Monthly Archives:Desember 2022

MENGUBAH KONTEN MENJADI TRAFFIC

Apa yang Anda lakukan saat mengakses internet? Membaca e-mail? Mencari informasi? Bermain media sosial? Menonton video?
Semua kegiatan yang Anda lakukan dengan internet sebenarnya adalah mengakses konten.

Konten dibuat untuk menarik perhatian seseorang terhadap suatu hal. Orang yang tertarik karena mengonsumsi konten tersebutlah yang disebut traffic. Konten yang dibuat harus sesuai dengan bisnis yang digeluti sehingga akan menarik orang-orang yang memiliki kebutuhan sesuai dengan apa yang ditawarkan dalam bisnis. Jangan merendahkan konten yang Anda buat karena kontenlah yang menjadi inti perna saran secara digital.

Terdapat empat jenis konten yang dapat dibuat secara digital, yaitu teks, gambar, audio, dan video. Yang menariknya, semua bisnis cenderung memiliki dasar yang sama. Artinya, perusahaan besar maupun perusahaan kecil memiliki “dasar” yang sama dalam proses pembuatan konten. Misalnya, gambar berukuran kotak. Namun, apa yang diisi dalam gambar tersebut bisa memberikan dampak yang signifikan untuk bisnis.
Sering kali kita mendapatkan gambar-gambar yang berasal dari perusahaan kecil yang dibagikan secara masif melalui internet. Namun, tidak jarang kita menemukan gambar yang kita buat hanya berakhir di grup karyawan perusahaan.

Saat membuat konten, Anda harus memperhatikan secara lebih detail tentang konten seperti apa yang ingin Anda sajikan kepada pengguna atau target bisnis Anda. Ada tiga hal penting yang wajib Anda perhatikan saat ingin membuat konten. Apabila Anda tidak bisa menjawab ketiga hal ini, jangan dulu membuat konten apa pun di internet karena bisa dipastikan Anda beserta tim hanya akan membuang waktu dan tenaga.

VALUE
Hal pertama yang perlu Anda tetapkan adalah value atau nilai dari konten yang dibuat. Apa yang ingin Anda berikan kepada pengunjung website atau property online?
Apa tujuan Anda membuat konten?
Value sebuah konten dikatakan baik bila sesuai dengan nilai perusahaan serta sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

WHAT IS IT FOR ME (WIIFM)
Setiap orang pasti punya sikap egois. Mereka hanya maumelakukan sesuatu apabila menguntungkan. Hal yang sama terjadi saat mereka melihat konten. Setiap konten haru menjawab pertanyaan penting dari pengunjung website atau properti online. Umumnya, pertanyaan yang dilontarkan adalah “Apa untungnya untuk saya?”.

Konten yang baik akan menarik perhatian mereka. Karena itu, sebagai pembuat konten, harus bisa memaparkan keuntungan yang bisa didapatkan pelanggan dengan mengonsumsi produk Anda. Banyak jenis konten lain yang bisa Anda buat. Mulailah dengan menerapkan tiga jenis konten yang paling menarik perhatian calon pelanggan, yaitu how-to, menjelaskan (explainer), dan hiburan (entertainment).

MEDIA YANG TEPAT
Setelah rencana konten sudah disiapkan, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah memilih jenis media yang tepat. Banyak pelaku bisnis yang keliru memilih bentuk media untuk konten mereka. Kontak yang dianggap baik dan menarik biasanya berupa gambar atau video.
Untuk menentukan media yang tepat. Anda perlu menjawab dua pertanyaan sebelumnya di subbab Value dan “What Is It For Me (WIIFM)”, ditambah dengan “Bagaimana mereka akan melihat atau mendengar konten yang akan dibuat?”

Pertanyaan ini memang sulit dijawab dan butuh peng- alaman untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Bila memungkinkan, Anda bisa membuat konten dalam semua bentuk sehingga akan terlihat respons pengunjung website atau properti online terhadap masing-masing jenis konten yang dibuat. Tentunya, hal ini akan dapat memudahkan Anda pada kemudian hari.

Jangan membuat konten “sampah” yang tidak memiliki value. Ini termasuk konten yang tidak sesuai dengan bisnis yang dipasarkan. Selain itu, hindari membuat konten yang tidak berhubungan dengan bisnis Anda. Setelah Anda membuat konten, sekarang Anda perlu mendistribusikan konten yang Anda buat. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

CARA MENGOPTIMASI KECEPATAN WEBSITE

Semua web developer pasti ingin websitenya bisa diakses dengan cepat, mudah, dan tanpa kendala. Situs yang berfungsi secara optimal bisa menjadi strategi efektif untuk lebih unggul dari kompetitor lain.
Sebab, website yang lambat tidak hanya memberikan kesan yang buruk bagi pengunjung, tapi juga membuat mereka enggan untuk mengunjungi website.
Selain itu, mesin pencari seperti Google juga menetapkan kecepatan website sebagai faktor peringkat SEO. Nah, dalam artikel ini, kami akan membagikan 6 cara mengoptimasi kecepatan website agar website Anda lebih optimal.

Baca juga: Influencer Marketing: Tingkatkan Brand Bisnis Anda Sekarang!

Waktu loading yang ideal pada website adalah tiga detik atau kurang. Jika lebih lama dari tiga detik, website Anda harus segera dioptimalkan. Berikut adalah cara mempercepat loading website yang bisa Anda lakukan:

  1. Gunakan Hosting yang Bagus
    Cepat atau lambatnya website sangat bergantung pada hosting yang Anda pilih. Pastikan Anda memilih hosting yang terbilang bagus dan aman. Ketika seseorang mengunjungi website Anda, maka kunjungan tersebut dikirim dari hard drive pemilik hosting dan ke browser pengunjung Anda.
  2. Menggunakan Tema Website yang Ringan
    Tema yang bagus belum tentu mendukung performa pada website Anda. Pasalnya, pilihan tema yang berat hanya akan menganggu performa website Anda dan menyebabkan website menjadi lambat. Untuk mengantisipasi hal ini Anda bisa memilih tema yang ringan dan tetap menarik.
    Namun akan lebih bagus lagi jika Anda memilih tema yang sederhana namun sesuai dengan bisnis Anda.
  3. Optimasikan Ukuran Gambar
    Gambar yang terlalu besar dapat menyebabkan website menjadi lambat. Jika memang menginginkan ukuran gambar yang besar sebaiknya sesuaikan dengan ukuran yang telah disediakan. Salah satu penyebab mengapa loading website lama adalah tidak adanya optimasi pada gambar.
    Ada banyak cara untuk mengoptimasi gambar di website Anda. Seperti Smush Image Compression and Optimization yang berfungsi untuk meningkatkan kecepatan tanpa mengurangi kualitas gambar.
  4. Gunakan Widget Seperlunya
    Widget pada website seringkali memberikan kesan yang menarik pada tampilannya. Tetapi hal ini sebaiknya perlu Anda pertimbangkan karena terlalu banyak widget yang digunakan pada website hanya akan membuat loading website lebih lama. Gunakan widget seperlunya saja agar tidak mengurangi pada performa website Anda.
  5. Lakukan Pembaruan Sistem CMS
    Bagi pengguna website pastinya akan mendapatkan notifikasi tentang pembaruan website. Beberapa orang mungkin mengabaikannya karena dianggap tidak penting. Hingga pada akhirnya website akan menjadi terasa lambat. Agar website tetap maksimal, maka Anda perlu memperhatikan pembaruan pada sistem CMS. Hal ini sangat penting agar website Anda menjadi lebih ringan sehingga memperkecil kemungkinan lamanya loading website.
  6. Aktifkan Caching Pada Website
    Dengan selalu mengaktifkan caching, website tidak perlu mengambil data dari server berulang-ulang untuk menampilkan halaman yang sama, sehingga kecepatan loading website akan lebih stabil dan terus meningkat. Mengaktifkan caching sangat penting bagi pemilik website karena akan menyimpan data atau halaman HTML yang berfungsi untuk mengurangi loading server. Anda bisa memilih jenis plugin caching yang bagus dengan keunggulan yang berbeda-beda pada setiap website.

Penutup
Itulah penjelasan dan 6 cara mengotimalkan kecepatan website. Kecepatan website sangat penting khususnya bagi Anda yang ingin menggunakan website untuk keperluan bisnis berbasis online.. Pelajari strategi-strategi digital marketing di website Groedu, Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Kami membuka layanan konsultasi mengenai bisnis, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

6 CARA MENINGKATKAN SEO WEBSITE

SEO adalah permainan jangka panjang.
Tapi Anda bisa meningkatkan SEO Anda, untuk mempersingkat kesuksesan SEO Anda. Ada banyak cara untuk dapat meningkatkan SEO. Dalam artikel ini akan kami sampaikan beberapa cara tanpa mengharuskan Anda membuat konten baru.

  1. Tingkatkan CTR halaman peringkat teratas Anda
    Rasio klik pada tautan Anda melalui Google dikenal sebagai click-through rate (CTR). Salah satu faktor utama yang mempengaruhi CTR adalah tag judul Anda.
    Masuk akal—lagipula, tujuan tag judul adalah menarik pencari untuk mengeklik ke halaman.
    Jadi, jika Anda dapat membuat tag judul yang menarik yang memaksa pencari untuk memilih halaman Anda, Anda telah melakukan pekerjaan Anda.
    Gunakan tips ini untuk meningkatkan tag judul Anda dan membuatnya lebih menarik:
    • Tambahkan kata-kata yang kuat– Kata-kata yang kuat seperti patut diperhatikan, luar biasa, dll., memanfaatkan emosi orang dan, oleh karena itu, membuat judul Anda lebih menarik. Perhatian: terlalu banyak kata yang kuat akan membuat judul Anda tidak efektif. Jadi pilih yang paling relevan.
    • Tambahkan tanda kurung– Kurung membantu memecah judul Anda dan meningkatkan keterbacaan.
    • Gunakan rasa ingin tahu– Pikat seseorang untuk memuaskan keingintahuan mereka dengan mengklik dan membaca konten Anda. Tapi jangan berlebihan dan selami clickbait.
  2. Segarkan konten dengan lalu lintas yang berkurang
    Menyegarkan konten adalah bagian inti dari strategi konten kami. Kami secara teratur memperbarui atau menulis ulang konten yang tidak memberi peringkat atau mengirimkan lalu lintas pencarian apa pun kepada kami.
  3. Tingkatkan halaman penting dengan tautan internal
    Tautan internal adalah tautan dari satu halaman di domain yang sama ke halaman lain. Ketika digunakan secara strategis, mereka dapat membantu meningkatkan kinerja halaman di mesin pencari.
    Mengapa? Karena Mereka membantu aliran Peringkat halaman di sekitar situs Anda.
  4. Perbaiki backlink rusak yang datang ke situs Anda
    Broken backlink adalah inbound link yang rusak dari website lain. Ini biasanya terjadi karena:
    • Anda menghapus atau memindahkan halaman yang memiliki tautan balik.
    • Situs penautan membuat kesalahan saat menautkan ke Anda.
    Ini tidak ideal.Jika Anda memiliki halaman yang rusak yang ditautkan ke banyak situs, Anda tidak hanya kehilangan lalu lintas rujukan potensial, tetapi Anda juga kehilangan “ekuitas tautan” dari tautan tersebut.
  5. Replikasi backlink dari halaman usang dan berkualitas rendah
    Pernah mencari sesuatu di Google, mengeklik hasil, dan menemukan konten usang yang buruk yang tidak menjawab pertanyaan Anda?
    Ini membuat frustrasi sebagai pencari, tetapi ini adalah peluang untuk SEO.
    Jika halaman berkualitas buruk ini bisa mendapatkan banyak tautan dan peringkat berkualitas tinggi di Google, Anda juga bisa. Anda hanya perlu memiliki sesuatu yang lebih baik dan kemudian membuat orang-orang yang menautkan ke konten berkualitas rendah ini untuk menautkan ke Anda.
  6. Sertakan bagian FAQ
    Orang secara alami memiliki banyak pertanyaan ketika mereka mulai meneliti suatu topik. Meskipun Anda mungkin telah menjawab beberapa di antaranya dalam artikel Anda, Anda mungkin juga melewatkan banyak di antaranya.
    Dengan tidak menjawab semua pertanyaan ini di postingan Anda, Anda mungkin kehilangan traffic long-tail. Masalahnya adalah Anda tidak ingin memasukkan pertanyaan-pertanyaan ini secara tidak wajar dalam konten Anda dan mengganggu alurnya.
    Solusi untuk ini adalah menambahkan bagian FAQ di akhir artikel Anda.

Akhir Kata
Taktik ini berpotensi meningkatkan peringkat Anda di mesin pencari. Tapi jangan berharap peringkat Anda melonjak dalam semalam.
Penelitian kami menunjukkan bahwa hanya 5,7% dari semua halaman yang baru diterbitkan mencapai halaman pertama Google dalam setahun. Itu tidak mengherankan. SEO adalah permainan jangka panjang.
Jadi, meskipun masuk akal untuk menerapkan taktik ini, mereka bukanlah pengganti strategi SEO jangka panjang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Info mengenai pemasaran modern, silakan hubungi kami langsung dinomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

MANA DULU, SELLING ATAU BRANDING?

Dalam keseharian kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Selling dan Branding. Masih banyak orang menyamaratakan antara selling dan branding.

Tujuan utama dari sebuah bisnis tentu adalah mendapatkan profit agar dapat berkembang dan survive. Untuk dapat mencapai kedua hal tersebut, diperlukan strategi marketing yang baik dan tepat sasaran sehingga sales goals tercapai. Namun tidak dapat dipungkiri juga, branding adalah titik utama yang tidak boleh luput setelah marketing.

Namun, yang masih jadi perbincangan, mana yang lebih penting antara Selling vs Branding?
• Selling: Tujuan dari aktivitas selling adalah omzet atau berapa unit yang terjual, sehingga konten dan hal-hal yang dilakukan pada aktivitas itu harus membuat orang mau membeli
• Branding: aktivitas dalam branding bertujuan untuk memberikan Jati Diri Konsumen terhadap brand kita.

Selling Tanpa Branding?
Dahulu kegiatan marketing yang sering dilakukan adalah beriklan biasa dilakukan di berbagai media konvensional baik dari televisi, selebaran, radio, billboard, koran ataupun dengan cara ditempelkan di badan badan truk atau transportasi lainnya.

Kini kegiatan beriklan tidak hanya bisa dilakukan dengan cara offline tapi juga online atau digital. Namun strategi-lah yang akan membedakan jenis iklan. Anda tentu sadar jika mayoritas iklan yang Anda lihat adalah tentang selling, dan hanya sedikit yang menyertakan branding.

Namun, kegiatan usaha yang hanya menitikberatkan pada selling tanpa branding akan mampu dengan cepat tergantikan oleh kompetitor lain. Selling yang berkelanjutan butuh strategi untuk mendapatkan kepercayaan individu salah satu strategi yang paling berdampak yakni melakukan branding pada produk.

Branding Adalah Tentang Pendekatan Ke Pelanggan
Konsumen yang telah percaya pada suatu brand tertentu tentu tidak akan mudah percaya dengan produk lain apalagi yang masih baru atau hal yang mudah viral seperti akhir akhir ini meskipun harga yang ditawarkan jauh lebih rendah. Tujuan marketing sendiri tidak lain adalah untuk mengenalkan brand suatu produk sehingga masyarakat mampu mengetahui, mengenali, memilih, menerima bahkan menjadi pembeli yang loyal. Ibarat peribahasa “tak kenal maka tak sayang”, branding bisa juga diartikan sebagai proses PDKT kepada calon konsumen.

Branding Menciptakan Value Bagi Pelanggan
Jika diperhatikan, ada sebuah kebiasaan di mana konsumen merasa bangga karena telah menggunakan brand tertentu. Mengapa demikian? Karena brand mampu menggambarkan/mengukur/ mencerminkan/memberikan nilai kelas sosial individu atau gaya hidup seseorang contohnya saja penggunaan Lamborghini, iPhone atau Harley Davidson.

Baca juga: Influencer Marketing: Tingkatkan Brand Bisnis Anda Sekarang!

Hanya dengan melihat seseorang menggunakan brand terkenal maka kita bisa langsung menyimpulkan status sosial pengguna barang brand tersebut. Sehingga produk yang telah memiliki brand di hati masyarakat tentunya sudah memiliki segmentasi pasar tertentu.

Brand dengan segmentasi pasar yang sudah jelas akan dengan mudah melakukan selling bahkan memperbesar sales conversion, tidak jarang konsumen rela melakukan pre-order jauh sebelum produk tersebut benar benar rilis.
Kekuatan branding memang tidak perlu diragukan lagi, tidak semua produk yang dipasarkan memiliki brand namun hal inilah yang menjadi tantangan dan harus terus perlu dipelajari sehingga konsumen bisa dengan yakin dan menjadi konsumen loyal.

Semoga Artikel ini bermanfaat. Dan jika Anda membutuhkan informasi lebih detil perihal Selling dan Branding atau Anda tengah membutuhkan konsultan profesional untuk membantu Anda, Kami siap membantu. SIlahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui WhatsApp 0812-5298-2900.