Bisnis Online

DIMULAINYA ERA BARU COSTUMER TO BUSINESS (C2B), DAN SUDAH BUKAN LAGI BUSINESS TO CONSUMER (B2C)

Ketika perkembangan teknologi sudah menjadi semakin canggih, maka cara orang dalam berbisnispun juga akan ikut berubah. Munculnya perkembangan tren dalam penggunaan e-commerce dikalangan masyarakat baru-baru ini, semakin mempermudah bagi semua orang dalam berbisnis dan untuk membeli yang mereka inginkan. Namun, ternyata bukan hanya sekedar tentang tren dari jual beli saja yang sudah berkembang, namun termasuk juga model dalam berbisnispun juga ikut berkembang dengan pesat.

Beberapa dari kita mungkin tentu saja sangat tahu tentang model dalam berbisnis B2C (Bussines to Consumer) yang saat ini sudah mulai berkembang dengan pesat, dan memang ternyata di prediksikan juga akan semakin tergeser dengan jenis model bisnis terbaru, yaitu C2B atau Consumer to Business.

Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan Business to Consumer (B2C)?

Business to Consumer atau lebih sering disebut dengan B2C merupakan suatu model bisnis dalam e-commerce yang menjual produk maupun jasa secara langsung kepada para konsumen secara pribadi. Model bisnis B2C ini biasanya lebih banyak melakukan transaksi menggunakan internet dengan menggunakan portal jual beli dan juga sosial media. Contohnya seperti yang sudah kita kenal sekarang ini adalah orang-orang banyak yang menjual dengan menggunakan media instagram untuk berjualan, ada juga yang sudah mulai menggunakan marketplace.
Fokus utama dari model B2C ini sendiri adalah untuk menjual secara langsung dengan konsumen melalui situs atau portal penjualan online.

Apa yang dimaksud dengan Consumer to Business (C2B)?

Model bisnis ini malah berbanding terbalik dengan model B2C dimana si penjual akan langsung berinteraksi dengan para pembelinya. Sedangkan untuk Consumer to Business merupakan suatu model bisnis, dimana konsumennyalah yang bertindak sebagai penjual dan begitu pula sebaliknya, perusahaanpun akan bertindak sebagai pembeli. Transaksi yang akan dilakukan adalah dengan melalui jaringan internet.

Jenis model bisnis seprti ini akan menjadikan para konsumen berhak untuk “mengatur” bisnis yang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Perusahaan akan memberi kesempatan kepada konsumen untuk meng costum produk yang benar-benar sesuai dengan seleranya sendiri. Seperti contoh perusahaan yang menggunakan model jenis ini adalah jenis perusahaan dengan platform foto yang menyediakan berbagai macam foto lain dari para konsumen, yang nantinya akan bisa digunakan juga oleh orang lain yang merasa tertarik dengan suatu baground foto tersebut.

Naluri Terkuat dari Jack MA

Jack Ma, sebagai Founder dari Alibaba merupakan orang yang bernaluri kuat terhadap model bisnis seperti ini. Hal itu ia sampaikan pada acara Soft Bank tahun 2014 yang lalu. Pada awalnya model bisnis Alibaba ini adalah B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer) saja, namun selanjutnya dia berkata bahwa dimasa yang akan datang akan lebih beralih untuk menjadi C2B, dimana masyarakat atau pelanggan sendirilah yang nantinya akan mendikte sebuah bisnis agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Jack MA menyatakan bahwa dia akan membuat Alibaba agar bisa menjadi perusahaan yang bisa bertahan setidaknya sampai 102 tahun kedepan. Dan, model bisnis yang nantinya akan dilakukan dimasa depan adalah Consumer to Business. Bagi dia tujuan dari sebuah perusahaan yang utama adalah konsumen, selanjutnya karyawan dan yang terakhir adalah baru para pemilik saham. Jadi, sangat tidak mengherankan jika dia lebih sering tidak mendengarkan kata-kata dari para investor, yang dia lakukan hanyalah mengamati apa saja yang paling diinginkan oleh para pelanggannya. Tujuan utama dari Alibaba saat ini adalah hanya sekedar untuk memuaskan kebutuhan setiap individu dengan kekuatan logistik dan tidak ada rencana pemasaran lainnya.

Gaya C2B ini seperti jika ketika Anda mengirim ada sebanyak 200 kemeja yang sama dan akan memiliki nilai yang berbeda-beda jika Anda mengirim 200 kemeja yang berbeda pula dan akan dipilih sendiri oleh para pelanggan. Jika sekarang ini Consumer to Business masih menjadi hal yang paling baru bagi publik, maka siapa sangka ternyata model bisnis terbaru selanjutnya akan muncul lagi. Dan, Jack Ma sudah memiliki naluri yang sangat kuat bahwa model bisnis C2B seperti inilah yang nantinya akan berjalan dengan sangat baik di masa mendatang. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.

TIPS UNTUK MEMBUAT STRATEGI MARKETING JITU UNTUK BISNIS ONLINE AGAR BISA MENJADI VIRAL

Konten merupakan salah satu bagian terpenting dalam menjalankan strategi online. Hal ini karena konten tersebut juga dapat mempengaruhi banyak pengguna social media atau netizen di mana hal itu juga akan memengaruhi pendapatan penjualan. Siapa yang tidak ingin membuat kontennya menjadi semakin viral? Tentu saja semua pebisnis online menginginkan agar kontennya dapat menjadi viral. Viral sendiri dalam dunia marketing bisa juga didefinisikan sebagai salah satu strategi dan proses penyebaran pesan elektronik untuk mengomunikasikan berbagai informasi dari suatu produk kepada masyarakat luas.

Namun faktanya, untuk membuat konten agar bisa menjadi viral secara positif memang bukanlah hal yang mudah. Sebuah konten hanya akan bisa viral jika dia memiliki beberapa elemen-elemen yang mampu dalam memengaruhi para pembaca untuk melakukan share atau review secara sukarela. Setidaknya agar konten tersebut bisa mendapatkan banyak like. Jika Anda ingin membuat konten yang viral, maka berikut ini praktisi konten marketing akan membagikan beberapa tips yang dapat Anda terapkan pada konten Anda.

1. Memulainya dengan kalimat singkat dan jelas.

Kalimat pembuka yang singkat dan jelas ini adalah kesempatan paling awal dalam menarik minat dari para pembaca. Caranya adalah jangan membuat konten yang terlalu bertele-tele namun juga tidak terlalu singkat. Berikan perhatian yang khusus di mana para pembaca sebagai calon konsumen untuk tertarik membaca sampai akhir. Anda dapat membuat paragraf dengan memaparkan fakta-fakta yang cukup menarik tentang konten yang nantinya akan di-post atau dengan kalimat-kalimat yang akan memancing emosi, rasa penasaran pembaca, atau suatu permasalahan yang banyak dialami oleh sasaran pasar Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan beberapa kalimat tanya. Karena menurut penelitian, kalimat tanya secara psikologis akan mmapu memengaruhi minat untuk membaca seseorang.

2. Tambahkan gambar.

Gambar merupakan salah satu daya tarik tersendiri dalam sebuah konten. Maka dari itu jangan lupa untuk memasukan elemen gambar yang cukup menarik dan berwarna. Coba saja Anda pikirkan, apakah Anda tidak akan bosan jika membaca sebuah konten yang hanya berisikan tulisan saja? Tentunya sangat membosankan bukan. Hal yang sama juga akan dirasakan oleh para pembaca jika konten yang akan Anda tuliskan hanya berisikan tulisan. Konten gambar juga akan menjadi sangat berpengaruh jika media strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh sebuah bisnis online melalui social media seperti halnya Instagram dan Facebook. Untuk mencantumkan gambar, maka Anda juga tidak boleh dengan sembarangan asal cantum saja. Perhatikan tentang beberapa tips berikut ini:

1. Gambar yang akan dicantumkan dalam media pemasaran dari bisnis Anda adalah berupa gambar produk yang sesungguhnya (real/bukan palsu).
2. Cantumkan gambar dengan tingkat kualitas yang tinggi dan terbaik.
3. Jika pemasaran dilakukan pada website atau blog atau semacamnya, maka cantumkan pula gambar untuk setiap 300 kata, selain itu ukuran gambar juga sebaiknya tidak terlalu besar cukup dengan yang sedang atau kecil saja yang penting menarik.

3. Jangan lupakan Hashtag.

Hashtag merupakan bentuk lain dari tag atau keyword yang dapat terhubung ke berbagai macam platform online. Selain itu, hashtag juga dapat digunakan agar lebih memudahkan konten untuk menjadi viral, hashtag juga dapat digunakan pada saat bisnis Anda ingin mendapat perhatian yang lebih di social media. Sehingga untuk penerapannya sendiri, Anda dapat menambahkan hashtag untuk setiap konten dari bisnis online yang nantinya akan Anda post atau share. Hashtag ini bisa berupa kata-kata kunci target pada bagian deskripsi konten Anda.

4. Publishkan di saat yang tepat.

Tahukah Anda bahwa terdapat waktu-waktu yang memang dianggap baik oleh seorang pebisnis online dalam memposting kontennya? Pebisnis online yang sudah memiliki jam terbang sangat tinggi biasanya sangat paham dengan waktu-waktu yang dianggapnya “tepat” untuk melakukan posting. Waktu-waktu ini sebenarnya juga masih bergantung dari tempat tinggal dan sasaran konten yang ingin Anda buat. Namun, pembahasan kali ini adalah dalam lingkup Indonesia saja.

Berdasarkan informasi dan data yang pernah penulis tahu, bahwa waktu yang paling tepat untuk melakukan posting agar mendapatkan social share yang cukup tinggi adalah sekitar jam 11.30 sampai 13.00 serta sekitar pukul 20.00 sampai dengan 22.00. Coba perhatikan baik-baik dari waktu-waktu tersebut, dan itu adalah waktu sekitar istirahat makan siang dan pada saat menjelang tidur. Selain itu, berdasarkan pengalaman penulis sendiri juga terdapat tambahan waktu yaitu sekitar jam 07.00 pagi sebelum bekerja dan jam 16.00-18.00 setelah selesai bekerja. Waktu-waktu tersebut memang sangat berpengaruh besar terhadap social share dari konten yang akan di post. Hal ini karena saat-saat tersebut merupakan waktu-waktu senggang bagi orang-orang dimana mereka akan dapat memperhatikan konten pada sosial media dengan lebih detail.

5. Tambahkan tombol share pada konten Anda.

Untuk cara yang terakhir ini, hanya khusus dilakukan jika Anda menggunakan website atau blog sebagai media penjualan dari bisnis online Anda. Agar postingan Anda menjadi mudah viral, maka dalam situs website atau blog tersebut harus dibuat yang ramah untuk berbagi di social media. Maka dari itu, tambahkan juga tombol share sosial ke template website atau blog bisnis Anda. Jadi pastikan jika Anda memposting pada situs Anda dan tambahkan tombol share didalamnya. Sehingga pada saat terdapat sebuah artikel yang menarik di mata pengunjung atau konsumen, maka mereka dapat melakukan share secara langsung ke akun-akun sosial media mereka masing-masing.

Dan itulah beberapa cara untuk strategi marketing bisnis online agar cepat menjadi viral. Yang terpenting dari strategi-strategi tersebut adalah konten yang menarik dan cukup berkualitas. Karena bisnis online yang sukses adalah bisnis online yang memuat konten-konten yang berkualitas. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.

APAKAH ANDA TERTARIK UNTUK BELAJAR STRATEGI MARKETING ONLINE DARI GOJ-JEK SALAH SATU BRAND BARU TERNAMA DI INDONESIA

Kita semua sudah mengetahui bahwa Go-Jek bukan lagi dianggap sebagai jenis bisnis online startup lagi. Go-Jek sebagai penyedia jasa layanan transportasi online roda dua ini dengan sangat cepat sudah bertransformasi untuk menjadi on-demand mobile platform yang mampu menyediakan berbagai macam jenis layanan yang lengkap untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Seperti halnya transportasi, pembayaran, layanan antar jemput makanan, logistik dan masih banyak lagi berbagai layanan lainnya. Dengan melihat begitu cepatnya Go-Jek yang sudah semakin menjadi sebesar saat ini, kira-kira menurut Anda seperti strategi digital marketing yang telah dijalankan oleh Nadiem Makarim dan timnya tersebut untuk mengembangkan layanan transportasi online pertama di Indonesia ini? Berikut ini praktisi konten marketing akan membagikan beberapa strateginya jitunya.

• Menjujung Tinggi T Pilar Utama Dalam Menjalankan Strategi Marketingnya.

Jenis perusahaan trasnportasi online yang mulai didirikan sejak tahun 2010 ini, memiliki tiga macam pilar utama dalam menjalankan strategi marketing onlinenya, yaitu:

1. Inovasi.

Tetap terus berinovasi dan berupaya untuk menawarkan teknologi-teknologi terbaru untuk semakin memudahkan para pelanggannya merupakan salah satu kelebihan yang sudah ditawarkan oleh aplikasi jasa online ini. Salah satu inovasi yang sudah ditawarkannya adalah berupa sistem pembayaran non-tunai, bisa memesan makanan dan tiket nonton dari Go-Jek dan masih banyak lagi inovasi-inovasi bermanfaat lainnya yang ditawarkan. Berupaya untuk terus berinovasi merupakan salah satu strategi pemasaran online yang paling tidak boleh Anda abaikan.

2. Kecepatan.

Sebagai salah satu penyedia jasa layanan online, Go-Jek akan selalu berusaha untuk dapat melayani dengan cepat dan tepat, mereka akan terus belajar dari berbagai jenis pengalaman agar bisa tetap terus berkembang. Apalagi jika untuk jenis transportasi online, hal seperti ini adalah bentuk dari strategi pemasaran online yang paling diutamakan oleh Go-Jek dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.

3. Tujuan sosial.

Go-Jek memiliki satu tujuan yang positif dalam menjalankan bisnis mereka, yaitu dengan cara memberikan dampak yang cukup positif bagi kehidupan sosial yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

• Tetap fokus terhadap customer Journey & Experience.

Strategi marketing online yang selanjutnya adalah tetap fokus terhadap Customer Journey dan Customer Experience. Dengan cara menjunjung tinggi kedua hal itu, perusahaan transaksi online ini jadi bisa semakin memahami bagaimana kebutuhan, harapan pelanggan sampai keinginan pelanggan yang masih bisa mereka wujudkan dalam satu aplikasi tertentu. Sehingga, mereka akan bisa mendapatkan pelanggan yang loyal untuk selalu menggunakan setiap jenis layanan yang sudah ditawarkan.

• Beriklan dengan cara yang unik.

Membuat satu jenis iklan yang unik merupakan salah satu strategi marketing online yang selanjutnya yang selama ini sudah dijalankan oleh Go-Jek adalah dari beberapa iklan-iklan yang nyeleneh yang mungkin saja sangat tidak asing lagi bagi para pengguna Go-Jek, diantaranya adalah seperti “Pengabdi Ketan” yang digunakan untuk mempromosikan Go-Food, banner besar yang berisikan tulisan saja, tanpa ada dibumbui satu gambarpun dan warna-warna yang sangat menarik. Iklan-iklan tersebut menjadi sangat viral di kalangan para netizen karena dinilai lebih unik. Mungkin, bagi Anda juga pernah melihatn salah satu iklannya bukan!

• Menggandeng partner bisnis yang cukup oke punya.

Setiap bisnis yang dijalankan tentunya akan menyadari bahwa semuanya tidak bisa dijalankan sendiri, setidaknya kita perlu untuk menggaet partner yang cukup oke atau berkompeten ketika akan menjalankan bisnis. Hal ini juga yang menjadi salah satu strategi dalam digital marketing dari Go-Jek yang telah menggandeng banyak sekali partner untuk meningkatkan bisnis mereka. Mulai dari tempat makan terkenal untuk tujuan Go-Food, minimarket untuk Go-Mart, sampai dengan beberapa bioskop ternama di Indonesia untuk pemesanan tiket nonton di Go-Tix.

• Target Pemasaran

Strategi digital marketing Go-Jek yang terakhir adalah dengan cara memperluas target pemasarannya. Dalam perkembangannya untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat, Go-Jek memiliki strategi pemasaran, yaitu bisa menjangkau segala jenis kalangan. Jika dulu Go-Jek, hanya bisa digunakan bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan, namun sekarang Go-Jek bisa digunakan untuk pemesanan makanan, berbelanja bulanan, pemesanan tiket dan masih banyak lagi hal-hal lainnya. Sehingga, aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh banyak kalangan.

Nah, itulah dia kira-kira beberapa jenis straftegi marketing online yang setidaknya masih bisa kita pelajarin dari Go-Jek, salah satu jenis perusahaan on-demand mobile platform baru yang mampu berkembang dengan sangat pesat di Indonesia ini. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.

TIPS JITU DALAM MEYAKINKAN PARA CALON-CALON KONSUMEN POTENSIAL UNTUK BERBELANJA ONLINE PADA WEBSITE ANDA

Yang perlu untuk kita akui adalah meskipun online shop saat ini sedang berkembang dengan begitu pesatnya, akan tetapi masih saja diantara banyak orang yang tidak percaya untuk berbelanja di online shop. Meskipun sebenarnya, Anda sudah mempersiapkan web dengan lebih baik, produk yang terbaik sampai dengan bekerja sama bersama perusahaan pengiriman terbaik pula. Namun, tetap saja untuk keranjang belanja para pelanggan potensial Anda juga masih belum terisi. Alasan-alasan seperti rasa takut untuk ditipu, produk yang sama sekali tidak sesuai dengan ekspetasi, kecepatan web yang tidak terlalu mendukung dan juga masih terlalu banyak alasan lainnya yang manjadikan mereka merasa tidak percaya terhadap Anda. jika sampai terjadi seperti itu, maka tentu saja bisnis Anda akan menjadi lebih sulit untuk bisa berkembang.

Maka itu, berikut ini praktisi konten marketing akan membagikan tips jitu yang mampu untuk meyakinkan para konsumen yang berbelanja di online shop Anda:

1. Tunjukkan review dari orang-orang yang sudah membeli dan berbelanja produk di online shop Anda.

Cara agar dapat meyakinkan para konsumen dari online shop yang paling utama adalah dengan mencantumkan review dari para pelanggan yang sebelumnya sudah pernah membeli dari Anda. Orang-orang ini akan melihat bahwa web Anda memang aman, karena sudah banyak dibuktikan dengan review pelanggan-pelanggan tersebut. Review yang sudah Anda cantumkan bisa seperti penilaian yang diberikan oleh pelanggan atau bisa pula berupa pendapat tentang produk Anda. Mintalah kepada setiap konsumen online Anda untuk memberikan kritik dan saran yang akan membantu untuk mengembangkan bisnis online milik Anda. Berbagai testimoni yang positif dari pelanggan sebelumnya, akan mampu mendatangkan pelanggan baru bagi bisnis online Anda.

2. Buktikan bahwa Web Anda aman.

Cara lain untuk meyakinkan konsumen yang berbelanja di online shop adalah dengan cara membuktikan bahwa web Anda cukup aman untuk dikunjungi. Mengapa demikian? Agar ketika nanti pelanggan yang ingin berbelanja dan akan melakukan checkout menjadi lebih aman, sama sekali tidak akan ada kendala yang perlu untuk dikhawatirkan lagi. Cara membuktikan bahwa web Anda ini aman dan dilindungi adalah dengan menambahkan tanda “s” dialamat webnya, dari http menjadi https. Selain menjadi bukti kepada para pelanggan bahwa situs Anda cukup aman, hal ini juga merupakan kebutuhan yang paling mutlak yang harus dimiliki oleh setiap e-commerce website.

Situs website Anda tersebut akan diamankan oleh protokol keamanan standar yang mampu mengenkripsi data-data antara server web dan juga browser yaitu dengan cara menggunakan Secure Sockets Layer (SSL). Agar bisa mendapatkan pengamanan di situs web, Anda harus mendapatkan sertifikat SSL. Jika sudah mendapat sertifikat SSL, maka Anda hanya perlu untuk memberitahu para pelanggan bahwa web Anda sudah aman, contohnya adalah dengan cara menampilkan logo SSL di website Anda.

3. Desain web Anda agar menjadi lebih profesional.

Cara untuk meyakinkan konsumen pada online shop yang selanjutnya adalah dengan membuat web yang lebih profesional. Cara yang bisa dilakukan ini adalah dengan menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan Anda memang “nyata” dengan cara mencantumkan semua “pendukung” yang masih dimiliki oleh perusahaan yang benar-benar nyata. Seperti Anda sudah memiliki kontak layanan customer (baik itu yang berupa tanya jawab tentang produk Anda maupun dari keluh kesah yang ingin disampaikan oleh para konsumen) dari kontak layanan customer tersebut maka Anda akan bisa mencantumkan nomor yang masih bisa dihubungi atau berupa formulir email. Selain itu, jangan lupa untuk membuat halaman FAQ. jika Anda memang memiliki FAQ layanan pelanggan yang lebih lengkap, akan membuat konsumen online Anda tidak akan merasa ragu-ragu lagi untuk berbelanja di online shop milik Anda.

4. Jadikan web Anda agar menjadi lebih personal.

Buatlah web Anda agar menjadi lebih personal yang merupakan cara untuk meyakinkan para pelanggan yang masih perlu untuk selalu diperhatikan. Kita sebagai manusia, pastinya akan mempercayai seorang manusia lainnya. Begitu pula dengan para pelanggan, mereka akan mampu mempercayai manusia bukan sebuah web. Jadi, Anda harus bisa membuat web untuk menjadi lebih personal, seperti memberikan pesan singkat dari CEO atau pendiri dengan informasi seperti yang dibutuhkan oleh para pelanggan.

Anda juga bisa menambahkan foto tim pada bagian “About” agar orang-orang juga mengetahui perusahaan Anda, karena pelanggan tidak hanya membutuhkan informasi tentang perusahaan Anda saja. Akan tetapi, juga bagian personal dari perusahaan secara garis besarnya juga.
Anda harus bisa mengirimkan email marketing atau newsletter kepada para konsumen online yang sudah membeli produk dari Anda, seperti suatu ucapan terimakasih karena sudah percaya untuk menggunakan produk Anda.

5. Usahakan untuk mengurangi tingkat resiko pada para pelanggan.

Terakhir yang masih perlu untuk Anda lakukan agar bisa meyakinkan para konsumen di online shop, untuk membeli produk Anda adalah dengan cara mengurangi resiko yang bisa saja terjadi kepada para pelanggan. Anda harus memikirkan bagaimana resiko yang bisa dialami oleh setiap orang jika berbelanja pada e-commerce website. Ketika Anda sudah mengatasi permasalahan yang bisa saja terjadi didepan, maka nantinya Andapun tidak perlu lagi harus repot-repot untuk mengatasinya.

Permasalahan yang bisa terjadi seperti mengalami pengembalian uang, komplain yang secara berlebihan terhadap produk, produk yang rusak dan juga masih banyak lagi hal-hal lainnya. Seperti contoh upaya untuk mengurangi resiko pelanggan bisa seperti memberikan ongkos kirim gratis untuk pengiriman dalam negeri dengan minimal pembelian adalah Rp 100 rb. Jadi mereka bisa langsung mengerti untuk mendapatkan insentif ongkos kirim gratis yang berarti juga harus belanja minimal adalah Rp 100 rb dan hanya untuk ruang lingkup dalam negeri saja, sehingga pelanggan tidak akan jadi komplain kepada Anda. Atau untuk contoh lainnya adalah dengan cara menawarkan pelanggan dengan cara menggunakan asuransi untuk pengiriman atau menggunakan jasa pengiriman yang jauh lebih mahal, khusus untuk jenis barang-barang pecah belah atau memiliki resiko rusak yang sangat tinggi.

6. Kesimpulannya adalah.

Sebenarnya, cara yang bisa dilakukan oleh konsumen online dan konsumen offline dalam transaksi berbelanja adalah hampir sama saja, tidak ada perbedaan. Konsumen offline biasanya akan melihat-lihat disekeliling dan membandingkan antara satu tempat dengan tempat yang lainnya, mana yang bisa memberikan produk terbaik baginya dan juga memuaskan mereka, dan itulah yang nanti akan dipilih. Begitu pula yang akan dilakukan oleh konsumen online, melihat-lihat toko mana saja yang bisa mereka percaya dan menawarkan produk yang terbaik bagi mereka, maka mereka akan memilihnya. Jadi, jadikan toko online atau web Anda menjadi yang bisa dipercaya ketika para pelanggan ingin mencoba untuk sekedar melihat-lihat. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.

MENURUT ANDA MANA STRATEGI MARKETING ONLINE YANG PALING BAIK ANTARA ALIBABA Vs AMAZON?

Para penjelajah dunia online tentunya sudah sangat mengenal bahwa Amazon dan Alibaba merupakan dua kekuatan marketplace terbesar dalam jagad dunia online saat ini. Kedua kekuatan marketplace ini mengalami pertumbuhan dan kenaikkan yang begitu luar biasa cepat untuk setiap waktunya, rasanya akan sangat sulit bagi kebanyak orang yang ingin mengamati dan membandingkan kedua strategi marketing onlinenya.

Alibaba dan Amazon sama-sama saling mendominasi pasar utama mereka masing-masing. Misalnya saja pada tahun 2016 lalu, Amazon telah berhasil menghasilkan angka penjualan onlinenya senilai $ 136 miliar, yang itu berarti bahwa, mereka telah mengalami penginkatan sebanyak 27% dari tahun sebelumnya. Meskipun Alibaba juga masih jauh lebih kecil dari Amazon untuk jumlah angka yang sudah didapatkan, namun Alibaba juga ikut meningkat sebanyak 2 kali lipat dari tahun sebelumnya secara lebih cepat, yaitu mampu menghasilkan pendapatan sebanyak 56%.

Meski Alibaba dan Amazon merupakan dua marketplace raksasa di dunia online, namun tetap saja keduanya memiliki banyak perbedaan satu sama lain. Seperti contoh dalam hal marketing online dan model bisnis yang selama ini sudah mereka gunakanpun juga sangat jauh berbeda, oleh karena itulah mari kita perhatikan beberapa hal berikut ini:

• Alibaba

Alibaba dalam strateginya lebih banyak berfokus kepada hubungan antara penjual dan pembeli. Platform ini setiap tahunnya, telah memproses sebanyak $ 547 miliar transaksi. Selain itu, Alibaba juga telah memiliki lebih dari 20 juta penjual aktif, dan bahkan 507 juta pengguna perbulan untuk kategori seluler saja. Setiap harinya, marketplace raksasa ini mengirimkan setidaknya 40 juta paket setelah melakukan transaksi melalui layanannya.

Namun, meskipun demikian, Alibaba sendiri ternyata masih membatasi dirinya pada perantara dan Alibaba hanyalah sebagai pusat perbelanjaan virtual saja. Dimana mereka tidak sepenuhnya mengendalikan pengiriman pada produk-produknya, sehingga strategi pemasaran online ini menjadikan biaya yang lebih rendah dan juga margin yang jauh lebih besar. Keuntungan bersih yang dimiliki oleh mereka adalah $ 5,9 miliar dimana omsetnya adalah $ 23 miliar tahun lalu. Alibaba sendiri juga memberikan keleluasaan kepada penjual agar bisa berinteraksi langsung dengan pembeli secara lebih intens.

Untuk strategi marketing online selanjutnya yang dimiliki oleh marketplace raksasa buatan Jack Ma ini, yaitu terdapat tiga segmen utama yang disasarnya, diantaranya adalah:

1. BToC (untuk merek dan distributor utama).
2. CToC (untuk penjual individu atau UKM).
3. BToB (bisnis Alibaba untuk grosir).

Sehingga, marketplace ini memiliki target pada semua kalangan, dimana target pemasaran merekapun jauh lebih luas lagi, yaitu dari penjual kecil sampai dengan penjual yang berbentuk organisasi.

• Amazon

Jika Alibaba memiliki strategi marketing online seperti diatas, lalu bagaimana dengan Amazon sendiri? Amazon merupakan perusahaan raksasa yang mampu menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari barang-barang atau produk persediaan mereka sendiri. Intinya adalah mereka menjual dan membeli kembali saham yang sudah mereka miliki tersebut. Amazon tetap bisa mempertahankan kontrol yang cukup kuat dengan cara pemenuhan, dimana bisa membuat penjual lain dapat menggunakan platform penjualan semacam ini untuk menyimpan saham gudang mereka. Meskipun sebenarnya penjualan pada pihak ke tiga Amazon dapat mendongkrak sekitar 50% dari pendapatan mereka.

Pada kuartal ketiga tahun 2016, mereka mengumumkan bahwa terdapat 55% yang mewakili unit FBA dari total unit yang telah dijual oleh pihak ketiga. Strategi pemasaran online dari Amazon yang bisa dipelajarin adalah berupa inovasi terbaru yang selalu diciptakan oleh perusahaan asal Amerika ini. Salah satu inovasi yang mereka buat tersebut adalah Amazon Prime Now, suatu layanan yang menawarkan pengiriman sedikitnya adalah satu jam dari pemesanan. Layanan ini telah ditawarkan pada beberapa negara dan kota seperti Paris ke Singapura, akan tetapi pertama kali muncul pada tahun 2014 di Manhattan.

Bukan hanya itu saja, strategi pemasaran lainnya yang telah diciptakan oleh perusahaan tersebut adalah adanya layanan Amazon Fresh, suatu layanan pengiriman produk segar yang telah lama beroperasi di negara seperti Tokyo, London dan juga Jerman. Strategi pemasaran online tersebut dinilai telah membangun reputasi yang begitu solid, bukan hanya untuk kecepatan saja, akan tetapi juga bisa untuk pengendalian kualitasnya.

Biaya finansial yang sudah dimiliki oleh Amazon untuk mewujudkan inovasi terbarunya tersebut adalah berasal dari Sumber Daya Manusia yang sudah dimanfaatkannya. Dimana untuk sekarang ini Amazon telah memperkerjakan lebih dari 300.000 orang pekerja dan mereka berencana agar bisa tumbuh sebanyak sepertiga pada tahun depan atau setidaknya pertumbuhan tersebut terjadi dari setengahnya saja.

Pada tahun 2016 lalu, keuntungan yang telah didapatkan oleh Amazon sudah melonjak naik menjadi empat kali lipat, yaitu menjadi $ 2,4 miliar. Sedangkan, untuk tahun lalu Amazon telah mengumumkan sudah mengalami profibilitas delapan kuartal secara berturut-turut, yang didorong bukan hanya oleh bisnis e-commerce saja, akan tetapi juga oleh divisi layanan Cloud-nya yaitu Amazon Web Services (AWS).

• Kesimpulan:

Alibaba dan Amazon adalah perusahaan marketplace raksasa yang hampir mirip, namun keduanya memiliki strategi marketing online yang berbeda, misalnya saja Amazon yang merupakan suatu marketplace yang berfokus untuk mengendalikan pembeli dan penjual, akan tetapi untuk Alibaba sendiri hanya sekedar sebagai platform atau ekosistem penjualan saja. Menurut praktisi konten marketing sendiri, strategi pemasaran online yang baik akan dimiliki oleh Alibaba, karena marketplace ini memiliki cangkupan yang jauh lebih luas untuk kategori target pemasarannya. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.