Tag Archives: Branding produk online

CARA LEGALISASI BRAND UNTUK SMALL BISNIS

Bagi para pebisnis atau pengusaha, Merek/Brand adalah “wajah” dari produk atau layanan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Karenanya, setiap Merek/Brand tersebut harus mampu merepresentasikan visi, misi, serta target yang ingin dicapai melalui sebuah bisnis. Sebagaimana dipahami bahwa Merek/Brand merupakan suatu tanda yang ditampilkan secara grafis berupa logo, gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna dalam bentuk dua atau tiga dimensi, suara, hologram, maupun kombinasi antara dua atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Namun tahu kah anda cara legalisasi brand untuk small bisnis anda?. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara legalisasi brand untuk small bisnis anda.

Penelusuran Nama Merek/Brand

Anda wajib mencari tahu apakah Merek/Brand yang akan didaftarkan telah menjadi hak milik dan/atau telah terdaftar atasnama pihak lain. Penelusuran ini sangat penting untuk menghindari potensi ditolaknya permohonan pendaftaran Merek/Brand dan juga resiko lain yaitu konflik perdata. Penelusuran Merek/Brand ini dapat dilakukan dengan berkonsultasi pada pihak terkait  atau konsultan HKI atau pihak lain yang memahami secara penuh dalam Prosedur Pendaftaran Merek/Brand.

Persyaratan Pengajuan Permohonan

Anda harus menyiapkan persyaratan yang dibutukan dalam pendaftaran Merek/Brand, yang di antaranya:

  • Formulir pengajuan yang telah diisi oleh pemohon;
  • Menyiapkan contoh Merek/Brand (Etiket) sebanyak 5 buah yang berukuran maksimal 9 x 9 cm, dan minimal 2 x 2 cm;
  • Menyiapkan daftar barang atau jasa yang akan diberi Merek/Brand sesuai dengan klasifikasi Kelas Merek; sebagai informasi, setiap Merek/Brand dapat didaftarkan di berbagai Kelas, namun akan berimplikasi pada biaya tentunya. Hal mana dalam setiap pengajuan Merek/Brand.
  • Surat Pernyataan Kepemilikan dari Merek/Brand; dan
  • Surat Kuasa (apabila dalam pengurusan dikuasakan ke pihak ketiga)
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pemohon perorangan; atau Fotokopi Akta Pendirian, Akta Perubahan (jika ada), SK Pendirian, SK Perubahan (jika ada), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Keterangan Domisili, Izin Usaha, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), persyaratan ini diberlakukan khusus bagi pemohon berbentuk badan usaha.

Prosedur Pendaftaran Merek/Brand

Setelah seluruh persyaratan lengkap dan hasil penulusuran Merek/Brand Anda positif maka Anda dapat langsung mendaftarkan Merek/Brand. Sesuai dengan PNBP PP No. 45 Tahun 2016, biaya pengajuan pendaftaran Merek/Brand adalah sebesar Rp2.000.000/Kelas dalam 1 (satu) Merek/Brand, jika lebih dari 1 (satu) Kelas maka Anda tinggal mengkalikannya saja. Dalam hal pengurusan Pendaftaran Merek/Brand dikuasakan ke Pihak Ketiga, tentunya akan berimplikasi pada biaya, tentunya ini juga bergantung pada jasa-jasa yang diberikan.

Urus Administrasinya

Selanjutnya adalah anda Anda mulai serius mengurus administrasinya. Meskipun usaha yang Anda jalankan tergolong kecil, aspek administrasi juga sangat perlu diperhatikan. Selain menandakan bahwa Anda serius berbisnis, administrasi semacam ini juga akan sangat diperlukan suatu hari, misalnya ketika Anda hendak mengikuti seminar atau workshop kewirausahaan.

Pengumuman Permohonan

Ditjen HKI akan mengumumkan status pendaftaran Merek/Brand. Pengumuman ini berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Jika pada pengumuman tersebut terdapat aspek yang memberatkan pemohon maka pihak pemohon dapat mengajukan keberatan dan sanggahan dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan. Adapun biaya pendaftaran tidak dapat ditarik kembali apabila permohonan pengajuan ditolak oleh Ditjen HKI.

Kelengkapan legalitas untuk suatu usaha wajib dipenuhi setiap pebisnis/pengusaha, hal ini sebagai investasi dan kesinambungan dari usaha tersebut. Tidak dapat dipungkiri, sangat sering pebisnis/pengusaha mendapatkan hambatan dalam operasional karena terkendala dengan tidak memiliki legalitas usaha, hal ini pun dapat berimplikasi dan berurusan dengan aparat yang berwajib. Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk legalisasi brand atau merk small bisnis anda. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.

FORMULA CONTENT, COMMUNITY, AND COMMERCE (3C) DALAM MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL

Jika membahas tentang penggunana media sosial untuk urusan marketing maupun strategi branding memang hampir tak pernah ada habisnya. Karena, mengelola media sosial untuk kebutuhan komersil seperti terlihat gampang-gampang susah, namun nyatanya juga menjadi semakin lebih sulit ketika sudah dijalankan. Karena itulah setidaknya kita perlu untuk tetap terus mengasah pengetahuan dalam hal mengelola media sosial, baik itu secara teoritis maupun dari sisi prakteknya.

Saat ini sudah sangat banyak strategi media sosial yang bisa dijadikan sebagai referensi. Namun, dari sekian banyak strategi yang sudah ada tersebut belum tentu semuanya cocok jika diaplikasikan untuk sebuah merek. Sebenarnya, sebelum menjalankan sebuah strategi marketing media sosial, yang sangat perlu untuk kita ketahui terlebih dahulu adalah harus lebih memperhatikan 3C.

3C itu adalah Content, Community, dan Commerce. Dengan cara memperhatikan 3C seperti ini, maka kita akan bisa menjadi lebih memahami tentang strategi media sosial seperti apa saja yang paling pas untuk digunakan.

Berikut merupakan 3C yang dimaksudkan oleh praktisi content marketing.

  1. Konten (Content).

Konten (Content) menjadi hal paling mendasar dalam mengelola media sosial. Karena konten sendiri merupakan sesuatu yang nanti akan langsung disajikan terhadap para pengikut atau target market Anda. Konten bukan hanya sekedar tentang cara berbicara kreatif, namun juga harus dibuat berdasarkan dari goal atau tujuan yang sebenarnya sangat ingin dicapai, mengandung pesan-pesan yang bisa dengan mudah dipahami, dan dapat diterima oleh target market Anda. Selain itu sebenarnya juga terdapat banyak sekali jenis-jenis konten yang bisa dibuat. Sejauh ini konten yang masih bisa dibuat dalam bentuk teks, gambar, maupun berupa video. Unggah juga secara rutin konten-konten Anda pada media sosial agar bisa terlihat semakin lebih menarik dan tetap konsisten.

  1. Komunitas (Community).

Komunitas (community) juga akan menjadi salah satu bagian terpenting dalam dunia media sosial, bahkan dalam dunia bisnis sekalipun. Karena, komunitas merupakan pasar yang kita bentuk sendiri namun tanpa pernah disadari secara langsung oleh mereka. Karena dengan adanya komunitas, maka kita sudah mampu merangkul keberadaan dari para pelanggan yang loyal bagi sebuah brand.

Namun, untuk bisa membangun komunitas bukanlah pekerjaan mudah dan juga tetap dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena awal mulanya kita masih perlu untuk melakukan pendekatan dengan sebuah interaksi yang lebih intens. Sangat penting dalam upaya untuk membangun dialog dari media sosial untuk urusan yang satu ini, karena para pengikut dari media sosial maupun pelanggan Anda juga tentunya akan merasa menjadi lebih dekat.

Selain itu, untuk bisa membangun komunitaspun juga Anda perlu untuk membuat sebuah forum, dan lebih rajin dalam menentukan tema yang ingin dibahas, dan melangsungkan kopi darat (Kopdar) agar Anda dan para pengikut di media sosial dapat dengan mudah saling bertatap muka dan saling mengenal satu sama lain sebagaimana dengan komunitas yang semestinya.

  1. Perdagangan (Commerce).

Perdagangan atau Commerce menjadi poin terakhir, namun juga tidak kalah pentingnya dengan poin-poin yang lain. Bahkan, justru poin yang inilah yang nantinya akan menjadi penentu utamanya. Karena dari sinilah Anda akan “berjualan” dengan sebagaimana mestinya. Namun, Anda juga harus tetap lebih berhati-hati lagi dalam mengemas pesan yang ingin disampaikan agar tidak terlalu tampak seperti sedang berjualan. Caranya adalah, Anda bisa memulainya dengan cara mengaitkan sebuah fenomena atau masalah penting dan Anda akan muncul sebagai pemberi solusi terbaik.

Misalnya, Anda menjual produk kotak makan maupun botol minum plastik. Fenomena atau masalah terpenting seperti apa yang bisa Anda bahas? Yaitu masalah tetnangh besarnya jumlah sampah plastik di dunia, pencemaran lingkungan, sampah, dan juga faktor-faktor kesehatan yang selalu dianggap sangat kurang jika menggunakan kotak makan atau botol-botol minuman plastik. Dari situlah Anda akan muncul sebagai pemberi solusi terbaik dengan cara menawarkan produk kotak makan maupun botol minum yang lebih awet, tidak mengandung bahan berbahaya, tidak mudah bocor atau tumpah, dan unsur plastiknya juga tidak akan mudah bercampur dengan air panas.

Jika Anda memang lebih berfokus kepada permasalahan yang sering dihadapi oleh para pelanggan dan datang sebagai solusi bagi mereka, maka mereka juga akan lebih senang untuk membeli produk Anda sampai ingin merekomendasikannya. Dan itulah 3C yang harus Anda pahami terlebih dahulu sebelum akan menjalankan dan memilih jenis strategi seperti apa dalam mengelola media sosial. Media sosial untuk saat ini sudah memiliki kekuatan yang luar biasa besar bagi sebuah brand, marketing dan selling. Karena itu, jangan pernah bermain-main dalam hal mengelola media sosial demi perkembangan dari sebuah brand. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.