Tag Archives: Konten marketing

TIPE-TIPE KONTEN VIDEO UNTUK TUJUAN KONTEN MARKETING BAGI PERUSAHAAN

Pada zaman serba digital seperti saat ini hampir segala sesuatunya dapat di akses dengan mudah melalui penggunaan perangkat gadget, entah itu dari perangkat desktop maupun dari penggunaan mobile. Tentunya Anda akan bisa melakukannya kapanpun dan dimanapun Anda berada. Untuk seorang marketer online, jangan sampai kehabisan ide-ide strategi marketing bagi brand yang saat ini sudah di usung melalui sosial media.

Artikel-2-Internet-Marketing-Cara-Membuat-Video-Iklan-yang-KreatifVideo yang saat ini masih menjadi salah satu senjata paling ampuh dalam hal pemasaran online. Durasinya yang lebih singkat menjadikan rasa kenyamanan untuk ditonton, Bentuknya yang lebih dinamis menjadikan segala informasinya bisa sampai dengan sangat baik, berbagai alunan musik dan adegan-adegan yang sudah dirancang dengan sangat baik mampu memberikan efek emosional tersendiri dan masih banyak lagi alasan-alasan lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan.

Namun, kali ini praktisi content marketing akan sedikit membahas tentang Web Series. Web Series sendiri merupakan sebuah format yang berupa sinema berseri yang memang dirancang secara khusus untuk ditayangkan melalui teknologi TV yang sudah berbasis web dan (Youtube adalah salah satunya). Sehingga, untuk lebih efektifnya sangat dianjurkan agar setiap episodenya harus berdurasi antara 10-15 menit saja.

hal yang paling wajib untuk dimiliki oleh seorang kreator dari serial web selain dari bermodalkan peralatan adalah dari minat terhadap satu topik dan keinginan dalam mempelajarinya. Dan untuk saat ini semakin banyak produk-produk atau brand yang campaign produk mereka melalui Web Series dari Youtube baik dalam bentuk pre roll bumper in/out, atau dalam bentuk video advertorial dan semakin kesini product placementnya juga menjadi semakin beragam.

Karena memang selain tidak mengeluarkan budget yang tidak terlalu banyak dari produksi iklan dari TV, campaign di Youtube semuanya sudah terukur baik dari sisi viewers, comment, demografi, sampai dengan target audiens yang ingin dicapai, semuanya sangat komplit dan sudah disediakan oleh Youtube secara gratis. Selain dari web series terdapat banyak sekali tipe-tipe video marketing di indonesia dan juga berikut ini adalah penjelasan detailnya:

1. Branded Films.

Apa sebenarnya branded films itu? Mungkin masih belum banyak yang tahu dengan istilah ini. Branded films sendiri adalah berupa kolaborasi antara visi pembuatan film dan value dari sebuah perusahaan. Tujuan utama dari branded films ini adalah untuk menceritakan core value dan visi terbesar dari perusahaan. Branded films, sangat berbeda dengan iklan-iklan di televisi, menghindari hard selling dan juga lebih bertumpu pada kekuatan cerita dan visi dari pembuat film.

2. Web Series

Sama halnya dengan branded films, web series juga lebih bertumpu kepada kekuatan cerita dan visi dari pembuatan film. Perbedaannya masih terletak pada panjang cerita serta kemasan produknya. Branded films yang dibuat sebagai suatu produk yang berdiri sendiri. Sementara untuk web series terdiri dari beberapa episode. Sensasi menontonnya pun tentunya juga berbeda.

3. Educational video.

Setiap brand pastinya memiliki misi yang harus dikejar selain dari menjual produknya. Pastinya akan selalu ada isu-isu yang harus diusung oleh setiap brandnya. Setiap isu juga pastinya lebih banyak mengandung berbagai informasi. Dan informasi-informasi itulah yang sangat penting untuk dishare kepada konsumen. Konsumen yang merasa senang untuk mempelajari hal-hal terbaru dengan lebih cepat, singkat, dinamis, dan menghibur. Itulah alasan dari penggunaan tipe video seperti ini yang sangat perlu untuk di buat.

4. Profile Video.

Dalam membangun kepercayaan terhadap para konsumen, perusahaan harus memperkuat citranya. Memperkuat citra juga bisa dilakukan dengan banyak cara dan salah satunya adalah dengan menceritakan kisah dari perusahaan itu sendiri. Dalam kisah tersebut, visi dan misi perusahaan sagnat penting untuk diketahui oleh banyak orang. Atas dasar itulah, penting agar setiap perusahaan dapat memiliki video profilnya.

5. Documentary.

Documentary merupakan salah satu tren yang sat ini sudah mulai banyak berkembang. Banyak brand dan perusahaan yang sudah menggunakan tipe video seperti ini untuk menceritakan tentang kisah-kisah nyata dari luar sana. Kisah-kisah tersebut kebanyakan adalah berupa kisah-kisah inspiratif yang benar-benar nyata, sehingga para penonton dapat semakin terinspirasi olehnya.

6. Explainer/Tutorial Video.

Beberapa brand-brand tertentu memang membutuhkan video jenis ini. Tujuannya sangat jelas, agar para penonton atau konsumen dapat lebih mempelajari tentang bagaimana cara penggunaan dari sebuah produk dengan lebih mudah dan praktis. Dengan hanya menonton video tutorialnya saja, maka mereka akan dapat semakin memahaminya dengan lebih mudah, tanpa harus dijelaskan secara langsung oleh para staff-staff dari perusahaan (AEP).

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

 

BEBERAPA PREDIKSI TREND TERATAS DALAM DIGITAL MARKETING MENJELANG TAHUN 2019 MENDATANG

Revolusi dalam dunia pemasaran digital terus berkembang dengan sangat cepat. Dengan teknologi terbaru yang selalu muncul dan teknik periklanan dunia digital yang terus berubah-ubah. Berusaha untuk tetap menjadi yang terdepan dan melihat ke depan apa yang akan terjadi selanjutnya dan segera mengambil langkah yang paling tepat. Berikut ini adalah beberapa prediksi penting yang akan berdampak besar pada dunia pemasaran digital pada 2019 mendatang.

28jan-1080x6301. Virtual dan Augmented Realities.

Apakah Anda ingat euvoria launching dari pokemon go beberapa tahun silam? orang orang saling bertabrakan di jalan saat mereka membenamkan diri dalam realitas baru dan menarik ini. Game mungkin adalah sebagai salah satu media penafirsir dari pemahaman tentang Augmented Reality dan Virtual Reality (AR dan VR), namun juga terdapat peluang luar biasa bagi mereka untuk menggunakan teknologi ini untuk semakin meninggkatkan customer experiencenya.

Baru-baru ini Nickelodeon juga sudah mulai memasuki lanskap VR dan AR dengan menambahkan mode AR kepada aplikasi selulernya dan meluncurkan SlimeZone, “pengalaman multiplayer pertama, pengalaman VR sosial.” Channel anak-anak ini berharap bahwa penambahan teknologi tinggi terbaru ini akan menjadikan anak-anak tetap berada di dalam layanan meskipun sedang menghadapi berbagai gangguan dari tempat lain.

2. suara menjadi alat pencarian pemasaran terbanyak .

ComScore memperkirakan bahwa, pada 2020 mendatang, setengah dari semua permintaan pencarian akan lebih banyak berbasis suara. Prediksi yang menyebabkan pemasar cerdas untuk duduk dan selalu memperhatikannya. Teknologi pengenalan suara diharapkan dapat tumbuh semakin lebih besar dan lebih baik, dan konsumen akan menyambut kenyamanan pencarian suara cerdas dengan tangan terbuka. Untuk saat ini, sebagian besar dari penggunaan penelusuran suara lebih banyak didasarkan pada utilitas orang-orang yang paling sering menggunakannya pada saat tangan mereka penuh atau ketika mereka mengemudi. Akan tetapi ketika tingkat akurasi kata semakin meningkat selama tahun depan, dan konsumen akan menjadi lebih terbiasa dengan berbagai kebutuhan mereka agar bisa terpenuhi, berharap untuk melihat merek yang bersaing pada platform lain, karena mereka berjuang untuk memahami bagaimana bisa ditemukan dalam pencarian suara.

3. AI-Powered Solutions Dimana Mana Dari Usaha Kecil hingga Perusahaan Besar

Jika tahun 2018 adalah tahun perusahaan mulai bereksperimen dengan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML), maka tahun 2019 akan menjadi tahun yang  akan mereka dapatkan dengan benar. Dari chatbots sampai otomatisasi proses robot, nilai efisiensi akan lebih ditingkatkan, peningkatan produktivitas, dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi menjadi semakin jelas. Pada tahun 2019 mendatang, teknologi yang lebih banyak didukung oleh AI akan membawa pemasaran yang lebih berpusat kepada para pelanggan kepada tingkatan yang baru. Diferensiator besar, mengharapkan analisis tren yang lebih baik, peningkatan profil pelanggan, dan bahkan strategi personalisasi yang jauh lebih canggih lagi.

4. tampilan video memimpin traffic di internet.

Video saat ini sudah mulai memakan web sedikit demi sedikit, sebuah fenomena yang dikenali selama bertahun-tahun lalu ketika Washington Post memperkirakan bahwa video akan mencakup 80% dari semua traffic Internet pada tahun 2019 mendatang. Itu sudah sangat masuk akal, karena rentang dari perhatian public rata-rata sangat pendek, dan kebanyakan orang lebih senang untuk menonton video daripada membaca postingan artikel dari blog. Menyadari akan hal ini, merek dengan sangat antusias akan semakin berlomba-lomba dalam mempublikasikan video dari acara live dan langsung dari momen di balik layar. Mereka akan langsung membuat tips dan trik video dan apapun yang bisa mereka kumpulkan bersama dalam satu, dua, atau tiga menit potongan dari setiap tips dan triknya. Namun, pemasaran video hanya memiliki kemungkinan untuk berhasil jika hal itu bisa memberikan seperti apa yang diinginkan oleh konsumen, kapanpun dan bagaimana mereka menginginkannya.

5. Serangan Periklanan Native Mendorong Strategi Pemasaran Menjadi Lebih Kreatif Dari Sebelumnya.

Konsumen saat ini semakin tahan terhadap iklan, dan peningkatan pemblokir iklan yang tiba-tiba saja telah membuat semakin sulit bagi para pemasar untuk mengirimkan pesan-pesan mereka. Jika perusahaan ingin menjangkau konsumen pada tahun 2019 mendatang, maka mereka harus berusaha lebih keras untuk membuat iklan mereka dan memadukannya secara alami ke dalam sebuah konten. Jangan lupa untuk memasukkan iklan asli didalamnya. Iklan asli akan memberikan jeda yang sangat dibutuhkan seperti adanya iklan spanduk. Namun, karena brand juga sudah bekerja mati-matian agar tidak terlalu mengganggu dari sisi visual, mereka harus berhasil mengkaburkan batas antara iklan asli dengan iklan tradisional.

6. iklan terprogram akan menjadi semakin mainstream.

Pada tahun 2018 ini, pertumbuhan iklan terprogram sudah semakin pesat. Teknologi yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi pembelian media yang sedang semangat-semangatnya dan diprediksikan akan mampu menghasilkan dua pertiga dari iklan tampilan digital dunia pada tahun 2019 mendatang. Pembeli dan penjual akan sangat senang untuk berinvestasi pada pembelian iklan otomatis dan mereka akan terus berusaha untuk melakukannya. Tampilan digital sedang dalam perjalanan untuk menjadi 100% terprogram. Namun yang paling menarik adalah tentang bagaimana media tradisional akan mengikutinya? Anda dapat berharap lebih banyak untuk melihat bagaimana pergeseran seperti ini dari programatik kepada media tradisional yang sudah mulai terbentuk pada tahun 2019 mendatang (AEP).

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

 

PERBEDAAN-PERBEDAAN MENDASAR ANTARA CONTENT MARKETING B2B DENGAN KONTENT MARKETING B2C

Dari sisi pelanggan, pelanggan model bisnis B2B memiliki keunikannya masing-masing. Jika biasanya seorang yang membeli sebuah produk karena merasa tertarik dengan harga, popularitas produk, status atau trigger emosional lainnya, maka lain lagi dengan konsumen B2B mereka yang membeli sebuah produk hanya berdasarkan dari dua hal, pertama adalah harga produknya dapat bersaing dan bagaimana potensi keuntungannya jika produk tersebut mereka gunakan atau justru untuk dijual kembali.

b2b-vs-b2c-thumbDari kategori konten maketing B2B, banyak diantara orang awam yang menilai bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini oleh para marketer B2B adalah dengan cara mentargetkan konsumennya secara langsung. Mereka berpikir bahwa orang-orang marketing dari B2B akan menjadikan iklan-iklan pada setiap saluran televisi Nasional dan membuatnya bisa menjadi viral hanya untuk meningkatkan peluang keputusan membeli para konsumen. Perlu diketahui tentang hal-hal tersebut juga tidak sepenuhnya benar bagi para marketer B2B.

Jika Anda adalah salah satu dari seorang pebisnis model B2B dan memang berniat untuk mengembangkan bisnis Anda, maka terdapat beberapa hal yang harus Anda pelajari terlebih dahulu tentang perbedaan dari konten marketing B2B dan B2C agar bisa mencapai target pemasaran dari bisnis Anda tersebut.

1. Mengetahui maksud dan tujuannya.

Perbedaan antara konten marketing antara B2B dan B2C adalah terdapt pada maksud dari pembuatan iklan sebagai salah satu strategi pemasaran. 85% dari content marketing creator B2B akan selalu berusaha keras agar merek mereka bisa menjadi lebih terdepan diantara para kompetitornya. Jika para calon pelanggan sudah sangat mengenal produk Anda, maka produk Anda adalah yang terbaik, mereka akan melewati tahapan penelitian yang lebih mendetail terhadap produk atau berupa pengenalan seperti apakah produk tersebut dibutuhkan dan akan langsung menuju tahapan dari evaluasi alternatif (dari produk bisnis Anda akan menjadi salah satu pilihan alternatif dari para konsumen). Lain halnya dengan B2B, para pelanggan B2C lebih cenderung akan membeli produk B2C karena rasa aman yang ada dalam diri mereka ketika menggunakan produk tersebut atau mereka sudah memiliki informasi yang cukup terhadap produk tersebut.

2. Pesan-pesan yang disampaikan.

Pesan-pesan yang terdapat dalam sebuah konten marketing juga berhubungan langsung dengan siapa sebenarnya target marketnya. Banyak diantara para ahli yang menyatakan bahwa para calon konsumen B2C akan menjadi lebih terpengaruh ketika jenis pesan-pesan dalam strategi marketingnya adalah berupa sebuah produk, sementara untuk konsumen B2B akan langsung menanggapinya secara lebih positif pesan-pesan marketing yang menjelaskan tentang manfaat dan kegunaan dari produk-produk tersebut.

Menurut Katie Rosehill, seorang kolumnis dalam Chron’s Small Bussiness mengatakan bahwa taktik pemasaran yang banyak digunakan dalam B2B dan B2C memang agak berbeda, namun untuk jenis metode periklanan, promosi dan juga publisitas keduanya masih tetap sama. Pada B2B, pesan-pesan marketing lebih didasarkan pada tiga hal, yaitu:

1. Nilai (Value).
2. Layanan (Service).
3. Kepercayaan (Trust).

Sedangkan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh marketer B2C memang lebih berfokus hanya terhadap dua hal, yaitu:

1. Harga yang lebih bersaing.
2. Kepuasan emosional pelanggan.

Meskipun demikian, hal lain yang mendasari pesan-pesan dari marketing ini juga tidak bersifat kaku dan ekslusif. Seperti contoh bengkel reparasi mobil. Bisnis bengkel reparasi mobil merupakan model dari bisnis B2C dengan setiap individunya adalah sebagai konsumennya. Dalam pesan yang ingin disampaikannya adalah bisnis bengkel reparasi mobil tentu saja tetap akan selalu menjual value dan trust untuk bisa mendapatkan hati dari para pelanggannya.

3. Sumber

Bagi para pebisnis B2C, sumber yang dapat digunakan dalam menjangkau para calon konsumen juga banyak tersedia luas dan dalam jumlah yang hampir tidak terbatas. Selain dari social media dan website yang merupakan tulang punggung dari sebuah marketing online, pelanggan B2C juga bisa didapatkan melalui media tradisional lainnya seperti iklan, SEO dan juga penggunaan media-media yang serupa.

Namun untuk jenis bisnis B2B sumber yang bisa memberikan peluang potensial untuk menjangkau para calon konsumen juga tidak sebanyak dari sumber-sumber bisnis B2C. Bisnis B2B sebenarnya juga bisa saja beriklan pada masing-masing media seperti: BuzzFeed namun untuk hasil yang diberikan juga tidak akan maksimal. Orang-orang yang merasa tertarik dan ingin membeli produk dari bisnis B2B kemungkinan besar hanya dari kalangan perorangan dan bukan pembeli potensial dalam ruang lingkup yang lebih besar.

Meskipun demikian jika Anda sedikit lebih jeli dalam melihat adanya peluang, ternyata masih banyak sumber-sumber potensial lain yang dapat digunakan untuk memasarkan produk dari B2B, salah satunya adalah dari Linkedln’s Sponsored Update. Salah satu tips dalam marketing B2B yang paling relevan adalah dengan menggunakan Linkedln’s Sponsored Update untuk memberikan kesempatan bertemu dengan konsumen-konsumen yang sangat potensial.

4. Format.

Perbedaan selanjutnya antara konten marketing B2B dan B2C adalah tentang format. Menurut Eccolo Media Technology Content Survey, para pembeli B2B jauh lebih suka untuk membaca deskripsi sebuah produk melalui blog atau whitepaper (sebuah dokumen yang berisikan tentang penjelasan yang lebih detail dari sebuah produk secara lebih mendalam dan persuasif, semacam press release) selama masa siklus promosi. Terkhususkan bagi para calon-calon konsumen produk teknologi, 98% keputusan akhir dari para calon konsumen sangat bergantung kepada whitepaper yang sudah perusahaan Anda buat. Sedangkan 66% dan 37% lainnya masih bergantung kepada hasil studi kasus dan boklet panduan teknologinya.

Lain halnya dengan berbagai format dalam konten marketing B2B. Menurut hasil penelitian Content Marketing Institute tentang B2C Content Marketing Research Report for North America pada tahun 2015 lalu, para calon konsumen dari produk B2C lebih menyukai format yang lebih real time dan juga user generated.

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa perbedaan antara format dalam konten marketing B2B dan B2C ini juga tidak bersifat permanen. Perusahaan dengan model bisnis B2B juga tidak harus selalu menggunakan metode dari whitepaper atau studi dan perusahaan dengan model bisnis B2C juga tidak harus selalu menggunakan metode dari kasus secara real time atau user generated sebagai sebuah konten marketing mereka.

Perbedaan dari sisi format seperti ini hanya sebagai suatu rekomendasi dan bertujuan untuk membuat Anda menjadi lebih paham bahwa format-format seperti inilah yang akan bisa menjadi konten marketing dari bisnis Anda. Dalam praktek sebenarnya, format dari konten marketing akan semakin berkembang menyesuaikan dengan bagaimana kondisi pasar dan masing-masing kebutuhan dari para calon pelanggan Anda.

 

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

 

 

BEBERAPA MANFAAT DARI PENGGUNAAN STRATEGI DIGITAL MARKETING BAGI PARA PENGUSAHA UKM

Banyak yang menganggap bahwa digital marketing merupakan sesuatu hal yang biasa dan tidak berdampak apapun pada bisnis yang sedang kita jalankan. Namun pada kenyataannya digital marketing sangatlah efektif untuk menunjang sebuah bisnis. terhitung sejak tahun 2014 lalu berbagai iklan dari media digital maupun dari internet sudah mampu dalam mengalahkan iklan-iklan dari televisi dan mungkin saja perbandingannya sudah sangat jauh berbeda dengan era digital seperti saat ini. Semakin banyaknya orang yang sudah menjadikan media internet sebagai suatu kebutuhan dalam menjalankan berbagai aktifitas sehari-harinya menyebabkan digital marketing menjadi jauh lebih efektif apabila dibandingkan dengan media iklan-iklan yang lainnya.

Digital-Marketing-Software-MarketBagaimana manfaat dari digital marketing ini bagi para pengusaha UKM dimasa sekarang? Faktanya adalah masih sangat banyak para pengusaha UKM yang masih mengabaikan strategi seperti ini dengan alasan terlalu ribet dan rumit dan lain sebagainya. Namun, jika kita melihat dari perkembangan digital marketing merupakan sebuah strategi yang cukup mudah untuk dilakukan, murah dan tidak sampai menghabiskan banyak waktu dan strategi dari digital marketing ini adalah berupa strategi yang lebih tepat dan berdampak sangat besar bagi perkembangan dari suatu bisnis.

Apa itu digital marketing? digital marketing merupakan suatu upaya pemasaran produk atau jasa yang dilakukan melalui internet dengan tujuan agar bisa semakin menjangkau lebih banyak konsumen dengan tepat dan cepat yang bisa dilakukan dengan cara beriklan melalui Google AdWords, Facebook Ads, dan media online lainnya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari digital marketing dalam menjalankan bisnis UKM:

1. Dapat terhubung langsung dengan konsumen secara online.

Manfaat dari penggunaan digital marketing adalah dapat dengan mudah untuk menjangkau para konsumen karena bisa dilakukan secara online. Dengan adalah media internet, para konsumen dan para calon konsumen akan dapat dengan sangat mudah untuk mencari berbagai kebutuhan informasi, bahkan bisa menyampaikan apapun keluhan mereka.

2. Konversi penjualan akan menjadi jauh lebih meningkat dari sebelumnya.

Dari segi kanal pemasaran digital, bisnis UKM dapat dengan mudah untuk menjangkau calon-calon konsumen yang sudah mereka targetkan dan yang telah disesuaikan dengan produk-produk atau jasa yang ingin mereka tawarkan.

3. Biaya pemasaran jauh lebih murah.

Digital marketing sudah menawarkan biaya pemasaran yang jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan pemasaran konvensional yang rata-rata biayanya jauh lebih tinggi.

4. Kemampuan untuk pelayanan konsumen secara real time (online).

Ditinjau dari segi pelayanannya, maka digital marketing jauh lebih unggul karena dapat melayani semua konsumen secara real time dengan media internet. Bahkan, layanan kita akan bisa lebih cepat dan pastinya tidak sampai mengecewakan para konsumen.

5. Mampu menjaga posisi pada tingkat persaingan bisnis.

Persaingan dalam bisnis merupakan salah satu permasalahan yang harus bisa diatasi oleh semua pengusaha. Dengan adanya strategi dari penggunaan digital marketing ini, maka pelaku bisnis UKM akan dapat dengan mudah untuk menjaga posisi mereka dari semakin banyaknya pesaingnya dalam layanan online seperti ini. Dari berbagai permasalahan itulah, maka bisa kita lihat dari semakin banyaknya para pengusaha yang sudah memanfaatkan layanan dari penggunaan iklan seperti: Pay-per-Click, Pay-per-Download, maupun Affiliate marketing dalam menjaga posisi bisnis mereka masing-masing.

6. Mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang jauh lebih besar.

Jika dahulu agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar adalah suatu kemustahilan, namun tidak dengan sekarang. Semua persaingan dalam dunia bisnis bisa terjadi di dunia digital. Perusahan besarpun ingin sekali memanfaatkan dunia digital untuk bisa mendapatkan posisi teratas dan bukan suatu hal yang mustahil untuk bisa dilakukan oleh para pengusaha UKM juga. Pengusaha UKM juga masih bisa untuk ikut bersaing bersama dengan perusahaan-perusahaan besar hanya dengan memanfaatkan digital marketing dan bahkan bisnis UKMpun juga bisa mengalahkan perusahaan yang lebih besar.

7. Mempersiapakan bisnis UKM untuk era internet of things mendatang.

Dipediksikan pada sekitar tahun 2020 mendatang akan ada sekitar 26 milyar gadget yang sudah terhubung langsung secara global pada media ekosistem online, baik itu adalah berupa smartphone, tablet, jam tangan elektronik dan jenis-jenis gadget lainnya. Dari beberapa faktor-faktor seperti diatas, maka pengusaha UKM sebenarnya juga tidak hanya mengikuti arus dari dunia bisnis secara konvensional, mereka juga harus bisa mempersiapkan bisnisnya untuk era internet of things dimasa mendatang.

 

 

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com

 

MACAM-MACAM JENIS DARI CONTENT MAREKTING YANG WAJIB DIKUASAI OLEH SEORANG CONTENT MARKETER YANG PROFESIONAL

Sebagai seorang content marketer yang professional tentunya Anda harus mengetahui dan menguasai terlebih dahulu tentang beberapa dasar-dasar dari berbagai macam jenis content marketing yang sedang popular saat ini atau yang paling banyak memberikan efek positif terhadap tercapainya berbagai tujuan-tujuan milik perusahaan. Maka praktisi content marketing kali ini akan memberikan sedikit penjelasan yang terkait dengan berbagai macam jenis-jenis dari content marketing yang wajib dikuasai oleh seorang content marketer professional.

pic-for-blog1. Kemampuan Artikel.

Kualitas dari sebuah situs web bukan hanya sekedar dilihat dari barang-barang yang dijualnya saja atau yang sudah diproduksi oleh perusahaan. Namun setidaknya isi dari web itu sendiripun juga ikut mempengaruhi kualitas dari web tersebut. Pengisian dari artikel-artikel yang bermanfaat dan berkualitas akan mampu mendongkrak suatu web untuk menjadi yang tertinggi pada mesin pencarian dan lebih banyak dikunjungi oleh para audiens. Sedangkan dalam artian yang lebih luas lagi dari artikel yang bermanfaat dan berkualitas adalah artikel yang lebih relevan terhadap adanya visi dan misi dari perusahaan, memiliki manfaat dan daya tarik tertentu bagi para pembacanya dan juga bagi perusahaan.

2. Kemampuan Infografik (Informasi dan Hiburan).

Kebanyakan dari para pengguna internet yang sedang berselancar didunia maya bertujuan untuk mencari suatu informasi dan/atau sekedar mencari sebuah hiburan. Maka dari sinilah infografik lebih banyak menawarkan gabungan dari sisi informasi dan hiburan. Sebuah informasi yang harus dikemas dengan menarik dan berbentuk grafik serta tentu saja harus mudah dipahami dalam menjadikan para pembacanya merasa lebih nyaman dengan adanya infografik tersebut.

3. Membuat Meme Berkualitas.

Jenis content marketing yang satu ini bisa dibilang saat ini sudah mulai popular di kalangan para anak-anak muda, karena juga mengandung unsur lucu, menghibur dan sarat akan pesan-pesan moralnya. Jenis content meme sebenarnya juga sangat cepat untuk menjadi viral. Jika sebuah informasi sudah dimuat dalam sebuah content meme yang cukup unik dan menarik, maka sebagian besar dari para pengguna internet pasti akan lebih cepat untuk memperhatikan dan langsung membagikannya ke social media mereka masing-masing. Meme juga lebih dikenal sebagai jenis content marketing yang dengan cepat ter up to date dalam isu-isu yang sedang populer saat ini.

4. Animasi Explainer.

Biasanya jenis content seperti ini lebih banyak digunakan untuk jenis-jenis introduksi dari sebuah brand baru atau dari produk baru. Animasi explainer juga lebih banyak dikenal sebagai media terbaik untuk membantu dalam menjelaskan sesuatu hal yang lebih rumit dan kurang menarik dalam waktu yang relative lebih singkat. Dengan cara menggunakan animasi explainer untuk proses introduksi brand Anda, maka akan menjadi semakin menambah nilai profesionalitas dan eksklusifitas dari brand Anda.

5. Video Webseries.

Kita sebenarnya juga cukup layak untuk menekuni pembuatan content yang berjenis webseries, ciptakan chanel web series Anda sendiri dengan muatan yang lebih menarik akan semakin membantu brand Anda dalam meningkatkan brand awareness dan mendapatkan banyak sekali follower brand yang tentunya semakin diharapkan dikemudian hari oleh para follower follower tersebut yang tentunya sangat berpotensi besar untuk menjadi pembeli Anda.

6. Menulis E-Book.

Untuk menumbuhkan rasa kepercayaan yang lebih tinggi dari konsumen bahwa sebenarnya brand Anda memang yang paling terbaik pada setiap masing-masing bidangnya, pembuatan e-book merupakan salah satu dari jenis content yang dalam hal ini sangat cocok untuk digunakan. Misalnya sebuah perusahaan otomotif yang mampu menerbitkan buku-buku tentang otomotif yang berisikan tips-tips, solusi dan lain sebagainya yang berhubungan langsung dengan dunia otomotif dan pastinya akan mendapat penilaian yang lebih dimata para konsumen, karena sudah menerbitkan e-book yang cukup bermanfaat dan benar-benar relevan terhadap bisnisnya.

7. E-Magazine.

Kebanyakan dari berbagai brand menggunakan e-magazine yang bertujuan untuk mengumpulkan dan membentuk satu komunitas khusus yang senang dengan bidang yang sama, e-magazine seolah sudah menjadi dasar buku panduan bagi banyak orang dalam mekukan sesuatu, atau lebih singkatnya lagi adalah e-magazine yang memiliki power yang lebih tinggi untuk mengarahkan para pembacanya sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Misalnya brand produk dari oli yang ingin lebih meningkatkan penjualan dari produk oli terbarunya, maka diapun akan membuat e-magazine yang berisikan tentang berbagai ulasan-ulasan tentang oli barunya dan menyebarkan sebuah e-magazine tersebut kepada para followernya.

8. Product Review.

Hampir sama seperti artikel, namun untuk product review lebih memfokuskan tulisannya terhadap berbagai ulasan-ulasan dari produk-produk Anda dan yang menulisnya adalah dari para konsumen yang telah menggunakan produk-produk Anda atau bisa juga dari ambassador brand Anda. Tujuan dalam menulis product review adalah sebagai sebuah referensi dan rekomendasi bagi sebagian orang yang masih belum menggunakan produk Anda.

9. Panduan Komperehensif.

Isi dari panduan komperhensif harus benar-benar relevan dengan bisnis yang sudah Anda jalankan saat ini, misalnya berupa panduan tentang social media marketing yang sudah diterbitkan oleh salah satu perusahaan dari konsultan binsis. Panduan akan mendapatkan impact yang lebih besar jika relevan dengan berbagai kebutuhan perusahaan yang sebenarnya dan dari visi yang berkualitas.

10. Slide Share.

Slide share hadir bagi Anda yang ingin membagikan sebuah presentasi singkat dan cukup menarik bagi para follower Anda. Slide share harus bersifat lebih informatif dan menarik agar para audiens bisa benar-benar terpaku pada apa yang  ingin Anda sampaikan.

11. Podcast.

Pada masa seperti sekarang, podcast sudah mulai banyak yang dipertimbangkan oleh perusahaan untuk membuat content marketing, karena pembuatan dari podcast sendiri terbilang memang sangat mudah dan murah, namun ternyata memberikan impact yang sangat besar bagi perusahaan. Beberapa ahli juga sudah memprediksikan bahwa perkembangan dari podcast akan sangat lancar di Indonesia dan di masa yang akan datang.

12. Quiz.

Quiz juga terbilang sebagai jenis content marketing yang gampang-gampang susah untuk dilakukan, buatlah sebuah quiz yang lebih bersifat edukatif dan cukup relevan dengan perusahaan, tawarkan berbagai macam hadiah yang lebih menarik terhadap para pemenang quiz. Quiz juga memiliki nilai yang lebih yang juga tidak dimiliki oleh content lain, yaitu berupa kesenangan dan antusiasme dari para follower dalam mengikuti quiz.

13. Games.

Hampir sama seperti sebuah quiz, games juga memiliki nilai yang lebih, yaitu berupa antusiasme dan kesenangan yang bisa dirasakan oleh para followers, namun bedanya adalah games lebih banyak ditujukan untuk para follower yang berusia remaja kebawah.

14. Testimoni Client.

Testimony client merupakan jenis content terbaik dalam mempengaruhi para follower lain dan bisa mendapatkan pengakuan dari masyarakat umum. Lalu sebenarnya apa yang telah dirasakan dan diungkapkan oleh para customer terhadap suatu produk Anda adalah berupa poin terbesar yang harus Anda publikasikan untuk meningkatkan keputusan pembelian masyarakat terhadap brand Anda.

15. User Generated Content.

Merupakan sebuah content yang telah dibuat oleh para pelanggan Anda, hampir sama halnya seperti sebuah testimony namun untuk jenis content seperti ini tidak banyak menunjukkan adanya sebuah kekurangan dan kelebihan dari produk Anda secara lebih detail, hanya  menunjukkan hasil dari penggunaan produk Anda saja. Misalnya perusahaan kamera gopro yang seringkali melakukan repost terhadap para customernya yang berfoto dengan produk gopro yang menjadikan mereka bisa mendapatkan perhatian yang lebih dari para audiens dan semakin meningkatkan keputusan pembelian.

Setelah kita sudah membaca dari beberapa jenis content marketing diatas, maka manakah diantara beberapa content tersebut yang menurut Anda paling sulit? Dan manakah diantara beberap content tersebut yang paling Anda kuasai? Berlatihlah tanpa henti untuk menciptakan content marketing yang semakin baik dan banyak bermanfaat dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Terimakasih dan salam sukses.

 

 

 

 

Groedu Content Marketing,
Cito (City Of Tomorrow Mall), Jl. A Yani No. 288 (Bundaran Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Office (only call no sms)  : 0811-3444-910
Email : groedu@gmail.com/groedu_inti@hotmail.com
www.groeducontentmarketing.com