Tag Archives: Proses pembuatan content marketing

BEBERAPA KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PROSES PEMBUATAN CONTENT MARKETING YANG BERKUALITAS

Bisa dikatakan content marketing adalah strategi yang paling terbaik untuk saat ini bagi kebanyakan bisnis ini dan terutamanya adalah bisnis yang sudah mulai merambah basis internet. Semua perusahaan yang berlomba-lomba untuk mencipatkan banyak content yang lebih menarik agar bisa bersaing di pasar. Tentunya aka nada banyak sekali kesalahan-kelalahan yang sama sekali tidak disadari oleh oleh seorang content marketer perusahaan dalam membuat sebuah content marketing.

Content-Marketing-1Berikut ini merupakan beberapa penjelasan kesalahan dari praktisi content marketing yang bisa saja terjadi dalam membuat sebuah content marketing:

1. Pandangan Dari Content Marketer.

Perspektif dari content marketer terhadap penggunaan content marketing merupakan dasar awal dari terciptanya suatu content marketing, jika seorang content marketer menganngap tidak ada ROI yang harus dihitung pada pembuataan sebuah content marketing, maka content yang nantinya akan dihasilkanpun tidak begitu optimal bagi branding maupun terhadap penjualan perusahaan. Content marketer juga harus menghindari sikap terlalu birokratis karena akan sangat berdampak kepada ketidakdinamisan dalam pembuatan sebuah content atau dengan kata lain content akan menjadi terlalu kaku karena berpandangan bahwa segalanya yang berada dalam konten harus benar-benar sesuai dengan birokrasi.

Seorang content marketer juga seharusnya tidak boleh terjebak terhadap sebuah pola pikir dari kampanye karena akan menjadikan sebuah kreatifitas dari content menjadi sangat terbatas dan sama sekali tidak menarik, content yang tidak selalu berunsur kampanye. Memimpikan sebuah content yang terlalu sempurna juga merupakan suatu sikap yang harus bisa dihindari bagi seorang content marketer, alih-alih akan bisa mendapatkan content yang lebih sempurna, namun justru malah membuang waktu dalam membuat content dengan sia-sia. Lebih baik jika kita lebih fokus terhadap tahap evaluasi setelah content sudah tercipta.

2. Melewatkan Tahap Perencanaan Content.

Ini merupakan tahap yang paling krusial dan juga yang paling menentukan dalam pembuatan content marketing adalah tahapan perencanaan. Jika tahapan ini sudah terlewatkan, maka content marketing yang akan dihasilkanpun menjadi tidak sesuai dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan. Yang serinkali harus kita jumpai pada masa sekarang ini adalah terlalu banyaknya content yang hanya mengincar viralitas saja, tanpa sedikitpun menyajikan semua ide-ide dengan sekaligus, yang lebih terfokus terhadap kuantitas content dan yang tidak menerapkan SEO dalam membuat sebuah content. Hal seperti itu tentunya masih dapat dihindari jika kita mampu dalam mematangkan tahap perencanaan sebelum akan membuat sebuah content.

3. Penulisan Content.

Menulis content tentang segala hal pada saat membuat content bisa menjadikan content akan semakin kehilangan fokus dari tujuan awalnya. Kesalahan dalam hal penulisan yang biasanya seringkali kita jumpai adalah tanpa sadar sudah sangat menyimpang dari penulisan tujuan dan kebutuhan perusahaan. Perhatikan juga  penggunakan tata bahasanya, seringkali kita jumpai bahwa content yang lebih menarik memiliki banyak sekali kesalahan-kesalahan kecil pada penggunaan tata bahasa dan tanda bacanya. Dan jangan hanya sekedar menulis untuk para audience umum saja, namun menulislah untuk para audiens yang terkerucut. Menulis berbagai macam topic juga sebenarnya memiliki sisi yang lebih positif, yaitu berupa keragaman content, namun jika kita terlalu sering menulis berbagai macam jenis topik, maka masalah yang nantinya akan terjadi adalah beban dalam membuat tulisan dengan banyak topik namun harus tetap berkualitas, dan juga tentunya branding dari perusahaanpun akan menjadi tidak terfokus. Stop menulis paragraph yang terlalu panjang, karena biasanya para audiens akan merasa sangat bosan dalam membaca semua content yang sudah kita terbitkan tersebut.

4. Isi Content.

Tentunya isi dari content juga sangat menentukan apakah content yang akan didistribusikan tersebut memiliki dampak yang benar-benar sesuai dengan target perusahaan. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh seorang content marketer adalah menganggap bahwa content lama yang sudah mereka buat adalah berupa sampah yang tidak bisa digunakan lagi, padahal content yang lama tersebut masih bisa kita perbarui lagi dengan sedikit melakukan penyesuaian, atau bahkan tanpa melakukan editing sekalipun content lama tersebut masih bisa diterbitkan kembali dengan catatan bahwa harus sesuai dengan bagaimana kondisi lingkungan eksternal dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Visualisasikan content juga seringkali mudah tercampur dengan subyektifitas dari pembuatan content, si pembuat content merasa bahwa visualisasi dari content yang dibuat sudah cukup menarik tanpa sedikitpun memperhatikan selera dan perkembangan dari pasar, maka sangat penting artinya bagi content marketer untuk membuka diri dan agar selalu mengikuti perkembangan pasar.  Terlalu banyak menerbitkan content promosi juga merupakan suatu kesalahan paling fatal dalam membuat sebuah content, karena akan menjadikan daya tarik dari content tersebut juga semakin berkurang dan para audiens akan menjadi sangat bosan. Tidak memberikan sesuatu yang baru dalam content juga merupakan kesalahan yang sangat sulit untuk bisa dihindari oleh seorang content marketer, sebisa mungkin pada setiap content yang nantinya akan kita buat harus memiliki suatu hal yang baru sebagai daya kejut tersendiri bagi para audiens yang ingin melihat content Anda.

5. Para Audience.

Lupa memikirkan dan menganalisis bagaimana perilaku para audiens secara menyeluruh akan sangat berdampak negatif terhadap proses optimalisasi dari content tersebut, jangan sampai Anda malah membuat content hanya dengan lebih menitikberatkan kepada hanya satu audiens saja karena akan menjadikan content semakin tidak efisien.

6. Data-Data yang Masih Dimiliki.

Jangan pernah meremehkan sebuah data,dengan data tersebut maka kita akan sangat terbantu dalam hal ketepatan untuk membuat sebuah keputusan. Data juga akan menghindarkan kita dari membuat keputusan hanya berdasarkan sebuah asumsi pribadi saja. kegagal dalam hal menganalisis data-data yang sudah diperoleh merupakan sebuah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh content marketer pada saat ini, tentunya membuat content yang sudah dibuat untuk menjadi tidak relevan terhadap suatu kenyataan pasar.

7. Proses Distribusi Content.

Mendistribusikan sebuah content juga sebenarnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Seringkali kita malah menemukan kasus dari kualitas content yang baik, namun tidak diikuti dengan cara pendistribusian content yang baik. Kesalahan-kesalahan dalam proses distribusi content paling umum yang seringkali dilakukan adalah berupa ketidaktepantan dalam memilih platform untuk mendistribusikan content, seperti contoh sebuah content yang lebih menonjolkan sisi visual dari content tersebut akan sangat tidak cocok jika didistribusikan melalui sebuah platform social media seperti twitter. Selanjutnya adalah kesalahan dalam hal waktu pendistribusiannya, banyak sekali content marketer yang menganggap terlalu remeh waktu pendistribusian dari sebuah content, biasanya di Indonesia waktu yang paling tepat untuk mendistribusikan sebuah content adalah pada waktu di jam jam istirahat para pekerja dan jam bersantai, yaitu antara jam sekitar jam 12 siang dan jam 7 malam. Dan yang terakhir adalah berupa kesalahan dalam hal mendistribusikan content adalah karena terlalu percaya diri dalam mendistribusikan sebuah content yang hanya pada satu medium saja.

8. Proses Evaluasi Content.

Beberapa perusahaan telah banyak melakukan kegiatan rutin berupa evaluasi content yang sudah dibuatnya pada periode sebelumnya, namun apakah sudah benar-benar efektif evaluasi yang dilakukannya? Dan beberapa perusahaan juga tidak menentukan adanya jadwal kegiatan dari proses evaluasi dan menganggap remeh sebuah evaluasi. Hal-hal semacam itu seharusnya dapat kita hindari untuk terus maju dan lebih terpacu dalam memperbaiki content yang kita miliki di masa yang akan datang.

Jika kesalahan-kesalahan diatas merupakan hal yang biasa Anda lakukan dalam membuat sebuah content dan Anda merasa content yang sudah Anda buat optimal, maka ketahuilah bahwa kesalahan-kesalahan diatas tidak akan Anda lakukan tentunya content yang Anda buat akan semakin lebih bagus lagi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Terulsah memperbaiki content marketing Anda agar menjadi semakin lebih baik dan bisa diterima oleh banyak orang.