Monthly Archives:April 2019

KOMPONEN-KOMPONEN DAN TUJUAN DALAM APLIKASI INTERNET MARKETING PERUSAHAAN

Sebenarnya, menurut pendapat Anda. Apa itu yang disebut dengan Internet Marketing? Internet marketing atau yang biasa disebut dengan online marketing merupakan satu bentuk upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dan jasanya serta untuk membangun hubungan yang baik dengan para pelanggan melalui media internet. Internet marketing sendiri merupakan salah satu bagian dari E-Marketing (electronic marketing) dan E-Business (elektronic business).

Internet marketing sebenarnya juga tidak hanya sekedar lebih berfokus kepada penggunaan media digital saja, akan tetapi juga berhubungan langsung dengan bagaimana dalam melakukan manajemen data konsumen dan untuk menjaga hubungan relasi yang lebih baik dengan para konsumennya.

Berikut ini praktisi konten marketing akan menjelaskan tentang beberapa tujuan dan manfaat dalam menjalankan internet marketing.

Perkembangan dunia teknologi internet yang semakin pesat karena dapat menjangkau jauh lebih luas dengan tempo waktu yang terlampau tidak terbatas. Dunia marketing yang mulai beralih untuk merambah dunia teknologi internet (internet marketing) memang memiliki beberapa macam tujuan penting dan manfaat sebagai berikut, yaitu:

  1. Mampu menjangkau para calon konsumen dengan biaya yang jauh lebih murah.
  2. Untuk melacak dan mengukur data-data respon konsumen terhadap berbagai macam aktivitas marketing yang sudah dilakukan oleh perusahaan.
  3. Mampu menjangkau pasar global sebagai satu pangsa pasar terbaru.
  4. Menyajikan promosi yang jauh lebih menarik.
  5. Mempermudah proses pembelian apabila dibandingkan dengan sistem offline nya.
  6. Personalisasi pemasaran untuk setiap calon konsumen.
  7. One-on-one marketing.
  8. Twenty-four-hour marketing.

Namun, menurut Chaffey dkk (2008:22), berpendapat bahwa terdapat lima macam tujuan dan manfaat dari penggunaan internet marketing yang biasa lebih dikenal dengan istilah 5S (Sell, Serve, Speak, Save dan Sizzle) dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Sell (Meningkatkan Penjualan).
    Dicapai melalui distribusi yang jauh lebih luas kepada para pelanggan yang tidak disediakan melalui layanan offline atau mungkin saja melalui jangkauan produk yang jauh lebih luas daripada di toko atau harga yang jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan para penyalur lainnya.
  2. Serve (Menambah Nilai).
    Dicapai dengan cara memberikan keuntungan yang jauh lebih banyak dengan online atau menginformasikan pengembangan produk melalui dialog online terhadap para pelanggan.
  3. Speak (Mendekatkan kepada Pelanggan).
    Membuat komunikasi dua arah melalui jalur web dan e-mail.
  4. Save (Menghemat Biaya).
    Hanya dapat dicapai dengan menggunakan komunikasi melalui e-mail, transaksi penjualan dan juga service secara online untuk mengurangi jumlah staff dan juga biaya cetaknya.
  5. Sizzle (Memperluas Brand Online).
    Bisa dicapai dengan cara menyediakan proposisi baru dan juga pengalaman online terbaru pada saat yang bersamaan.

Komponen-Komponen Internet Marketing

Menurut pendapat Mohammed dkk (2003:4), terdapat lima macam komponen yang terjadi dalam dunia internet marketing, yaitu:

• Proses.

Sama halnya dengan program pemasaran tradisional, program pemasaran menggunakan Internet juga masih tetap membutuhkann sebuah proses. Tujuh macam tahapan dari sebuah proses dalam program pemasaran melalui internet adalah dengan cara membentuk peluang pasar, menyusun strategi pemasaran, merancang pengalaman pelanggan (customer experience), membangun hubungan antarmuka yang baik dengan pelanggan, merancang program pemasaran, meningkatkan informasi pelanggan melalui teknologi, dan mengevaluasi hasil dari program pemasaran secara keseluruhan.

• Membangun dan mempertahankan hubungan baik dengan para pelanggan.

Membangun dan mempertahankan hubungan dengan para pelanggan merupakan tujuan dari strategi pemasaran online. Tiga macam tahapan dalam hubungan dengan para pelanggan adalah awareness, exploration, dan commitment. Program pemasaran online juga dapat dikatakan berhasil apabila mampu dalam mengarahkan pelanggan agar bisa sampai kepada tahap komitmen terhadap perusahaan. Dan tujuan dari pemasaran melalui media Internet ini adalah untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan para pelanggan, baik secara online maupun offline.

• Online.

Sesuai dengan definisinya sendiri, Internet marketing adalah berupa strategi marketing yang dilakukan secara online, namun masih tetap terkait dengan program pemasaran secara tradisional.

• Pertukaran.

Dampak terberat dari program pemasaran online adalah berupa pertukaran yang sama sekali tidak hanya dapat terjadi dalam dunia online saja, namun juga harus tetap berdampak kepada pertukaran di penjualannya secara lebih nyata.

• Pemenuhan dalam hal kepuasan untuk kebutuhan dari kedua belah pihak.

Dengan adanya Internet marketing ini, maka pemenuhan kepuasan dari kedua belah pihak akan menjadi semakin lebih cepat terpenuhi, yaitu dari segi perusahaan yang menggunakan Internet marketing agar bisa mencapai tujuan perusahaan seperti meningkatnya laba perusahaan, pangsa pasar yang menjadi semakin meluas, dan lain sebagainya. Dari segi pelanggan adalah mampu terpenuhinya kebutuhan seperti mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

Aplikasi yang Digunakan Dalam Internet Marketing

Internet marketing dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa macam model aplikasi, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Iklan (Advertising).
    Iklan dapat ditampilkan pada situs web dari pihak ketiga atau blog untuk mengarahkan lalu lintas kepada situs web milik perusahaan. Dengan cara melakukan pemasangan iklan semacam ini maka secara tidak langsung akan semakin lebih meningkatkan produksi perusahaan.
  2. Search Engine Marketing (SEM).
    Bentuk dari strategi pemasaran semacam ini adalah untuk berusaha mempromosikan website dengan cara meningkatkan visibilitas dalam halaman dari hasil mesin pencarian (SERPs), seperti Google,Bing,Yahoo, dan lain sebagainya.
  3. Search Engine Optimization (SEO).
    SEO merupakan proses untuk meningkatkan visibilitas dari situs web atau halaman web pada mesin pencarian.
  4. Social Media Marketing.
    Pemasaran jenis ini dilakukan dengan cara memanfaatkan lalu lintas dalam Social media websites, seperti: Facebook maupun twitter atau bisa juga dengan media-media sosial yang lainnya.
  5. Email Marketing.
    Pemasaran melalui email yang dilakukan dengan cara melibatkan langsung strategi pemasaran pesan dengan cara mengirimkan pesan melalui surat elektronik.
  6. Blog Marketing.
    Situs blog milik perusahaan yang bisa dimanfaatkan untuk strategi promosi.
  7. Refferal Marketing.
    Metode Refferal semacam ini juga untuk mempromosikan produk atau berupa layanan kepada para pelanggan baru melalui sebuah referensi. Metode semacam ini biasanya dari mulut ke mulut.
  8. Inbound Marketing.
    Pemasaran inbound semacam ini dengan cara melibatkan pelanggan untuk membuat dan saling berbagi.
  9. Viral Marketing.
    Teknik pemasaran yang prinsipnya lebih mirip dengan word-of-mouth dalam bentuk pesan elektronik yang bisa disebarkan dari seseorang kepada orang- orang yang sudah dikenalnya secara terus berkelanjutan.

Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.

TIPS UNTUK MEMBUAT STRATEGI MARKETING JITU UNTUK BISNIS ONLINE AGAR BISA MENJADI VIRAL

Konten merupakan salah satu bagian terpenting dalam menjalankan strategi online. Hal ini karena konten tersebut juga dapat mempengaruhi banyak pengguna social media atau netizen di mana hal itu juga akan memengaruhi pendapatan penjualan. Siapa yang tidak ingin membuat kontennya menjadi semakin viral? Tentu saja semua pebisnis online menginginkan agar kontennya dapat menjadi viral. Viral sendiri dalam dunia marketing bisa juga didefinisikan sebagai salah satu strategi dan proses penyebaran pesan elektronik untuk mengomunikasikan berbagai informasi dari suatu produk kepada masyarakat luas.

Namun faktanya, untuk membuat konten agar bisa menjadi viral secara positif memang bukanlah hal yang mudah. Sebuah konten hanya akan bisa viral jika dia memiliki beberapa elemen-elemen yang mampu dalam memengaruhi para pembaca untuk melakukan share atau review secara sukarela. Setidaknya agar konten tersebut bisa mendapatkan banyak like. Jika Anda ingin membuat konten yang viral, maka berikut ini praktisi konten marketing akan membagikan beberapa tips yang dapat Anda terapkan pada konten Anda.

1. Memulainya dengan kalimat singkat dan jelas.

Kalimat pembuka yang singkat dan jelas ini adalah kesempatan paling awal dalam menarik minat dari para pembaca. Caranya adalah jangan membuat konten yang terlalu bertele-tele namun juga tidak terlalu singkat. Berikan perhatian yang khusus di mana para pembaca sebagai calon konsumen untuk tertarik membaca sampai akhir. Anda dapat membuat paragraf dengan memaparkan fakta-fakta yang cukup menarik tentang konten yang nantinya akan di-post atau dengan kalimat-kalimat yang akan memancing emosi, rasa penasaran pembaca, atau suatu permasalahan yang banyak dialami oleh sasaran pasar Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan beberapa kalimat tanya. Karena menurut penelitian, kalimat tanya secara psikologis akan mmapu memengaruhi minat untuk membaca seseorang.

2. Tambahkan gambar.

Gambar merupakan salah satu daya tarik tersendiri dalam sebuah konten. Maka dari itu jangan lupa untuk memasukan elemen gambar yang cukup menarik dan berwarna. Coba saja Anda pikirkan, apakah Anda tidak akan bosan jika membaca sebuah konten yang hanya berisikan tulisan saja? Tentunya sangat membosankan bukan. Hal yang sama juga akan dirasakan oleh para pembaca jika konten yang akan Anda tuliskan hanya berisikan tulisan. Konten gambar juga akan menjadi sangat berpengaruh jika media strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh sebuah bisnis online melalui social media seperti halnya Instagram dan Facebook. Untuk mencantumkan gambar, maka Anda juga tidak boleh dengan sembarangan asal cantum saja. Perhatikan tentang beberapa tips berikut ini:

1. Gambar yang akan dicantumkan dalam media pemasaran dari bisnis Anda adalah berupa gambar produk yang sesungguhnya (real/bukan palsu).
2. Cantumkan gambar dengan tingkat kualitas yang tinggi dan terbaik.
3. Jika pemasaran dilakukan pada website atau blog atau semacamnya, maka cantumkan pula gambar untuk setiap 300 kata, selain itu ukuran gambar juga sebaiknya tidak terlalu besar cukup dengan yang sedang atau kecil saja yang penting menarik.

3. Jangan lupakan Hashtag.

Hashtag merupakan bentuk lain dari tag atau keyword yang dapat terhubung ke berbagai macam platform online. Selain itu, hashtag juga dapat digunakan agar lebih memudahkan konten untuk menjadi viral, hashtag juga dapat digunakan pada saat bisnis Anda ingin mendapat perhatian yang lebih di social media. Sehingga untuk penerapannya sendiri, Anda dapat menambahkan hashtag untuk setiap konten dari bisnis online yang nantinya akan Anda post atau share. Hashtag ini bisa berupa kata-kata kunci target pada bagian deskripsi konten Anda.

4. Publishkan di saat yang tepat.

Tahukah Anda bahwa terdapat waktu-waktu yang memang dianggap baik oleh seorang pebisnis online dalam memposting kontennya? Pebisnis online yang sudah memiliki jam terbang sangat tinggi biasanya sangat paham dengan waktu-waktu yang dianggapnya “tepat” untuk melakukan posting. Waktu-waktu ini sebenarnya juga masih bergantung dari tempat tinggal dan sasaran konten yang ingin Anda buat. Namun, pembahasan kali ini adalah dalam lingkup Indonesia saja.

Berdasarkan informasi dan data yang pernah penulis tahu, bahwa waktu yang paling tepat untuk melakukan posting agar mendapatkan social share yang cukup tinggi adalah sekitar jam 11.30 sampai 13.00 serta sekitar pukul 20.00 sampai dengan 22.00. Coba perhatikan baik-baik dari waktu-waktu tersebut, dan itu adalah waktu sekitar istirahat makan siang dan pada saat menjelang tidur. Selain itu, berdasarkan pengalaman penulis sendiri juga terdapat tambahan waktu yaitu sekitar jam 07.00 pagi sebelum bekerja dan jam 16.00-18.00 setelah selesai bekerja. Waktu-waktu tersebut memang sangat berpengaruh besar terhadap social share dari konten yang akan di post. Hal ini karena saat-saat tersebut merupakan waktu-waktu senggang bagi orang-orang dimana mereka akan dapat memperhatikan konten pada sosial media dengan lebih detail.

5. Tambahkan tombol share pada konten Anda.

Untuk cara yang terakhir ini, hanya khusus dilakukan jika Anda menggunakan website atau blog sebagai media penjualan dari bisnis online Anda. Agar postingan Anda menjadi mudah viral, maka dalam situs website atau blog tersebut harus dibuat yang ramah untuk berbagi di social media. Maka dari itu, tambahkan juga tombol share sosial ke template website atau blog bisnis Anda. Jadi pastikan jika Anda memposting pada situs Anda dan tambahkan tombol share didalamnya. Sehingga pada saat terdapat sebuah artikel yang menarik di mata pengunjung atau konsumen, maka mereka dapat melakukan share secara langsung ke akun-akun sosial media mereka masing-masing.

Dan itulah beberapa cara untuk strategi marketing bisnis online agar cepat menjadi viral. Yang terpenting dari strategi-strategi tersebut adalah konten yang menarik dan cukup berkualitas. Karena bisnis online yang sukses adalah bisnis online yang memuat konten-konten yang berkualitas. Jika Anda merasa tertarik dengan strategi marketing online lainnya, Maka Groedu Content Marketinglah solusinya. Anda bisa menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900 atau email ke groedu@gmail.com. Kami tunggu kabar baiknya dari Anda.