat persona-persona pembeli Anda—kebanyakan merek akan memerlukan lebih dari satu persona. Persona pembeli bisa diartikan sebagai gambaran atau perwakilan dari pelanggan ideal Anda. Persona dikembangkan berdasarkan pada demografi dan perilaku pelanggan, bersama dengan pemahaman Anda sendiri tentang motivasi-motivasi dan tantangan-tantangan mereka.

Persona pembeli membantu Anda:

  • Menentukan jenis konten yang Anda perlukan
  • Mengatur strategi-strategi nada, gaya, dan penyampaian untuk konten Anda
  • Membidik topik-topik yang Anda seharusnya tulis
  • Memahami di mana pembeli mendapatkan informasi mereka dan bagaimana mereka ingin menggunakannya

menyusun-buyer-persona

Melakukan Wawancara dan Penelitian

Untuk menciptakan persona pembeli Anda, Anda harus melakukan wawancara dengan para pelanggan, prospek, dan anggota dari tim-tim penjualan dan layanan pelanggan Anda. Anda juga bisa mengirimkan survei dan melakukan riset Anda sendiri. Fokuslah pada topik-topik berikut saat menciptakan setiap persona:

  • Latar Belakang: Rincian-rincian dasar tentang pelanggan ideal Anda dan perusahaannya
  • Rincian-rincian Pekerjaan: Tanggung jawab pekerjaan utama, kesukaan-kesukaan dan ketidaksukaan-ketidaksukaan tentang pekerjaan
  • Sumber-sumber utama informasi: Di mana persona Anda melakukan penelitiannya
  • Tujuan-tujuan: Tujuan-tujuan primer dan sekunder persona
  • Tantangan/titik sakit: Tantangan-tantangan persona Anda, dan emosi-emosi yang menyertai tantangan-tantangan itu
  • Media konten yang lebih disukai: Bagaimana persona Anda suka menyerap konten
  • Kutipan: Hidupkan persona-persona Anda dengan kutipan-kutipan sebenarnya yang dikumpulkan selama wawancara
  • Keberatan: Keberatan-keberatan yang Anda antisipasi dari persona Anda selama proses penjualan
  • Peran dalam proses pembelian: Pengaruh persona dalam proses pengambilan keputusan
  • Pesan pemasaran: Pesan yang berbicara langsung kepada persona ini

Contoh buyer persona

Memetakan Tahapan-Tahapan Membeli Anda

Karena sekarang Anda telah menetapkan persona-persona Anda, Anda perlu membuat suatu perjalanan membeli yang akan mengubah persona ini menjadi pelanggan. Perjalanan membeli memetakan proses pengambilan keputusan seorang pembeli selama suatu pembelian. Memetakan ini memungkinkan Anda untuk:

  • Memahami proses yang dilalui pembeli Anda saat mempertimbangkan produk atau layanan Anda
  • Mengembangkan strategi konten yang berbicara langsung kepada pembeli, terlepas dari tahapan mereka dalam perjalanan membeli itu

Kepemimpinan Pemikiran vs. Konten Promosi Dalam Pemasaran Konten

 

Pemimpin pemikiran adalah orang atau perusahaan yang diakui sebagai ahli dalam suatu bidang terkhusus dan yang keahliannya dicari dan kerap diganjar

Penjual mana pun bisa menerbitkan brosur-brosur terfokus-fitur dan konten lainnya yang terkait-produk. Tetapi penjual tepercaya, yaitu mereka yang mencuat di atas keramaian, adalah mereka yang terfokus pada membantu pemirsa sasaran mereka. Para pembeli alaminya tertarik kepada para penjual ini.

Pada awal perencanaan konten Anda, penting untuk membedakan antara konten promosi dan kepemimpinan pemikiran (thought leadership). Kepemimpinan pemikiran menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang titik-titik sakit (pain points) para prospek dan pelanggan Anda, dan menuntun mereka ke arah solusi.

Kami misalnya, membuat konten yang hanya dimaksudkan untuk membantu orang-orang menjadi pemasar yang lebih baik. Kami juga mencoba membuat aset-aset yang mendidik pemirsa kami tentang pemasaran konten sebagai platform, dan bagaimana ini dapat membantu para pemasar lebih efektif pada pekerjaan mereka. Alih-alih terus menyodorkan pesan-pesan penjualan kepada para prospek kami, kami ingin mengajari orang-orang manfaat-manfaat dari berinvestasi dalam program pemasaran konten.

Jadi sementara kami berbicara tentang kompetensi inti kami—pemasaran konten—kami mendidik pemirsa kami dengan kepemimpinan pemikiran, bukannya mendorongkan solusi kami.

Seruan Tindakan Pemasaran Konten

Dengan begitu, konten pendidikan pun harus memiliki seruan untuk bertindak (call to action—CTA) yang kuat dan jelas. Apa itu CTA? Ia bagian dari pesan pemasaran Anda yang harus membujuk orang-orang untuk bertindak. CTA standar Anda mungkin meminta pembaca untuk berlangganan blog Anda, mengunduh ebook lain, atau mendaftar untuk sebuah demo.

Terlepas dari apa permintaan Anda, CTA Anda harus:

  • Menonjol
  • Dengan jelas menentukan apa yang Anda ingin prospek untuk lakukan
  • Menciptakan urgensi
  • Terposisikan dalam bidang yang menonjol

Departemen pemasaran akan melanjutkan transformasi mereka menjadi penerbit mini. Analytics dan data akan sangat penting, tapi mengetahui lebih banyak tentang kebiasaan-kebiasaan konsumsi para pelanggan kita akan menciptakan kebutuhan yang lebih kompleks atas konten yang bermanfaat. Mayoritas jurnalis akan disewa oleh perusahaan-perusahaan non-media. Kita akan mulai melihat perusahaan-perusahaan non-media membeli judul-judul konten niche yang lebih kecil, baik dalam bentuk digital maupun cetak.

Bahkan ada kemungkinan bahwa pemasaran konten akan terlihat kurang seperti sebuah hal terpisah, dan lebih seperti pemasaran! Masa depan semua pemasaran adalah dalam program-program yang bermanfaat, secara jujur empatis, terinspirasi, dan berdasarkan data atau wawasan kreatif.

3 Kesalahan Terbesar Pemasar Dalam Strategi Pemasaran Konten

  1. Tiadanya strategi bisnis formal seputar konten. Sekarang, sebagian besar pemasar sedang mengisi ember-ember konten, dan tidak memiliki suatu sasaran bisnis sejati (seperti pendapatan, penghematan biaya, atau loyalitas pelanggan) di balik inisiatif-inisiatif konten mereka.
  2. Kurangnya kesabaran. Sebagian besar brand masih menyebut pemasaran konten suatu kampanye, yang menyiratkan ada suatu tanggal berhenti. Pemasaran konten itu suatu maraton, bukan lari 100 meter. Kita perlu mengambil pandangan berjangka lebih panjang tentang bagaimana kita berkomunikasi dengan para pelanggan kita.
  3. Membuat konten yang bos Anda cintai, tetapi pelanggan Anda tidak sukai. Jika pelanggan Anda menyukai konten Anda, itu berarti ia memenuhi kebutuhan orang-orang yang Anda sedang coba untuk jangkau, yang bos Anda alaminya akan sukai. Tapi kebalikannya tidak benar. Jika atasan Anda menyukainya, tetapi pelanggan membencinya… yah, siapa peduli? Tanyai diri: Akan tampak seperti apa konten Anda seandainya pelanggan Anda menandatangani slip gaji Anda?

Mengapa Pemasaran Konten Penting?

Konten adalah landasan dari upaya-upaya pembangkitan prospek (lead generation) Anda. Pemasaran konten didefinisikan sebagai “teknik pemasaran dari menciptakan dan mendistribusikan konten yang relevan dan berharga untuk menarik, memperoleh, dan melibatkan suatu khalayak sasaran yang ditetapkan dengan jelas dan dipahami—dengan tujuan menggerakkan tindakan pelanggan yang menguntungkan”.

Bayangkan konten sebagai bahan bakar untuk semua kampanye pemasaran Anda—mulai email sampai sosial dan event.

Pemasar kini telah mengandalkan konten untuk melibatkan prospek dan pelanggan dalam lingkungan pembeli baru hari ini. Anda harus membuat konten yang mendidik, menginspirasi, dan memohon untuk dibagikan. Ia perlu membantu prospek mengatasi tantangan-tantangan dan mencapai cita-cita mereka. Jika Anda bisa melakukan itu, para prospek akan berbondong-bondong kepada Anda, dan Anda akan mendapatkan kepercayaan mereka. Kepercayaanlah akhirnya yang menciptakan pelanggan dari prospek.

Para pelanggan sekarang lebih cerdas, lebih terhubung, lebih tercerahkan, lebih dipengaruhi dan berpengaruh secara sosial, dan kurang cenderung menanggapi umpan-kampanye. Pemasaran harus
membuat konten yang orang-orang benar-benar inginkan.

Apa Bentuk Yang Bisa Diambil Konten Anda?

Konten itu lebih dari sekedar ebook. Ia bisa mengambil banyak bentuk, jadi berpikirlah di luar kotak!

  • Artikel
  • Posting blog
  • Studi kasus
  • Lembar contekan
  • Checklist
  • Ebook
  • Email
  • Infografis
  • Kit
  • Panduan definitif besar
  • Podcast
  • Panduan referensi
  • Slideshare
  • Survei
  • Template
  • Video
  • Konten visual
  • Webinar
  • Buku putih (whitepaper)
  • Buku kerja (workbook)

Bila digunakan secara efektif, pemasaran konten dapat:

  • Membentuk kesukaan/selera merek dan memengaruhi pembelian-pembelian mendatang
  • Menghasilkan pembagian (share) media sosial dan inbound link (link masuk)
  • Menaruh para pelanggan di kursi pengemudi
  • Membantu mendukung upaya-upaya optimasi mesin pencari (SEO)
  • Meningkatkan kesadaran merek (brand awareness)
  • Menghasilkan para prospek berkualitas dengan lebih sedikit uang (bila dibandingkan dengan pemasaran yang lebih tradisional)

Apa Itu Lead (Prospek)?

Untuk membangun strategi lead generation Anda, Anda harus mulai dengan dasar-dasarnya. Setiap organisasi akan memiliki definisinya sendiri tentang “lead yang baik”. Jika Anda tidak tahu definisi Anda, lead generation 101 adalah tempat Anda perlu memulai.

Ada banyak definisi dari lead, dan ada lebih banyak lagi definisi dari “lead bagus”. Menurut Marketo, dalam siklus pendapatan mereka sendiri, lead adalah “seorang prospek terkualifikasi atau memenuhi syarat yang mulai memperlihatkan perilaku membeli”.

Craig Rosenberg, pakar penjualan dan pemasaran dan penulis blog Funnelholic, menyatakan bahwa “ada dua elemen suatu lead – demografis dan psikografis. Saat menyangkut unsur psikografis, definisi Anda dari lead akan bergantung pada perusahaan Anda, di mana Anda menjual, dan kepada siapa Anda menjual.”

Cukup mudah. Tapi batasan suatu perusahaan tentang suatu lead sering tidak disepakati oleh penjualan maupun pemasaran. Bagaimana Anda sampai pada suatu kesepakatan? Sederhananya, kedua tim harus bertemu dan berdiskusi sampai mereka bisa setuju – keberhasilan upaya-upaya lead generation Anda bergantung padanya.

Checklist Keselarasan Lead Penjualan dan Pemasaran

Inilah cara penjualan dan pemasaran dapat membuat suatu definisi lead universal yang disepakati oleh kedua tim:

  1. Jadwalkan waktu untuk bertemu.
    Kumpulkan semua pemangku kepentingan kunci anda dalam sebuah ruangan dan curahkan ide masing-masing.
  2. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sulitnya.
    Untuk pemasaran, tampak seperti apa pasar sasaran Anda? Siapa yang Anda miliki dalam sistem anda, dan dengan apa yang mereka terlibat? Untuk penjualan, dengan prospek apa Anda berbicara? Apa jenis-jenis pembeli yang menutup?
  3. Tentukan seberapa baik adalah “Cukup baik”.
    Pasang suatu tingkat dasar. Apa yang pemasaran anggap suatu lead yang cukup baik untuk diserahkan ke penjualan? Sebaliknya, apa pendapat penjualan adalah suatu lead yang layak ditindaklanjuti?
  4. Dapatkan sisi lain dari kisahnya.
    Apa yang pemasaran anggap suatu lead yang buruk? Dan apa yang penjualan anggap suatu lead yang tidak layak mendapatkan waktu mereka?
  5. Setujui suatu definisi dan tuliskan itu. Karena sekarang Anda memiliki definisi Anda, tuliskan dan patuhi itu. Tambahkan itu ke sistem otomasi pemasaran Anda, pasang itu di dinding – lakukan apa pun yang perlu untuk menjaga kedua tim terfokus.
  6. Nyatakan definisi Anda sepanjang waktu.
    Bertemulah secara teratur untuk mengulas definisi ini. Anda harus nyatakan dan mengubah definisi Anda seiring perusahaan Anda tumbuh dan prioritas-prioritas bergeser.

Demografis

Saat menguraikan profil lead anda, anda perlu melihat demografis—pengenal-pengenal yang bisa dikuantifisir yang mencirikan populasi lead anda. Sifat-sifat demografis lazim untuk B2C maupun B2B bisa terdiri dari yang berikut ini:

  • Jenis kelamin
  • Gelar
  • Perusahaan
  • Tahun pengalaman
  • Email pribadi vs. Email korporat
  • Pendidikan (B2C)
  • Umur (B2C)
  • Penghasilan (B2C)

Firmografis

Firmografis, yang digunakan sebagai kriteria oleh perusahaan-perusahaan B2B, adalah ciri-ciri organisasi yang membantu anda menemukan organisasi pelanggan ideal anda, mis. :

  • Nama perusahaan
  • Ukuran/besar perusahaan
  • Lokasi perusahaan
  • Pendapatan
  • Jumlah divisi
  • Jumlah produk/jasa yang dijual
  • Pasar-pasar geografis yang dilayani
  • Industri
  • Produk-produk yang sudah dimiliki

BANT

Anda juga sering bisa menentukan tempat seorang prospek dalam proses membeli dengan menganalisis sifat-sifat BANT-nya (Budget, Authority, Need, dan Timeline). BANT adalah praktik kualifikasi lead yang lebih maju daripada analisis demografis dan firmografis sendiri.

  • Anggaran: Bisakah lead ini membayar produk atau jasa anda?
  • Otoritas: Apakah lead anda memiliki otoritas atau wewenang untuk membeli produk anda? Apakah dia pembuat keputusan?
  • Kebutuhan: Lead anda harus membutuhkan produk atau jasa anda. Adakah suatu derita yang produk atau jasa anda bisa pecahkan?
  • Waktu: Apa kerangka waktu pembelian lead anda? Dan apakah itu selaras dengan siklus penjualan anda?

Penyerahan/Pelimpahan Lead

Seperti halnya penjualan dan pemasaran harus sepakat atas definisi suatu lead, mereka juga harus sepakat atas pelimpahan lead—kapan lead itu dikirim atau dilimpahkan ke penjualan. Ini menjamin peralihan mulus dari pemasaran ke penjualan, dan follow-up segera atas hot leads.

Penentuan Tahap Lead

Untuk menyetujui kualifikasi atau persyaratan pelimpahan lead, tim-tim penjualan dan pemasaran anda harus menentukan bersama kedua kategori pokok dari tahap-tahap lead: Marketing Qualified Leads (MQLs) and Sales Qualified Leads (SQLs).

  • Marketing Qualified Leads (MQLs): Para prospek ini dianggap lead pemasaran yang layak, mempertimbangkan kriteria scoring tersirat, kriteria scoring tersurat, dan (jika ada) BANT (Budget, Authority, Need, dan Timeline).

Pemberitahuan Penjualan

Begitu suatu lead mengenai suatu ambang skor tertentu dalam alat otomasi pemasaran anda, lead anda menjadi suatu MQL dan tim kualifikasi lead penjualan dalam anda harus diberitahu untuk melakukan kontak. Karena alat-alat otomasi pemasaran berpadu dengan banyak alat customer relationships management (CRM), data ini bisa dilimpahkan langsung ke dalam catatan lead dalam suatu CRM.